Ada Pengunjung Sidang Bawa Taji ke PN – FAJAR sulsel
News

Ada Pengunjung Sidang Bawa Taji ke PN

PALOPO — Seorang pengunjung sidang diamankan anggota Polres Palopo, Senin 13 Februari 2017, kemarin. Ia tertangkap tangan menyembunyikan benda tajam yang berbahaya di jok sepeda motor Honda miliknya. Ia nekat membawa benda tajam berupa 12 taji ke Pengadilan Negeri Palopo.

Yunus, 40 tahun, warga Jalan Batara terpaksa digelandang ke kantor Palopo, sekitar pukul 09:30 Wita. Seperti biasa, setiap pengunjung sidang diperiksa saat mau masuk di pintu gerbang kantor Pengadilan Negeri (PN) Palopo.

Hal ini terjadi sekitar 10 menit sebelum mobil Tahanan Kejari Palopo tiba membawa terdakwa Oddang dan terdakwa Gazali untuk menjalani sidang pembacaan putusan dari PN Palopo dalam kasus pembunuhan warga Jalan Batara.

Sebelumnya, puluhan personil Polres Palopo berkumpul di halaman kantor PN Palopo untuk mengikuti apel. Namun, sebagian personil tetap siaga di pintu masuk kantor PN. Tiba-tiba, tiga unit motor memasuki halaman kantor PN.

Tiga motor ini dicegat. Pengendaranya digeledah. Jok motornya juga ikut diperiksa. Motor matik Honda berwarna pink yang berada di barisan kedua juga ikut diperiksa. Saat jok dibuka, polisi melihat ada tas kecil berwarna hitam. Merek tasnya Spyder Bilt USA.

Di dalam tas, polisi mendapati benda seperti dompet. Namun saat dibuka, petugas kaget. Isinya taji. Tas itu seperti lembaran buku. Setiap lembarnya terselip taji. Ukuran taji sekitar 10 cm. Ujung yang satu cukup tajam dan ujung lainnya bengkok. Kedua sisinya juga cukup tajam.

Selain taji, ditemukan juga benda seperti pengasah. Ada 12 taji di dompet itu. Pemiliknya langsung diamankan ke Polres Palopo untuk dilakukan pemeriksaan. Kejadian itu ternyata mengundang perhatian pengunjung sidang yang lain. Mereka terlihat protes.

Tak lama kemudian, mobil tahanan yang membawa para terdakwa tiba. Namun, karena sebagian petugas masih melaksanakan apel. Terdakwa kasus pembunuhan tersebut harus bersabar di dalam mobil tahanan.

Beberapa saat kemudian, personil berhamburan menuju bagian belakang kantor PN. Petugas berjejer disepanjang jalan yang akan dilewati para terdakwa. Pengunjung sidang yang diketahui keluarga korban pun ikut menyaksikan.

Di pintu masuk Kantor PN, para polwan menggeledah semua pengunjung wanita yang akan masuk. Namun tak ada temuan. Hingga sidang usai, kondisi di Kantor PN tetap kondusif. Pengunjung sidang tetap tertib.

Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono SIk, mengatakan, personil yang dikerahkan tetap sama. Yakni 150 orang. Ditanya soal penemuan 12 unit taji. Kapolres mengaku masih melakukan pemeriksaan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, Yunus mengaku, bahwa taji tersebut bukanlah miliknya,” kata kapolres.
Lebih lanjut dijelaskannya, saat diperiksa penyidik, Yunus yang merupakan warga Jalan Batara mengaku. Saat itu dia terbangun. Karena ingin mengikuti persidangan, dia langsung meminjam motor yang ada di rumahnya saat itu.

“Yunus mengaku tidak tahu menahu keberadaan 12 unit taji yang ditemukan di jok motor. Kebetulan, motor tersebut bukan miliknya,” kata kapolres.

Menurut kapolres, jika benar 12 unit taji bukan milik Yunus. Maka bisa saja Yunus bebas. “Namun, 12 unit taji ini tetap kita sita. Motor yang digunakan Yunus juga ikut kita sita. Yunus diminta mendatangkan pemilik motor tersebut untuk menguatkan pengakuannya,” tandas kapolres.(ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top