Di Palopo, 28.876 Pemilih Belum Punya e-KTP – FAJAR sulsel
News

Di Palopo, 28.876 Pemilih Belum Punya e-KTP

* Tahapan Pilwalkot Mulai September 2017
PALOPO— Pilwalkot Palopo masuk gelombang ke-3 pelaksanaan Pilkada Serentak se Indonesia pada Juni 2018. Di Sulsel ada 12 kabupaten/kota plus Pilgub yang melangsungkan pesta demokasi tahun depan yakni Kota Palopo, Kota Makassar, Kota Parepare, Kab. Luwu, Wajo, Jeneponto, Bantaeng, Sinjai, Bone, Sidrap, Pinrang, dan Enrekang.

Ketua KPU Palopo, Haedar Djidar SH MH yang ditemui di kantornya, Senin, 13 Februari 2017 kemarin, mengungkapkan, karena pelaksanaan pencoblosan pada Juni 2018, maka tahapan Pilkada diperkirakan mulai September atau Oktober 2017.

”Tapi itu baru ancang-ancang. Karena tahapan Pilkada 2018 akan dimulai serentak pula secara bersamaan se Sulsel,” terang Haedar didampingi Sekretaris KPU Palopo, Mansur SE di sela-sela silaturahim Arisan Keluarga KPU Palopo di kantor KPU, Jl. Pemuda.

Tahapan Pilkada itu sendiri dimulai dari penyerahan data pemilih/potensi pemilih dari pemerintah daerah ke KPU, yang dilanjutkan pemutakhiran data pemilih, sampai penetapan Daftar Pemilih Tetap.

Selanjutnya, penyerahan syarat dukungan calon perseorangan, pendaftaran pasangan calon, verifikasi pasangan calon, penetapan pasangan calon, pengundian dan pengumuman nomor urut, masa kampanye dan debat publik, masa tenang dan pembersihan alat peraga, pemungutan dan penghitungan suara, rekapitulasi suara, dan penetapan calon terpilih.

Jumlah pemilih di Palopo pada tahun 2018 diprediksi mencapai 160 ribu. Namun angka tersebut masih bisa kurang dan sebaliknya, bisa bertambah. Sebab di Palopo ini, terdapat 28.876 penduduk yang belum melakukan perekaman KTP elektronik (e-KTP). ”Syarat menjadi pemilih adalah wajib memiliki e-KTP,” tegas Haedar.

Bagi yang belum memiliki e-KTP tetapi sudah melakukan perekaman yang ditandai dengan surat keterangan dari dinas terkait yakni Dinas Kependudukan, sudah bisa didaftar sebagai pemilih.

Lantas bagaimana dengan warga yang telah terdaftar sebagai pemilih pada pemilu sebelumnya, tetapi tidak memiliki e-KTP, maka warga tersebut dikeluarkan dari daftar pemilih. Agar bisa tetap memilih, maka warga yang bersangkutan disarankan segera melakukan perekaman e-KTP.

Data pemilih pada Pilpres 2014 lalu, jumlah pemilih di Palopo sebanyak 117.800 jiwa. Sedang potensi pemilih Pilwalkot 2018 diproyeksikan mencapai 160 ribu jiwa. Angka itu bertambah 42.200 atau 26,37 persen dibanding pemilu sebelumnya.

Sebelumnya dilansir, estimasi anggaran Pilwalkot Palopo 2018 sebesar Rp20 miliar. Anggaran tersebut merupakan estimasi terendah dari 12 kab/kota di Sulsel yang akan melaksanakan Pilkada serentak 2018. Yang tertinggi anggaran Pilkada diajukan KPU Bone sebesar Rp60 miliar, disusul Makassar Rp58 miliar.

Sedang anggaran Pilkada Sidrap Rp44 miliar, Kab. Luwu Rp41 miliar. Parepare yang hanya memiliki empat kecamatan dengan jumlah pemilih hanya 99 ribu lebih dan TPS 292 (data Pilpres 2014) mengajukan anggaran Rp23 miliar. Sedikit lebih tinggi dari estimasi Palopo yang notabene memiliki pemilih dan TPS lebih banyak. (ikh)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top