Melestarikan Kebudayaan Lokal sembari Mencari Nafkah – FAJAR sulsel
News

Melestarikan Kebudayaan Lokal sembari Mencari Nafkah

Sanggar Seni Latimojong

Usaha bisa dibangun dalam bentuk apa saja sesuai dengan bidang yang dikuasai serta yang diminati. Melestarikan kebudayaan lokal sembari mencari nafkah dengan mendirikan sanggar seni adalah kesempatan emas untuk tetap dapat mengasah bakat yang dimiliki, berkreasi dan berkarya sekaligus mencari nafkah.

Laporan: Hasmiati Mus
—————————–
Makassar

Seorang seniman tidak hanya memberikan manfaat bagi diri pribadi, tetapi juga untuk kelestarian jati diri dan nilai luhur dalam budaya suatu masyarakat. Sanggar seni bisa sangat menguntungkan terutama jika dikelola dengan kreativitas dan dedikasi yang tinggi. Misalnya dengan diundang untuk mengisi acara-acara resmi.

Pendiri Sanggar Seni Latimojong, Muh Nur, S. SB menuturkan, usaha sanggar seni yang dirintisnya tidak hanya berdedikasi untuk mengejar omzet. Namun merupakan wujud kecintaan dan keinginan untuk melestarikan kesenian di Sulsel, khususnya di Makassar.
“Sanggar ini dirintis berawal dari kampus institut kesenian Makassar angkatan pertama, sekitar 2008 lalu. Dulunya hanya Perkusi, tetapi sekarang dikenal masyarakat sebagai pelaku seni,” ujarnya.

Muh. Nur yang akrab disapa Jhon ini mengungkapkan, dinamakan sanggar seni Latimojong karena Latimojong merupakan gunung tertinggi di Sulsel. Sehingga, ia berharap sanggar seni yang dirintisnya tersebut dapat menjulang seperti gunung Latimojong.
“Memang butuh perjuangan dan pengorbanan untuk mencapai puncaknya. Saya mulai melatih teman-teman dari lingkungan kompleks, warga yang ingin belajar seni. Baik seni musik maupun seni tari tradisional,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Jhon, yang dilatih terbagi dalam dua bagian. Yakni, peserta yang ingin bergabung sebagai anggota sanggar seni Latimojong atau hanya sebatas privat.

“Sudah pernah manggung tingkat nasional di Jakarta, dalam rangka festival musisi pemuda di Senayan 2011 dan berhasil menggaet juara 3 serta festival Perkusi Sulsel di tahun yang sama, sanggar seni Latimojong meraih juara 1. Kebangga n saya saat diundang oleh Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) manggung di Istana Negara waktu beliau masih menjabat Presiden RI,” tuturnya.

Untuk tarif melatih peserta, Jhon mengaku disesuaikan dengan paket tarinya serta jumlah personel yang dibutuhkan. Sanggar seni Latimojong, lanjut dia, juga menerima pesanan gendang adat untuk acara pernikahan dan lainnya.(*)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top