Perbuatan Terdakwa Disebut Geng yang Resahkan Warga – FAJAR sulsel
News

Perbuatan Terdakwa Disebut Geng yang Resahkan Warga

* Vonis Hakim Sama Tuntutan JPU

PALOPO — Majelis hakim PN Palopo menjatuhkan vonis kepada dua terdakwa kasus pembunuhan warga Jalan Batara, Senin 13 Februari 2017, kemarin. Terdakwa Oddang divonis 7 tahun penjara, sedangkan Anak Gazali divonis 3 tahun penjara. Vonis hakim ini sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum.

Vonis dibacakan majelis hakim yang diketuai Raden Nurhayati SH, didampingi Erwino SH, dan Heri Kusmanto SH.
Sebelum menjatuhkan vonis, majelis hakim membeberkan hal-hal yang memberatkan terdakwa Oddang dan terdakwa Gazali. Menurut hakim, perbuatan para terdakwa menyebabkan korban jiwa.

Tindakan terdakwa disebut sebagai solidaritas kelompok geng yang menurut pemberiataan di media massa cukup meresahkan masyarakat. Sebab dalam beraksi, mereka tak segan-segan melukai korbannya dengan senjata rakitan.

Hal yang memberatkan lainnya, mereka tidak mendapatkan maaf dari keluarga korban. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa ini menyesal. Dalam persidangan mereka juga mengakui perbuatannya. Dan belum pernah dihukum.

“Anak Oddang diputus 7 tahun penjara, sedangkan anak Gazali divonis 3 tahun penjara,” kata majelis hakim.
Sidang itu sendiri dimulai pukul 09:51 Wita dan berakhir sekitar pukul 10:30 Wita. Dalam persidangan, terdakwa didampingi petugas Bapas dan pengacaranya Abbas Djohan SH dan Jamaluddin SH.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palopo, Sakaria SH dan Ikram SH sependapat dengan putusan itu. Karena sebelumnya, JPU juga menuntut Oddang selama 7 tahun penjara, dan Gazali dituntut selama 3 tahun penjara.

Gazali dijerat pasal 170 ayat 2 ke-1 KUHP. Karena melukai korban Eston di bagian punggung kanan dekat ketiak dengan anak panah. Vonis Gazali lebih rendah karena di dalam persidangan, Gazali tidak terlibat melakukan penganiayaan terhadap korban Yacobus. Yang dilukainya hanya Eston. Eston sendiri selamat dalam kejadian itu.

Sedangkan Oddang, dijerat pasal 338 KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Dalam persidangan, Oddang terbukti memukul bagian kepala sebelah kiri dari korban Yacobus menggunakan batu yang diambilnya dari tempat sampah. Oddang juga menginjak-injak kepala korban. Dia dihukum badan selama 7 tahun penjara.

Putusan ini diambil setelah majelis hakim mendengarkan keterangan dari tujuh orang saksi. Kala itu, Oddang dan Gazali bersama beberapa temannya datang dari Padang Sappa. Lalu singgah di rumah tersangka Ammar (masih diproses di Polres) yang berada di Songka. Karena lapar, mereka sepakat membeli nasi kuning yang ada di depan kantor PDAM.

Pulangnya melewati Jalan Pongsimpin. Tepat di depan gudang LPJ. Dari arah belakang muncul Eston dan korban Yacobus. Motor mereka hampir menabrak motor yang dikendarai Gazali. Emosi, Gazali melepaskan anak panah namun tidak kena.

Lalu, kedua belah pihak menghentikan motor. Korban Yacobus menemui tersangka Ammar dan Oddang. Sempat terjadi debat mulut. Korban Yacobus memukul kepala bagian kanan tersangka Ammar. Lalu, dibalas oleh Ammar. Oddang lalu mengambil batu dan memukulkannya di kepala bagian kiri korban Yacobus.

Tak lama kemudian, tersangka Thamrin (masih berproses di Polres) datang membawa busur dan menancapkannya di bagian dada sebelah kanan korban Yacobus. Lalu, mengambil badik dan menusuk bagian punggung korban Yacobus. Gazali sendiri membidikkan anak panahnya ke arah korban Eston. Itu terjadi Senin 9 Januari 2017, sekitar pukul 01:00 Wita, dini hari, di Jalan Pongsimpin, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara.

Sidang ini diikuti oleh kerabat korban. Yang masuk ke ruang sidang semuanya wanita. Mereka tertib mendengarkan putusan dari majelis hakim. Wajah mereka tak bisa menyembunyikan perasaan sedih. Mata mereka tampak memerah namun tetap ditahan agar tak jatuh air mata.

Sementara Oddang dan Gazali. Selama persidangan, hanya bisa menundukkan kepalanya. Mata mereka sayu. Ada perasaan menyesal tergambar. Di usia yang masih belia harus mendekam di balik jeruji besi.

Di pintu sidang, ada aparat kepolisan berkumpul. Mereka tetap siaga seperti tak mau kecolongan. Tampak Kabag Ops Polres Palopo, Kompol Abidin, Kasubagdal Ops, AKP Supriadi, Kapolsek Wara, Kompol Arsyad Kaonga, Kasat Sabhara, AKP Sanodding, Kasat Narkoba, AKP Maulud, Kapolsek Warsel, AKP Jon Paerunan, Kapolsek Telluwanua, AKP Daud Sisang, Kapolsek Wara Utara, IPTU Idris, dan para perwira lainnya. Sekitar 150 personil mengamankan sidang kasus ini.(ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top