PSM Harus Benahi Performa – FAJAR sulsel
News

PSM Harus Benahi Performa

Oleh : Dr. Wahyudin, M.Pd/Dosen Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan UNM

Hal terpenting untuk dibenahi dari kegagalan PSM Makassar pada turnamen Piala Presiden 2017 kali ini adalah pembenahan performa secara menyeluruh sehingga menghadapi roda kompetisi yang sesungguhnya di Liga Satu (Liga Super Indonesia) mendatang, tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan ini tidak lagi tersandung dengan permasalahan yang sama di Piala Presiden tersebut.

Karena sekali lagi, PSM Makassar angkat koper lebih cepat di turnamen Piala Presiden 2017, lantaran performa pemain belum menunjukkan grafik prosentase yang positif dan ideal sehingga tidak mampu memainkan ritme pertandingan yang sesuai harapan sang pelatih.

Kita semua tentu telah menyaksikan sendiri saat kekalahan keduanya di penyisihan Grup C dalam menghadapi Persela Lamongan di Stadion Si Jalak Harupat, Pasukan Ramang akhirnya takluk 1-2 padahal sempat lebih dulu unggul.

Oleh karena itu, Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts tidaklah pantas mengkritisi keberadaan turnamen pra-musim di Piala Presiden, bahkan dalam pernyataannya soal alasan PSM tak memasang target di Piala Presiden, itu pun tak layak diutarakan oleh seorang pelatih berkelas seperti Robert apalagi menahkodai tim yang memiliki nama besar di kancah sepak bola nasional sekelas PSM Makassar.

Idealnya seorang Robert mesti menjadikan turnamen ini sebagai langkah awal yang baik buat tim yang nantinya dapat memberikan support tersendiri bagi para pemain sebelum menghadapi turnamen berkelas yang dianggapnya lebih penting yakni Liga Satu. Sehingga tak perlu berkoar-koar dengan mengatakan hanya melakukan persiapan di turnamen ini tetapi tidak memasang target apa-apa, Padahal pria asal Belanda tersebut semestinya memahami bahwa turnamen ini justru menjadi ajang unjuk performa pemain dalam tim sehingg bisa menjadi indicator ke depannya.
Sebab seandainya PSM Makassar mampu tampil professional dalam ajang yang menghabiskan biaya cukup besar dalam masa pramusim ini, maka hal positif yang dicapai tersebut akan menjadi pelecut perbaikan performa setiap pemain dalam tim baik dari sisi fisik maupun secara psikis dalam kerangka tim, namun yang aneh justru mantan pelatih Serawak FA ini hanya lebih banyak mengkritisi turnamen termasuk mengkritisi besaran anggaran yang digunakan oleh pihak panitia yang menurutnya seharusnya uang banyak tersebut dimanfaatkan untuk perkembangan sepak bola Indonesia.

Yang jelas bahwa dua kali kekalahan yang dialami anak-anak asuhan Robert mnejadi pertanda adanya masalah dalam tim, ya, tentu saja performa yang belum maksimal baik secara individu maupun secara tim sehingga terjadi banyak kesalahan, kualitas dari penampilan pemain masih pada level biasa-biasa saja, banyak kesalaham dari setiap lini dalam tim, dan memang harus dievaluasi oleh tim pelatih meskipun menurutnya tak melihat dari sisi poin, tetapi melihatnya secara penuh di pertandingan.

Padahal stamina dan ketahanan (endurance) merupakan hal yang sangat penting dalam bermain sepakbola, permainan yang satu ini memang menuntut stamina dan ketahanan yang tinggi, sebab tanpa stamina dan ketahanan yang baik, mustahil dapat terus bermain secara konsisten selama pertandingan. Memiliki Teknik yang baik akan menjadi percuma kalau hanya bisa bermain 30-35 menit saja.

Oleh karenya stamina dan ketahanan para pemain PSM Makassar mesti dibenahi dengan baik sebagai bagian penting dalam menghasilkan performa dalam tim yang berkualitas. Sebab stamina adalah kemampuan untuk mempertahankan fisik dalam kondisi terbaik, sedangkan ketahanan atau endurance adalah batas akhir kemampuan untuk melakukan pergerakan para pemain dalam setiap lini dalam bermain di durasi waktu 2 kali 45 menit. (*)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top