Berpotensi ke MK – FAJAR sulsel
News

Berpotensi ke MK

JSI: Bur-Syamsari Selisih 0,26%

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Takalar berpotensi berlanjut ke Mahkamah Konstitusi (MK). Itu jika merujuk hasil quick count atau hitung cepat yang dilakukan Lembaga Suara Indonesia (JSI) terhadap perolehan suara dua pasangan calon peserta Pilkada.

Berdasarkan hasil quick count JSI, selisih suara dua pasangan calon hanya dikisaran 0,26%. Dimana pasangan nomor urut 1 Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim atau H Nojeng (Bur-Nojeng) meraih 50,13% suara.

Sementara pasangan nomor urut 2, Syamsari Kitta-Achmad Daeng Se’re atau H De’de (SK-HD) memeroleh suara sebesar 49,87%. Margin of error hitung cepat ini plus minus 1%.

Lembaga ini mengambil sampel sebanyak 180 tempat pemungutan suara (TPS) dari total 351 TPS di Kabupaten Takalar. Jaringan Suara Indonesia (JSI) menggelar quick count di Ruang Tulip, Hotel Grand Clarion, Makassar, Rabu (15/2) kemarin.

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Sulsel, Syahruddin Alrif yang memantau pelaksanaan hitung cepat ini, mengaku masih menunggu hasil kerja tim pemenangan pasangan Syamsari Kitta-Achmad Daeng Se’re di lapangan.

“Kita lihat dulu tim bekerja di lapangan. Dalam hal ini mengumpul dan merampungkan data perolehan suara SK-HD,” katanya.
Meski begitu, Syahar– sapaan akrab Syaharuddin Alrif, tidak menutup kemungkinan Pilkada Takalar akan berujung ke Mahkamah Konstitusi (MK). Apalagi, melihat selisih suara Syamsari Kitta yang hanya berkisar 0,26% dengan Bur.

“Bisa saja ini berujung ke MK. Kalau melihat hasil hitung cepat JSI, Pilkada Takalar belum ada yang bisa mengklaim menang,” pungkasnya.

Peneliti Riset JSI, Riswan Sawidi menjelaskan bahwa hasil perolehan suara per dapil atau zona dibagi menjadi tiga yakni, Zona 1 yang meliputi Kecamatan Pattalassang, Polongbangkeng Selatan dan Polongbangkeng Utara, Bur-Nojeng memperoleh suara sebesar 53,66%. Sementara pasangan SK-HD memperoleh 46, 34% suara.

Sedangkan di Zona 2 meliputi Kecamatan Manggarabombang, Mappakasunggu dan Sanrobone, pasangan Bur-Nojeng memperoleh suara 54,97%, sementara SK-HD sebesar 45,03%.

Adapun untuk Zona 3 meliputi Galesong, Galesong Selatan, dan Galesong Utara, pasangan Bur-Nojeng memperoleh 42,99% dan pasangan SK-HD Sebesar 57,01%.

Lebih jauh, Riswan mengatakan, hasil hitung cepat ini tentunya bukanlah real count. Untuk itu, kata dia, semua pihak harus tetap merujuk hasil real count yang akan dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Takalar.

Menurut Riswan hasil ini hanya sekadar bayangan prolehan suara di Pilkada Takalar. “Hasil yang sesungguhnya adalah hasil yang dikeluarkan oleh KPUD,” pungkasnya.

Supervisor Pemenangan Jaringan Suara Indonesia, Arif Saleh menjelaskan, secara metodologi, pihaknya tidak dapat menyimpulkan pemenang dari Pilkada Takalar.

Hal itu dikarenakan ada margin error sebesar 1%, sementara perolehan suara dari kedua pasangan calon, selisih antarkeduanya tidak sampai 1% atau dikisaran 0,26%. “JSI tidak berafiliasi di salah satu calon bupati di Pilkada Takalar,” tegasnya.

Sama-sama Klaim Menang

Meski belum ada hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Takalar, namun dua pasangan calon kepala daerah sama-sama sudah mengklaim menang.

Baik pasangan Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim maupun Syamsari Kitta-Achmad Daeng Se’re memegang hasil survei beberapa lembaga yang menempatkannya sebagai pengumpul suara terbanyak.

Bahkan Burhanuddin Baharuddin yang memegang hasil data real count formulir C1 dari setiap TPS langsung menyampaikan pidato kemenangannya.

Burhanuddin meminta, agar seluruh saksi di setiap TPS, para tim relawan untuk terus mengawal hasil Pilkada Takalar.
“Saya berharap tim di TPS untuk mengawal kemenangan ini, serta mengambil format model C1 sebagai bukti kepada kita saat rekap di kecamatan dan kabupaten,” ujarnya.

Terpisah, Syamsari Kitta, pun mengklaim kemenangannya. Syamsari menghaturkan ucapan terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Takalar.

“Alhamdulillah, kita unggul dibanding petahana. Saya kira seluruh lembaga survei sudah merilis quick countnya,” ujarnya.
Syamsari menambahkan, selanjutnya seluruh penyelenggaraan Pilkada dan proses pengambilan C1 sampai penghitungan suara versi real count, dilakukan KPU Takalar.

“Kita sudah perintahkan semua tim untuk mengawal C1 yang sementara dalam proses. Sebagian juga sudah diserahkan ke saksi-saksi kita,” ungkap Syamsari. (mah)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top