Dianggarkan Rp48 Miliar – FAJAR sulsel
News

Dianggarkan Rp48 Miliar

Infrastruktur Permukiman

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Pemprov Sulsel melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKP2), mengalokasikan anggaran sebesar Rp48 miliar lebih untuk fasilitas dan pengembangan infrastruktur permukiman. Anggaran itu meliputi, Ruang Terbuka Hijau (RTH), pembangunan sarana persampahan, sarana drainase, dan pembangunan jaringan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM).

Menurut Kepala Dinas PKP2 Sulsel, Andi Bakti Haruni, khusus untuk RTH, tahun ini akan dibangun di beberapa titik, diantaranya di kawasan Rumah Jabatan Gubernur, di Center Point of Indonesia (CPI), dan sejumlah titik di seluruh kabupaten/kota di Sulsel.

“Kami juga akan membantu Dinas Pendidikan Sulsel, untuk menata RTH di sekolah-sekolah. Sehingga, nampak ada perbedaan saat kewenangan SMA/SMK masih ada di kabupaten dan di provinsi. Ini akan dilakukan secara bertahap,” ungkap Andi Bakti, kemarin.

Menurutnya, luasan RTH yang dibangun memang tidak seberapa. Tetapi, diharapkan bisa mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk membangun RTH secara mandiri. “Hampir di semua daerah, ada RTH yang dibangun Pemprov. Misalnya di Bone, Sidrap, Gowa, dan lain-lain,” lanjutnya.

Hingga saat ini, lanjut Andi Bakti, RTH di sejumlah kabupaten kota belum ada yang memenuhi UU No 26 tahun 2007 yang mengamanatkan setiap daerah mengalokasikan 30% RTH dari total luas Daerah Aliran Sungai (DAS).

Ia menguraikan, dalam aturan UU tentang RTH disyaratkan luasannya 30%, terbagi atas 20% kewajiban institusi publik termasuk pemda se tempat, dan 10% lainnya menjadi kewajiban privat sektor.

Selain fasilitas dan pengembangan infrastruktur permukiman, Dinas PKP2 Sulsel juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp7 miliar lebih untuk program fasilitas dan pembinaan perumahan dan kawasan permukiman.

Program tersebut meliputi, penyusunan prototype rumah korban bencana, sertifikasi tenaga ahli perumahan, sosialisasi Undang-undang Perumahan, dan penyusunan Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP). “Ada juga lima Satker yang mengelola dana APBN,” katanya.

Ia menjelaskan, Satker Pengembangan Kawasan Permukiman mengelola dana APBN sebesar Rp65 miliar. Anggaran tersebut untuk pembangunan dan pengembangan kawasan kumuh perkotaan, pembangunan dan pengembangan kawasan kumuh perdesaan, dan penataan infrastruktur berbasis masyarakat.

Adapun Satker Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum mengelola anggaran Rp72 miliar lebih untuk tiga kegiatan. Antara lain, pembangunan SPAM Kawasan Perkotaan, SPAM Berbasis Masyarakat, dan SPAM Kawasan Perkotaan terfasilitasi.

“Satker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman mengelola mengalokasikan Rp177 miliar, untuk pembangunan IPLT Sinjai dan Takalar, pembangunan sistem pengelolaan drainase, pembangunan TPA sampah di Kota Palopo, Maros, dan Toraja Utara, dan pembangunan TPS 3R Kabupaten Bone,” urai Andi Bakti.

Satker lainnya adalah Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan, menganggarkan Rp 22 miliar, dengan tiga rencana kegiatan tahun ini. Penataan bangunan kawasan strategis, revitalisasi kawasan tematik perkotaan, dan fasilitasi pemanfaatan ruang terbuka publik.

Sementara, Satker Penyediaan Perumahan akan membangun rumah khusus di Kabupaten Selayar, Luwu Timur, dan Luwu Utara, serta pembangunan rumah susun di Kabupaten Bone, Toraja Utara, dan Gowa. “Satker Penyediaan Perumahan menganggarkan Rp170 miliar untuk kegiatannya,” imbuhnya.

Andi Bakti menambahkan, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Losari juga akan dimulai tahun ini. Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp58 miliar.

“Pembangunan IPAL Losari ini membutuhkan anggaran triliunan, dan tahun ini tersedia Rp58 miliar dari APBN. Pemerintah Kota Makassar, bertanggung jawab dalam hal pembebasan lahannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Syahrul menegaskan, khusus masalah RTH merupakan salah satu fasilitas yang terus dikembangkan dan di bangun oleh pemerintah. Ia me nyebut salah satu contohnya yakni, Taman Pakui Sayang dalam lingkup kantor PU Sulsel. Taman itu, selain menambah jumlah RTH juga menjadi fasilitas olahraga untuk masyarakat umum ditengah perkotaan.

“Taman ini akan menjadi RTH yang memiliki banyak manfaat bagi rakyat. Termasuk untuk kegiatan yang sifatnya untuk menjaga kebugaran dengan olahraga,” katanya.(eky/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top