FISUM Kecam Pelaku Kekerasan Jurnalis – FAJAR sulsel
News

FISUM Kecam Pelaku Kekerasan Jurnalis

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Aksi kekerasan terhadap jurnalis di Makassar kembali terjadi. Kali ini terjadi di gedung penegak hukum, yakni kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan, Jl Urip Sumoharjo, Selasa (14/2/17).

Tindakan kekerasan itu dialami wartawan Inews TV, Leo saat meliput di Kejati Sulsel. Leo mendapat perlakuan kasar dari oknum yang mengaku pengacara dan mantan wartawan TPI yang disapa Ilo.

Atas perlakuan tersebut sejumlah jurnalis menyatakan mengecam aksi tersebut. Salah satunya, yakni Forum Komunikasi Jurnalis Hukum (FISUM) Sulsel.

Ketua Forum Komunikasi Jurnalis Hukum (FISUM) Sulsel, Syarifa Aidah mengatakan, perlakuan Ilo yang merupakan oknum pengacara itu telah melanggar kebebasan pers yang diatur dalam Undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999.

“Oknum yang seperti tidak bisa dibiarkan karena bisa mengancam kebebasan berekspresi di negara kita. Apalagi pengacara kan harusnya tahu hukum,” jelas Ida, sapaan akrab Syarifa.

Wartawan senior di Sulsel ini pun meminta kepada aparat penegak hukum untuk memproses Ilo yang tak menghargai kerja-kerja pers dalam memberikan informasi penting kepada publik.

“Apa hak dia melarang teman-teman wartawan untuk meliput. Kejadian di Kejati Sulsel itu kan wilayah publik kenapa harus dilarang. Kami mendukung gerakan teman-teman wartawan untuk melakukan aksi perlawanan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris FISUM Sulsel, Akbar Hadi menambahkan perlakuan Ilo bisa berujung pada sanksi pidana. Menurutnya, itu sesuai dengan bunyi Pasal 18 Ayat 1 UU Pers No.40/1999.

“Bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan perbuatan berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan kemerdekaan pers dalam mencari, memperoleh, dan menyampaikan gagasan dan informasi, terkena sanksi ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda maksimal Rp. 500 juta,” kata Akbar.

Akbar yang juga Wakil Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulsel ini, meminta kepada semua pihak bisa menghargai wartawan yang meliput berita. Sebab kerja wartawan adalah kerja mulia. Karena semata-mata untuk kepentingan masyarakat banyak.

Kasus intimidasi ini, bermula saat Leo, wartawan INews TV ini mengambil gambar rombongan yang melintas di lantai satu depan ruangan Kasipenkum Kejati Sulselbar, Salahuddin.

“Leo ambil gambar pendukung saja yang rombongan melintas. Tapi mereka (rombongan Ilo Red) tidak terima dan langsung tunjuk-tunjuk dan minta hapus gambarnya. Id card dan handicam-nya juga sempat ditarik paksa,” kata rekan Leo.

Ilo saat itu mengatakan, “Hapus itu, kau lihat orang diatas lagi panas, kau merekam. Saya tadi itu bertanya kenapa ko rekam saya, saya tanya namamu, kau tidak menjawab, kau memang salah,” ujar Ilo.

Ilho mengaku sangat tahu persoalan jurnalistik sebab dia dulunya juga merupakan jurnalis di TPI, bahkan menyebut sejumlah nama seperti Ana Rusli, ucok jentak dan lain lain.

“Saya ini wartawan dulu, saya tau semua senior senior mu, saya dulu itu di TPI, saya tahu itu ana rusli, uco jenta tukasnya, makanya kalau mau merekam liat liat juga bos,” jelas rekan Leo mengutip perkataan Ilo. (jay/ris)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top