Polres Simulasi Penanganan Aksi Terkait Pilkada – FAJAR sulsel
News

Polres Simulasi Penanganan Aksi Terkait Pilkada

PALOPO — Bentrok antara petugas dan massa terjadi di depan Mako Polres Palopo. Massa beringas menyerang polisi dengan lemparan batu. Bahkan tak segan-segan melakukan kontak fisik dengan petugas. Ini adalah simulasi penanganan aksi unjuk rasa terkait pilkada dan aksi lainnya. Ini belangsung kurang lebih sejam, Rabu 15 Februari 2017.

Peringatan dari Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono SIk rupanya sudah tak mempan. Massa yang sebelumnya melakukan demo semakin menjadi-jadi. Disuruh bubar tetapi tak mau. Mereka bahkan menantang petugas. Dua kubuh terlihat panas.

Tak lama kemudian, terdengar kapolres memerintahkan pasukan Pengendali Massa (Dalmas) maju. Awalnya kurang lebih 20 orang polwan mencoba bernegosiasi dengan massa yang jumlahnya hampir ratusan. Melihat polwan yang datang cantik-cantik, bukannya mundur, massa semakin bertingkah.

Tetap bertahan, dua peleton Satuan Sabhara mengambil alih posisi para polwan. Pasukan polwan mundur ke belakang. Pasukan Dalmas ditambah mobil Water Canon memaksa massa mundur. Namun kali ini, massa tetap anarkis. Mereka bertambah emosi. Batu-batu dan apa saja yang ada di jalan diambil lalu diarahkan kepada pasukan Dalmas.

Petugas kembali memberikan peringatan akan melemparkan gas air mata. Tetapi dari arah massa, teriak ‘tidak takut’. Gas air mata diluncurkan. Jatuh di tengah antara petugas dan massa. Hanya saja, arah angin tidak memihak petugas. Asap dari gas air mata malah menyerang balik petugas Dalmas.

Sisi Utara barisan pasukan Dalmas langsung rusak. Para petugas tak kuasa menahan peri di bagian mata akibat gas air mata. Sedangkan dari arah massa, hanya sedikit yang terkena radiasi dari gas air mata itu.

Hampir kecolongan, personil Pengurai Masa (Raimas) mengendari motor langsung mengambil alih. Kali ini, tensi di depan mako Polres semakin panas. Rupanya, petugas sudah tidak main-main lagi.

Pasukan Raimas mengendarai motor. Satu motor ditumpangi dua orang petugas. Satu orang mengendari motor dan satunya lagi masing-masing memegang senjata pelontar gas air mata. Suara bising dari motor, sedikit membuat kecut dari kubus pendemo. Namun mereka masih bertahan dengan batu dan kayu di tangan.

Terdengar peringatan dari arah pasukan Raimas. Massa disuruh mundur. Peringatan ini pun tidak mempan. Akhirnya massa dihujani gas air mata. Asap pedih berhasil mencereraiberaikan para pengunjuk rasa. Tetapi masih ada juga yang bertahan. Massa yang bertahan inilah langsung dikejar Pasukan Raimas bermotor.

Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono SIk, yang dimintai keterangannya, mengatakan, apa yang terjadi barusan adalah simulasi latihan penanganan unjuk rasa yang anarkis. Baik pada saat Pilkada, ataupun unjuk rasa yang tidak puas dengan kebijakan pemerintah. Dari latihan ini, kapolres juga berencana akan mempraktekkanna untuk penanganan balapan liar di Palopo. Satu jenis senjata gas air mata sudah diliriknya.

“Kami simulasikan bagaimana Satuan Sabhara membubarkan massa. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan menangani dan menggunakan peralatan Dalmas. Harapan saya selaku kapolres, ini dapat meningkatkan profesionalisme anggota Sabhara untuk menangani aksi unjuk rasa yang anarkis,” kata AKBP Dudung.

Menurutnya, latihan tersebut dibawah binaan pembina fungsi Di Sabhara Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).(ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top