Kalapas Palopo: Kami Tak Kenal Istilah Bilik Asmara – FAJAR sulsel
News

Kalapas Palopo: Kami Tak Kenal Istilah Bilik Asmara

* Isu Pungli Menyeruak di Lapas Terkait Penyediaan Fasilitas

PALOPO — Pungutan liar kembali menyeruak dari lembaga pemasyarakatan (Lapas) di sejumlah daerah Indonesia. Keluarga napi yang berkunjung ke lapas sering dimintai uang.

Apalagi, kalau mau menggunakan bilik asmara untuk bercinta. Namun, kasus seperti ini tidakt terjadi di Kota Palopo. Lapas Palopo tak kenal istilah bilik asmara.

”Tidak ada seperti itu di Lapas Palopo. Itu tidak diatur memang dala m UU. Kalau ada yang mau gituan, ya sabar saja. Tunggu sampai selesai masa hukumannya,” tandas Kalapas Palopo, Kusnali, kepada Palopo Pos, baru-baru ini.

Sekali lagi, tegas dia, tidak ada di Palopo seperti ini. ”Kalau ada oknum yang pungli dengan menyediakan bilik asmara, saya akan beri sanksi,” tegasnya.

Bilik asmara di sejumlah lapas bukan lagi rahasia umum. Hal ini juga yang menyebabkan aroma terjadinya pungutan liar alias pungli menyeruak. Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kuala Tungkal, Kuala Tungkal, Jambi, misalnya, salah seorang keluarga napi mengatakan pihaknya sering dimintai uang untuk membayar penggunaan bilik asmara yang nilainya antara Rp300 ribu sampai Rp500 ribu.

Pengakuan seorang istri napi YS, selama ini ia kerap dimintai uang oleh oknum lapas saat menjenguk suaminya. Uang itu harus dimasukkan kedalam amplop dan nilainya bervariasi.

Jika hanya sekedar menjenguk biayanya tak pula terlalu besar. Bisa seikhlasnya saja. Tapi, jika suami istri hendak menggunakan bilik asmara untuk “bercinta”, uang yang harus disetor bisa mencapai Rp300 ribu sampai Rp500 ribu.

“Uang yang diberikan beragam jumlahnya. Kadang Rp300 ribu dan kadang bisa sampai Rp500 ribu,” ungkapnya.

Biasanya, uang tersebut akan dimasukkan dalam amplop. Kemudian suaminya yang akan menemui oknum pegawai tersebut untuk menyerahkan uang. Barulah setelah itu, akan diberikan ruangan bagi mereka untuk “bercinta”.

Jika hanya menjenguk, maka setoran yang diberikan tidak sampai ratusan ribu. Dalam seminggu, biasanya ia akan menjenguk suaminya sampai dua kali.

Acap kali menjenguk, maka harus menyiapkan uang tersebut. “Suami saya itu divonis 6 tahun penjara, dan baru dua setengah tahun di Lapas Kuala Tungkal. sekarang ia dipindahkan ke Bangko, bagaimana kami bisa menjenguknya,” terang Yeni dengan nada sedih.(jpnn/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top