Nama Produk – FAJAR sulsel
News

Nama Produk

Muh. Akbar

Ungkapan apa arti sebuah nama, tidak berlaku di sini. Di sini, nama harus dipandang sebagai sesuatu hal yang sangat penting. Terkhusus kepada penamaan suatu produk wajib hukumnya mencari nama-nama terbaik nan elegan.

Untuk sebuah nama-nama terbaik nan elegan, banyak perusahaan berani mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Termasuk kerelaan menunggu waktu untuk mendapatkan sebuah nama. Bayangkan, untuk sebuh nama, ada produk melakukan riset selama 11 tahun untuk mendapatkan sebuah nama.

Hasilnya memang tidak main-main. Nama yang dijadikan pilihan adalah nama yang tidak ada samanya di dunia. Keunikan lainnya, ketika nama itu disebut oleh siapa saja di belahan bumi ini, pengucapannya tetap sama. Ada lagi yang lain, ketika merek atau nama produk disebut, pengucapnya pasti tampak layaknya orang tersenyum manis.

Bagaimana dengan nama produk Makassar? Silahkan amati sendiri! Hasilnya pasti banyak persamaan. Akibatnya, membedakan produk menjadi sulit. Beberapa nama produk Makassar yang tergolong seragam. Coto Makassar (yang membedakan pengasuhnya). Sop Konro (nyaris tidak ada pembeda), Pisang Epe’ (apalagi, bila mungkin cat gerobaknya saja), Pisang Ijo (juga sama pisang epek), Markisa (berbeda, namun belum tentu bermakna minuman segar), Ikan Bakar (yang sering dipasangkan dengan Sop Saudara, nyaris tidak berbeda, kecuali lokasi), Minyak Gosok (pembeda nyatanya hanya soal warna), dan banyak lagi. Bayangkan ketika yang semua produk yang disebutkan punya nama khas, Makassar tentu akan menjadi pusat kuliner.

Untuk melahirkan sebuah nama, memang butuh perhatian khusus. Bila perlu dilakukan riset. Bukan asal tulis atau asal sebut. Beberapa pertimbangan dalam memilih nama. Antara lain, nama harus mudah diucapkan. Bukan sebaliknya, membuat lidah terlipat-lipat.

Nama harus mudah ditulis. Untuk menghidari salah pemesanan yang dapat berakibat salah antar. Nama harus mudah diingat. Supaya selalu mendapat prioritas dalam pilihan. Nama harus memiliki makna (bisa luas dan dalam, atau dalam saja). Bukan sebaliknya, tidak punya makna. Atau tidak memberi gambaran hubungan produk itu sendiri.

Selanjutnya, nama harus mudah dimengerti. Seterusnya, nama harus terjaga keunikannya terjaga, sehingga tidak lekang oleh zaman. Unsur ini cukup penting untuk menjaga reputasi dan ketahanan produk di pasaran.

Berikutnya, nama harus singkat, padat, dan jelas. Bukan sebaliknya. Panjang lebar dan kabur. Atau, singkat, padat dan tidak jelas.
Berani melanggar? Bersiaplah mencari nama baru!

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top