PAD Ditarget Rp3,4 T – FAJAR sulsel
News

PAD Ditarget Rp3,4 T

Keuangan Daerah

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel tahun ini menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp3,4 triliun. Angka itu naik Rp300 miliar dibanding PAD 2016 yang hanya Rp3,1 triliun.

Kepala Bapenda Sulsel Tautoto TR mengungkapkan, untuk tahun 2017 Bapenda Sulsel target PAD Sulsel naik Rp300 mi liar dibanding target 2016.

Target PAD itu, kata dia, bersumber dari pajak daerah yang meliputi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Air Permukaan (PAP) dan Pajak Rokok yang totalnya sebesar Rp3,3 triliun lebih.

“Khusus hasil retribusi daerah sebesar Rp84 juta lebih, Hasil pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan sebesar Rp107 miliar lebih, dan sisanya bersumber dari pendapatan daerah lain-lainnya yang sah,” urai Tautoto, Kamis (16/2/17).

Ia menegaskan, upaya untuk mengejar target itu, Bapenda akan menambah dua unit Kantor Unit Pelaks Teknis (UPT). Masing-masing di Kabupaten Jeneponto dan Toraja Utara (Torut).

“Kita semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat. Tahun ini dua UPT itu akan di bangun. Anggaran sudah siap sekitar Rp6,3 miliar lebih,” ujarnya.

Menurutnya, Bapenda memilih membangun Kantor UPT di Kabupaten Jeneponto dan Torut, karena progres penerimaan pajak dari dua kabupaten tersebut cukup baik sepanjang 2016 lalu.

Selain dua unit Kantor UPT, lanjut dia, Bapenda Sulsel juga akan menambah jumlah armada Samsat Keliling, yakni berupa kendaraan roda empat sebanyak 3 unit dengan anggaran sebesar Rp570 juta.

“Ini semata-mata kita lakukan untuk kemudahan layanan kepada masyarakat. Apalagi target PAD kita tahun ini kenaikannya cukup bagus. Setiap Car Free Day itu, Mobil SAmsat Keliling kita akan standby disana,” ujarnya.

Terkait masalah tunggakan pajak, Tautoto mengatakan, sejauh ini hampir semua kabupaten/kota masih memiliki tunggakan pajak yang belum disetorkan ke Bapenda Sulsel. Hanya saja, ia enggan menyebutkan secara pasti daerah mana saja yang dimaksud.
“Semua kabupaten/kota itu sebenarnya punya tunggakan pajak, termasuk tunggakan pajak kendaraan dinasnya,” katanya.

Sementara Sekretaris Bapenda Sulsel, Muhammad Hatta menambahkan, terkait masalah dana bagi hasil pajak di Sulsel, ia menyebut Kota Makassar sebagai daerah yang paling besar menerima dana bagi hasil pajak.”Makassar itu menerima sekitar Rp300 miliar, kemudian menyusul Kabupaten Gowa, Maros dan Bone,” pungkasnya.(eky/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top