Peminat BPJS Gratis Tak Terbendung – FAJAR sulsel
News

Peminat BPJS Gratis Tak Terbendung

* Pekan ke-2, Jumlahnya Mencapai 5.579 Warga

PALOPO — Animo masyarakat Palopo mendapatkan pelayanan kesehatan gratis paripurna, tak terbendung. Tiap hari, warga berbondong-bondong datang ke kantor BPJS Kesehatan, Jalan Gunung Terpedo, untuk mendaftarkan diri. Hingga hari ke-15, sudah ribuan orang terdaftar sebagai peserta BPJS yang baru.

”Hingga hari ini sejak 1 Februari lalu, peserta yang terdaftar sudah mencapai 5.579 peserta,” jelas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palopo, Adriansyah SE, melalui Humas BPJS, Desi Daus yang ditemui Palopo Pos, Kamis 16 Februari 2017, kemarin.

Menurutnya, program kesehatan Pemkot Palopo yang menggratiskan iuran BPJS Kesehatan kepada seluruh warga Kota Palopo sejak 1 Februari 2017. Itu tertuang pada penandatanganan Memorandum of Undestanding (MoU) nomor: 5/Huk&HAM/SP/II/2017 dan No: 14/KTR/IX-06/0217 tentang cakupan semesta jaminan kesehatan nasional bagi penduduk Kota Palopo.

Sebelumnya, jumlah warga yang telah tercover BPJS sebanyak 156.856 orang dari total penduduk Palopo yang mencapai 195.040 jiwa. Selisinya 38.184 orang belum tercover. Untuk mengcover warga tersebut, Pemkot bekerjasama BPJS membuka Posko Pendaftaran di kantor BPJS Kesehatan Palopo sejak 1 Februari 2017 lalu. ”Dari 38.184 tersebut, telah terdaftar 5.579 peserta baru,” terangnya.

Ditambahkan pula, dari 156.856 warga yang telah terdaftar BPJS, 47.616 peserta ditanggung oleh pemerintah pusat melalui program Kartu Indonesia Sehat (KIS), 45.408 ditanggung oleh Pemkot melalui program Jamkesda yang anggarannya bersumber dari APBD Palopo, yang terdaftar secara mandiri 23.243 jiwa, terdaftar melalui perusahaan swasta sebanyak 6.627, TNI sebanyak 972, Polri sebanyak 1.625, PNS sebanyak 22.031. Sementara kategori bukan pekerja semisal pemilik usaha atau perusahaan sebanyak 9.334 peserta.

Mengingat membludaknya warga yang mendaftar, jumlahnya mencapai ratusan orang tiap hari menyebabkan antrian panjang dari subuh hingga malam hari, maka pihak BPJS menyarankan agar setiap warga yang ingin mendaftar sebaiknya berkoordinasi dengan kelurahan masing-masing.
Nantinya pihak kelurahan masing-masing yang mengumpulkan berkas dan persyaratan, kemudian Lurah menyerahkan kepada BPJS. ”Jadi warga Palopo tidak usah lagi antrian di Kantor BPJS. Ini cocok bagi warga yang tempat tinggalnya jauh dari Kantor BPJS,” tambah Desi.

Warga Palopo, Nazir yang ditemui Palopo Pos, Kamis 16 Februari 2017, kemarin yang sedang menunggu antri di Posko Pendaftaran Jamkesda, menyebutkan bahwa pihaknya sangat berterima kasih kepada wali kota dengan program kesehatan paripurna wali kota yang betul-betul memperhatikan kesehatan warganya.

“Semua orang bersyukur dengan program ini, sebenarnya sudah ka mendaftar tahun lalu, tapi tidak tahu kenapa tidak terdaftar ka kasiang, jadi syukur ada ini program,” sebutnya.
Ditempat yang sama, Umar, yang akrab disapa Bapaknya Anto, warga Kelurahan Lagaligo, mengatakkan, dirinya merasa bersyukur, bisa ikut terdaftar. Padahal, dari dulu dirinya ingin mendaftar, tapi karena kesalahan teknis oleh RW, maka dirinya tidak terdaftar.

“Dari dulu sebenarnya mendaftar ka tapi itu RW nakiraka orang berada, karena dulu menjualka di pasar, jadi tidak nadataka. Mauki berobat, membayarki’, tapi syukurmi ada mi ini,” ungkap pria 55 tahun yang berprofesi sebagai ojek ini.(ich/ikh)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top