Perwira TNI AU Temui Bupati Mau Latihan Perang di Luwu – FAJAR sulsel
News

Perwira TNI AU Temui Bupati Mau Latihan Perang di Luwu

BELOPA — Sejumlah petinggi TNI AU ke Luwu, Kamis 16 Februari 2017, kemarin. Mereka menggunakan helikopter jenis Puma. Rombongan yang dipimpin Kolonel PNB Olot Dwi Cprajurit mendarat mulur di lapangan Opu Daeng Risadju Belopa. Sudah itu, menemui Bupati Luwu HA Mudzakkar, untuk melaporkan kegiatan survei lapangan. Luwu ini nantinya akan jadi pusat latihan perang yang bertajuk ‘Combat Survival’.

Nantinya, jajaran TNI Angkatan Udara akan mengepung wilayah Kabupaten Luwu dari segala arah, baik dari daratan, wilayah ketinggian maupun dari arat laut. Hal ini dikarenakan ratusan perwira TNI AU akan mengikuti latihan perang selama beberapa hari di wilayah Kabupaten Luwu.

“Para petinggi TNI AU ini kami terima di rujab. Mereka melaporkan untuk turun ke beberapa lokasi melakukan survei lapangan terkait rencana melakukan latihan perang. Mereka melihat kondisi alam Luwu sangat cocok digunakan latihan perang bagi TNI AU,” ungkap Bupati Luwu, HA Mudzakkar, kepada harian ini, seraya mengatakan, kondisi latihan ini betul-betul mencekam nantinya.

Sementara itu, Asisten Operasi Komando Operasi TNI AU II, Kolonel PNB Olot Dwi C, kepada harian ini, mengatakan, pihaknya datang di Luwu untuk melakukan survei titik ordinat, karena antara bulan Maret dan April mendatang, TNI menetapkan Kabupaten Luwu sebagai lokasi latihan perang Survival Tempur Koopsau II ‘Whana Tirta Yudha-17’. Latihan Combat Survival ini akan diikuti tidak kurang dari 150 perwira TNI AU.

”Mereka akan mengikuti selama 3 hingga 4 hari dan lokasi latihan perang ini meliputi wilayah dataran, pegunungan, dan wilayah laut. Jadi, ini latihan perang yang sulit, sehingga sejumlah peralatan tempur dan sistem persenjataan akan kita gunakan pada Combat Survival ini,” kata Olot, seraya mengatakan, wilayah Kabupaten Luwu menjadi lokasi terbaik di wilayah Bagian Indonesia Timur untuk latihan Combat Survival.

Sekadar diketahui, latihan Combat Survival merupakan latihan yang sangat penting bagi para perwira umumnya dan para awak pesawat khususnya. Selain sebagai mekanisme program latihan, juga merupakan metode guna menguji kemampuan fisik dan mental para perwira dalam menghadapi keadaan bahaya atau keadaan darurat. Dengan kondisi dan keadaan yang serba terbatas mereka harus mampu mengatasi situasi tersebut dengan baik.

“Latihan perang ini akan dilakukan seperti menghadapi peperangan. Untuk itu, kami meminta dukungan Bupati Luwu selaku kepala daerah. Demikian pula dengan jajaran Kodim dan Polres Luwu,” kata Olot.

Latihan Combat Survival ini, lanjut Olot, akan dilaksanakan sebagai ajang melatih diri dan menambah pengetahuan para awak pesawat dan para perwira tentang cara-cara mempertahankan hidup dari kesulitan-kesulitan, baik di darat maupun di air apabila sewaktu-waktu pesawatnya mengalami masalah pada saat melaksanakan tugas operasi.

Intinya latihan Combat Survival. Dibeberkan Olot, pesawat tempur mendapat kerusakan pada sistem navigasi dan kerusakan engine. Sehingga, membuat penerbang kehilangan orientasi dan tidak dapat mempertahankan ketinggian, akhirnya penerbang melaksanakan eject untuk menyelamatkan diri. Penerbang tersebut dapat mendarat, namun mengalami cedera dan harus mendapatkan pertolongan dan berusaha berkomunikasi dengan SAR COMBAT. Dalam proses penyelamatan ini ditemukan permasalahan di lapangan mulai dari hambatan alam, rasa lapar karena kehilangan bahan makanan bahkan menghadapi musuh.(and/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top