Sepakat Tunggu Hasil Resmi KPUD – FAJAR sulsel
News

Sepakat Tunggu Hasil Resmi KPUD

Pilkada Takalar

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menuntaskan penghitungan suara riil atau real count untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Takalar.

Hasilnya, terjadi perbedaan antara hasil real count KPU dengan quick count sejumlah lembaga survei. Jika sebelumnya hasil quick count atau penghitungan cepat Jaringan Suara Indonesia (JSI) merilis pasangan nomor urut 1 Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim atau H Nojeng (Bur-Nojeng) meraih 50,13% suara.

Kemudian pasangan nomor urut 2, Syamsari Kitta-Achmad Daeng Se’re atau H De’de (SK-HD) memeroleh suara sebesar 49,87%. Selisih 0,26% dengan margin error 1%.

Berbeda halnya dengan hasil real count KPU. Dilansir melalui situs KPU, pasangan Syamsari Kitta-Achmad Daeng Se’re (SK-HD) unggul dengan perolehan 88.113 suara atau 50.58%.

Sementara pasangan petahana, Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng) mendulang perolehan 86.090 suara atau 49.42%. Selisih suara kedua pasangan cuma terpaut 2.023 suara. Adapun suara sah tercatat 174.206 dan tidak sah 1.211 suara. Total suara sah sebanyak 174.954.

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Sulsel, Kadir Halid menegaskan bahwa pasangan Bur-Nojeng unggul tipis dari rivalnya. Untuk itu, sambung Kadir, Burhanuddin Baharuddin dan Natsir Ibrahim tentunya harus mengawal formulir C1 sampai ke tingkat kabupaten.

“Kalau saya melihat, bagaimana pun hasilnya tetap berujung ke Mahkamah Konstitusi (MK). Untuk itu Pak Burhanuddin harus mengawal formulir C1 ini,” ujar Kadir di DPRD Sulsel, kemarin.

Terkait hasil real count KPU, Kadir menyatakan masih merupakan hasil sementara dan bukan hasil final. Jika nantinya terdapat kesalahan dalam Model C1 akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi di tingkat atasnya.

“Kita tunggu saja penetapan resmi KPUD Takalar. Kalau pun nantinya Pak Burhanuddin kalah dan mengajukan gugatan ke MK, kami di DPD I Partai Golkar siap mengawal,” tegasnya.

Hal senada pun dilakukan pasangan Syamsari Kitta-Achmad Daeng Serre (SK-HD) yang mengklaim memenangkan Pilkada Takalar sesuai hasil quick count yang dilakukan timnya.

Syamsari menegaskan, pihaknya akan mengawal secara penuh proses Pilkada dan perhitungan suara real count di KPUD Takalar. “Insya Allah kita akan mengawal seluruh proses ini mulai pengumpulan C1 hingga perhitungan real count yang akan dilakukan oleh KPU,” tambahnya.

Saat ini, sambung Syamsari, seluruh saksi yang diterjunkan oleh Tim SK-HD akan mengawal pengumpulan formulir C1 sebagai bukti kemenangannya.“Kita sudah perintahkan semuanya untuk mengawal C1. Saat ini dan sebagaian sudah diserahkan kepada saksi-saksi kita,” tuturnya.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem, Rusdi Masse meminta kepada pasangan calon usungan partainya, yakni Syamsari Kitta-Achmad Daeng Se’re agar tidak larut dalam euforia. Sebaliknya harus tetap menjaga ketertiban dan saling menghargai sehingga Takalar bisa terus kondusif.”Tidak perlu euforia berlebihan. Kita tunggu saja hasil penetapan resmi dari KPUD Takalar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Takalar, Jussalim Sammak yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, menjelaskan bahwa penghitungan suara akan dilakukan paling lambat tujuh hari hingga tanggal 22 Februari.
Untuk itu, Jussalim meminta kepada semua pasangan calon agar menahan diri bersama pendukungnya agar tidak berbuat sesuatu yang bisa mengganggu keamanan di Takalar.

“Masyarakat tunggu saja proses rekapitulasi KPU karena sesuai UUD. Jangan terpengaruh hasil quick count lembaga survei,” pinta Jussalim.

Terpisah, pakar politik OGIE Institute Research and Political Development, Saifuddin Al Mughniy, menilai pelaksanaan Pilkada Takalar cukup menarik. Sebab hanya dua kobtestan yang bertarung, konsep kalah menang sulit terhindarkan. Karena memang tidak ada pilihan bagi rakyat, baik itu Bur-Nojeng maupun SK-HD.

Beberapa lembaga survei, lanjut dia, melansir masing-masing kubu mengklaim menang. Namun rilis KPU mengunggulkan SK-HD yang berhasil menumbangkan incumbent.

“Saya kira Pilkada Takalar adalah pertarungan ksatria. Kalau incumbent tumbang dengan kekalahan yang sangat tipis itu bertanda demokrasi di Takalar sementara bergerak, walaupun selisih 1,2 % itu sangat berpotensi ke MK. Tetapi pada prinsipnya kemenangan dan kekalahan itu bisa terukur dengan melihat elektabilitas serta popularitas dari kedua tokoh itu begitu nampak,” ujarnya.

Sedangkan Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Arqam Azikin mengungkapkan, ada beberapa elemen menjadi bagian dari proses pemenangan dalam Pilkada langsung. Antara lain, paket calon, kerja relawan di level bawah, partai pengusung, elit politik, tokoh-tokoh adat dan masyarakat, metode politik, dan kesiapan infrastruktur penunjang lainnya termasuk dana untuk biaya proses politik.

“Daya tarik figur incumbent akan semakin kuat bila roda pemerintahannya berhasil di mata rakyat, tidak ada hal negatif yang muncul secara massif selama menjalankan birokrasi. Apalagi, jika calon dekat dengan semua kalangan, jiwa kepemimpinannya banyak membantu rakyat dan pelayanan publiknya berhasil. Nah, bila hal itu berjalan baik dan berkualitas di mata masyarakatnya, maka tidak sulit bagi incumbent untuk menang telak di Pilkada langsung,” jelas dosen Politik dan Kebangsaan Fisip Unismuh Makassar ini.

Dr. Arief Wicaksono, Pengamat Politik Universitas Bosowa menambahkan, Pilkada Takalar 2017 merupakan pertarungan yang sengit diantara dua kandidat.”Kedua kandidat telah memperlihatkan pertarungan dan strategi yang hebat. Keduanya juga sudah berpengalaman saling berkompetisi pada Pilkada sebelumnya, sehingga sebenarnya relatif tidak ada wajah baru di Takalar,” ungkapnya.

Kotak Suara Bermasalah

Sementara itu, Petugas Pemilihan Kecamatan (PPK) Pattallassang menemukan adanya segel kotak suara yang rusak. Tepatnya di tempat pemungutan suara (TPS) 02 Kalampa, Kelurahan Kalabbirang.

Rusaknya segel kotak suara tersebut diindikasikan terjadi kecurangan di TPS dimaksud.Ketua PPK Pattallasang, Muhammad Jufri mengatakan kotak suara yang diterima sebanyak 43 kotak. Kemudian satu diantaranya mengalami kerusakan berupa terbukanya segel.

“Itu diketahui ketika petugas KPPS menutup kotak suara yang ternyata tidak pas. Setelah dicek ternyata segelnya rusak,” ungkapnya.
Ribuan simpatisan pasangan Syamsari Kitta- Achmad Daeng Se’re yang memenuhi kediaman mantan Wakil Bupati Takalar, Andi Makmur Sadda (AMS), di Palleko, meminta KPUD bekerja profesional tanpa ada tekanan dan campur tangan pihak lain untuk memengaruhi hasil perhitungan suara.

Andi Makmur Sadda mengimbau warga Takalar agar tetap mengawal penghitungan suara untuk menghindari ancaman kecurangan dari pihak yang tidak bertanggungjawab.”Melihat hasil hitung versi KPU, kami meminta tim merapat ke Palleko. Itu untuk mengawal proses yang dilakukan penyelenggara,” terangnya. (jah/eky/mg01)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top