Kasdim Lirik Tanaman Melon Untuk Dibudidayakan di Halaman Rujab – FAJAR sulsel
News

Kasdim Lirik Tanaman Melon Untuk Dibudidayakan di Halaman Rujab

TORAJA UTARA — Sukses melakukan budidaya pada tanaman cabai, tomat dan sayur hijau, kini Kasdim 1414/Tator, Mayor Inf Samuel Ledan melirik tanaman melon untuk dibudidayakan di halaman rumah jabatannya (Rujab).

Tumbuhan merayap ini, sengaja dipilih, untuk memperlihatkan kepada masyarakat di Tana Toraja dan Toraja Utara, bahwa tanaman tersebut bisa juga tumbuh di daerah ketinggian ini. Yang jadi kendalanya adalah, mau tidak orang itu terjun total di dunia pertanian.

“Ada 200 pohon yang saat ini saya uji coba di halaman rujab. Kalau berhasil, semoga bisa diikuti oleh masyarakat di dua kabupaten di wilayah Kodim 1414/Tator ini,” kata Kasdim 1414/Tator, Mayor Inf Samuel Ledan kepada Palopo Pos, Sabtu 18 Maret 2017.

Usia tanaman ini sudah masuk 1 bulan lebih. Sudah ada buah sebesar bola pimpong yang muncul. Menurut Mayor Samuel, dia sengaja memilih tanaman jangka pendek seperti tanaman Melon, cabai, tomat, sawi, dan lain-lain agar bisa memberi hasil kepada masyarakat. Selain bisa untuk lauk pauk sehari-hari, juga bisa dijual belikan.

Perwira yang belajar soal pertanian secara otodidak selama 20 tahun ini, selalu memakai pupuk organik dalam budidaya tanaman. Dia tak ingin memakai pupuk pabrik dengan alasan kesehatan.

“Saya lebih suka pupuk organik, selain sehat, rasa dari tanaman yang dihasilkan lebih segar dan lezat,” ujar Mayor Samuel yang pernah menjadi anak buah Prabowo ketika bertugas di Kostrad beberapa tahun lalu.

Beberapa hari yang lalu, kelompok tani binaannya juga sukses panen. Satu hektare sawah menghasilkan 12 ton gabah. Ini langsung mendapat respon positif dari Pemprov. Dia juga berharap, agar tetap melakukan kerjasama dengan pihak Pemda dalam membina skil dari masyarakat.

“Yang terjadi sekarang kan, masyarakat dininabobokkan dengan bantuan-bantuan. Kalau saya melakukan kunjungan, yang ditanyakan oleh masyarakat selalu soal bantuan-bantuan. Ini image yang perlu dirubah. Karena yang harusnya dibentuk adalah skil untuk kemandirian para petani,” bebernya.

Kenapa harus skil yang diutamakan? Menurut Samuel, saat ini masyarakat Indonesia tengah diserang ‘perang’ skil. Banyak produk dari luar yang diperjualbelikan di tanah air.

“Jangan sampai, karena petani dininabobokkan dengan bantuan-bantuan, mereka lupa meningkatkan skil yang mereka miliki. Yang kita takutkan, kalau petani kita kalah skil, maka orang luar yang mengambil alih. Ini patut kita waspadai bersama,” tandasnya. (ara)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top