Kunjungi SLB, Kampanyekan Polsanak – FAJAR sulsel
News

Kunjungi SLB, Kampanyekan Polsanak

-Peringati HUT YKB ke-37

PALOPO — Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) memasuki usia ke-37. Diusianya yang kian dewasa ini, pengurus YKB Palopo mengisi peringatan HUT ke-37 dengan berbagai kegiatan sosial. Salah satunya mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Kota Palopo.

Kunjungan ke SLB dilaksanakan Senin 20 Maret 2017 sekira pukul 09.00 Wita hingga pukul 11.00 Wita. Selain melakukan interaksi dengan siswa dan tenaga pengajar di sekolah itu, Ketua Bhayangkari Palopo, Eva Yulia Dudung didampingi Kanit Dikyasa Satlantas Polres Palopo, IPTU Tabita juga mengajak anak-anak ini untuk tertib berlalu lintas sejak dini.

HUT Kemala Bhayangkari dirangkaikan dengan kegiatan Polisi Sahabat Anak (Polsanak) dalam rangka Ops Simpatik, diikuti oleh pengurus Bhayangkari, murid TK Bhayangkara dan personil Dikyasa Satlantas Polres Palopo.
“Ini wujud kepedulian kami kepada anak-anak, khususnya yang bersekolah di SLB Palopo ini,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa waktu lalu SLB 537 Bara yang berada di kawasan Kelurahan Tamalebba, Kecamatan Bara juga pernah dikunjungi Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, MH.
Selain menyerahkan bantuan kepada para anak cacat yang berada di sekolah tersebut, Wali Kota juga menyempatkan diri berdialog bersama tenaga pengajar beserta sejumlah siswa di sekolah tersebut.

Dalam kunjungannya Wali Kota menyerahkan bantuan berupa perlengkapan tidur buat para siswa SLB yang tinggal di asrama. Pasalnya, perlengkapan tidur mereka sudah sangat lusuh, sehingga bantuan memang sangat diperlukan.

Dalam sambutannya, Wali Kota bangga dengan semangat yang ada dalam diri siswa SLB. Meskipun mereka hidup dalam keterbatasan kemampuan dibanding anak normal lainnya, namun mereka punya semangat yang tinggi untuk tetap belajar.

”Bantuan ini bukan kali ini saja, namun saya akan tetap memperhatikan SLB ini, agar anak-anak disabilitas (penyandang cacat, Red) di sekolah dapat lebih menikmati pendidikan yang sebenarnya,” kata Wali Kota dalam sambutannya.

Untuk diketahui, jumlah anak penyandang disabilitas yang berada di SLB berjumlah 82 orang mulai dari tingkat SD hingga SMA. Dimana yang diasramakan berjumlah 30 orang. Mereka ini bukan saja berasal dari Kota Palopo tapi juga berasal dari luar Kota Palopo. Mereka adalah disabilitas tuna rungu, tuna daksa, tuna grahita, tuna netra, dan autis. Namun siswa yang paling banyak adalah penyandang tuna grahita.

Adapun sistem pengajaran yang diterapkan yakni 1 ruangan itu terdapat satu orang guru dan tiga siswa. Dimana harus mengedepankan kesabaran dalam menghadapi mereka. Karena tak seperti menghadapi anak-anak yang normal, menghadapi anak disabilitas butuh perjuangan dan kesabaran yang ekstra.(ara/rhm)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top