Sekkot Puji Kinerja Penyuluh Pertanian – FAJAR sulsel
News

Sekkot Puji Kinerja Penyuluh Pertanian

-Mungkajang Raih Nilai Tertinggi

PALOPO — Berdasarkan hasil tim penilai Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Kecamatan Mungkajang berhasil meraih predikat tertinggi dengan nilai 48,75 disusul BPP Sendana 40,00, dan BPP Kecamatan Telluwanua diurutan tiga dengan nilai 39,90. Penyerahan piagam penghargaan dilakukan Sekkot Palopo, H Jamaluddin Nuhung kepada masing-masing perwakilan BPP.

Menurut Sekkot, peran dan fungsi tenaga penyuluh pertanian dalam rangka mendukung ketersediaan pangan sangatlah penting, karenanya harus senantiasa mendapat dukungan.

Hal itu diungkapkannya saat menyampaikan sambutannya pada acara penyerahan penghargaan Adibakti Tani tahun 2017 di BPP Kecamatan Mungkajang, pekan lalu.

“Saya salut atas kinerja para penyuluh BPP yang meskipun dengan keterbatasan anggaran tetapi dapat berbuat yang terbaik bagi masyarakat,“ ungkap Sekkot.

Mantan Kepala Inspektorat Kota Palopo, mengajak jajaran BPP untuk senantiasa bersinergi dengan camat dan lurah serta stakeholder terkait dalam rangka mengoptimalkan kinerjanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Ortala Setda Palopo, Iwan Mursalim menyampaikan pemberian penghargaan Adi Bakti Tani 2017 bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas kinerja dari masing-masing BPP di Kota Palopo. Sekaligus, sebutnya menjadi momentum bagi setiap BPP untuk berkompetisi secara positif.

“Tahun depan diharapkan semua BPP di Kota Palopo dapat membuat terobosan yang memberi manfaat bagi masyarakat petani,“ tutur mantan Sekretaris BKD Palopo ini.

Sementara itu beberapa waktu lalu, Wali Kota Palopo, HM Judas Amir menyerahkan 16 unit kendaraan roda dua kepada Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Palopo.

Wali Kota Palopo dalam arahannya menegaskan kepada para penyuluh untuk memaknai pemberian Randis tersebut, bahwa pembangunan gedung dan pemberian sarana dan prasarana penunjang berarti ada yang memperhatikan kita, jangan abaikan perhatian tersebut, buktikan dengan pengabdian dan kerja nyata dalam membimbing masyarakat agar menjadi masyarakat yang cerdas, petani yang cerdas.

“Sebagus apapun kantor, berapapun banyaknya kendaraan yang diberikan, tidak akan berarti tanpa adanya hasil nyata dari apa yang kita kerjakan, jadi yang dibutuhkan adalah hasil dari apa yang kita kerjakan,” tegasnya.

Lanjut disampaikannya bahwa kedepan, dirinya akan mengadakan pertemuan dengan para penyuluh, dimana penyuluh harus mempresentasikan hal-hal apa yang telah dikerjakan/diperbuat sebagai penyuluh, implementasi dari pemikiran sebagai penyuluh dalam membimbing dan mencerdaskan petani.(rhm)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top