Kalapas Curiga Pembesuk Perempuan Pasok Sabu ke Lapas – FAJAR sulsel
News

Kalapas Curiga Pembesuk Perempuan Pasok Sabu ke Lapas

* Pemeriksaan Pengunjung Sampai ke Bagian Tersembunyi

PENGUNJUNG harus digeledah. Ini sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP) di Lapas Palopo. Geledah-nya sampai sampai bagian-bagian tersembunyi. Repotnya ketika petugas laki-laki yang piket. Yang datang berkunjung adalah perempuan. Petugas piket tak mungkin sampai ke bagian tersebut. Karena ada etika. Makanya, kalapas curiga pembesuk perempuan pasok sabu ke lapas.

LAPORAN: Hastiara Hasan

Tahun 2017 ini, petugas Lapas Klas IIA Palopo berhasil membongkar 10 gram lebih sabu-sabu di blok tahanan. Pelaku yang memasok barang tersebut ke Lapas belum diketahui. Namun, kalapas Kusnali curiga kalau perempuan yang nekat membawa sabu ke tempatnya. Kecurigaan itu cukup beralasan.

Sebab, petugas di lapas Klas IIA Palopo hanya empat orang saja. Itupun dalam sekali piket hanya ada satu orang saja. Sedangkan, hampir tiap hari jumlah pengunjung membludak. Dari 100 persen pengunjung, 90 persen diantaranya adalah wanita.

“Kalau petugas lapas yang perempuan tidak ada, tidak mungkin petugas lapas laki-laki memeriksa tubuh para pengunjung wanita ini,” kata Kusnali, kepada Palopo Pos, Kamis 20 April 2017, kemarin.

Menurut kalapas, SOP pemeriksaan terhadap pengunjung adalah menggeledah sampai bagian-bagian tersembunyi. “Kita ada etika. Tidak mungkin petugas lapas laki-laki merabah-rabah pengunjung wanita. Jadi, kami mencurigai, sabu-sabu ini dikirim lewat pengunjung wanita,” sebutnya.

Kendati demikian, apapun risikonya, kita sudah bertekad untuk memberantas narkoba. Langkah yang diambil adalah melakukan razia narkoba. Hasilnya, di tahun 2017 ini, petugas Lapas berhasil menggagalkan peredaran narkoba seberat 10 gram lebih.
Pengungkapan pertama terjadi di awal bulan Maret, lalu dipertengahan bulan April 2017 ini. Dari empat kali temuan, tiga orang narapidana ditetapkan sebagai tersangka.
“Tahun 2016 lalu, kita berhasil menggagalkan masuknya sabu-sabu ke dalam blok napi. Kebanyakan ditemukan di ruang portir.

Ada sembilan kali temuan. Kalau di 2017 ini, sudah ada empat kali temuan. Semua langsung kita koordinasikan dengan petugas Sat Res Narkoba Polres Palopo,” jelas Kusnali.

Di Lapas Palopo, kata Kusnali, jumlah keseluruhan petugas lapas sebanyak 55 orang. Empat orang di antaranya adalah wanita. “Tak lama lagi, ada tiga petugas yang akan pensiun. Artinya, jumlah petugas lapas akan berkurang lagi,” ucapnya.

Makanya, ia sudah mengusulkan untuk penambahan personil. Apalagi, di lapas Palopo saat ini sudah over kapasitas 100 persen. Daya tampung lapas ini hanya 253 orang saja. Namun, nyatanya yang ada sudah mencapai 535 orang.

Jumlah tahanan sebanyak 192 orang, sedangkan jumlah narapidana sebanyak 343 orang. Total keseluruhan sebanyak 535 orang. “Kita sudah over kapasitas 100 persen, kalau melihat kapasitas hunian lapas ini,” ucapnya.

Kata dia, kementerian hukum dan HAM sudah ada beberapa wacana yang akan dilaksanakan. Wacana pertama berupa kerjasama dengan TNI. Jadi, TNI yang menjelang tiga tahun akan pensiun bisa bekerja di lapas.

Tetapi wacana itu tidak jadi.
“Terakhir, ada wacana lagi, antara Kementrian Hukum dan HAM dengan Pemerintah Daerah. Kalau seandainya ada ASN yang mau pindah ke lapas, itu bisa diakomodir. Dengan satu persyaratan, batas maksimal usia 35 tahun yang kami terima,” jelasnya.

Pasalnya, yang dihadapi di lapas itu bukan berkas, tetapi manusia yang memiliki berbagai macam karakter. “Biasanya yang lebih pas bertugas di lapas adalah mereka yang basiknya semi militer. Seperti Satpol PP, Damkar dan Dishub. Itu bisa,” kata dia lagi.

Tetapi sekali lagi, ditegaskannya, pegawai Pemda yang bisa pindah di lapas harus berstatus ASN. Pihak lapas tidak menerima tenaga honorer. Itu menyangkut pertanggungjawaban di lapas cukup tinggi. “Sekali lagi, kita hanya mengusulkan saja,” tandasnya.(ara/ary)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top