Jangan Panik, Kapolres Cari Terpidana Mati ‘Kolor Ijo’ – FAJAR sulsel
News

Jangan Panik, Kapolres Cari Terpidana Mati ‘Kolor Ijo’

* Gencar Patroli ke Hutan dan Lereng Gunung

PALOPO — Sejak munculnya pengakuan napi vonis seumur hidup karena terlibat kasus pembunuhan, para petinggi polres di Luwu Raya meminta anggotanya meningkatkan kewaspadaan.

Patroli ke kawasan hutan dan lereng gunung yang ada di wilayahnya masing-masing digencarkan. Jadi jangan panik. Karena para kapolres ikut mencari terpidana mati kasus ‘kolor ijo’ dan napi vonis seumur hidup.

Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono, SIk, mengaku telah mengetahui laporan tersebut dari napi asal Jayapura yang dibekuk Satgas II Ops Tinombala.

”Saya juga bentuk tim untuk mencari keberadaan napi yang melukai alat vital secara sadis tersebut,” kata Kapolrs Dudung, Rabu 17 Mei 2017, kemarin.

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Palopo supaya tidak panik. Karena tiap malam, ia dan anggotanya rutin melakukan patroli di kawasan-kawasan hutan maupun di lereng-lereng gunung yang ada di wilayah Kota Palopo.

Bahkan, kata kapolres, ia juga turut melakukan patroli. Seperti yang sudah dilakukan dua malam berturut-turut. Mulai tanggal 15-16 Mei 2017.

Ia juga sudah mengeluarkan instruksi kepada seluruh intelkam. Mereka disebar di titik-titik krusial yang dianggap kemungkinan tempat bersembunyinya kolor ijo.

Anggota diharap memantau setiap detail gerak-gerik pergerakan yang ada di lokasi yang dimaksud. “Itu kami lakukan sebagai bentuk memberikan rasa aman kepada masyarakat baik yang tinggal di titik-titik krusial maupun masyarakat Kota Palopo secara keseluruhan,” tegasnya.

Kendati informasi yang diperoleh dari pengakuan Risal Sangaji alias Ical, belum A1, namun selaku penegak hukum tetap harus waspada.

“Setiap saat kita harus tetap waspada. Sebab, kejahatan itu bisa datang kapan dan dimanapun kita berada,” pungkasnya.

Kapolres Luwu, AKBP Ahmad Yanuari Insan, mengatakan, pihaknya sudah menindak-lanjuti instruksi Polda Sulsel. Sampai ke jajaran paling bawa sekalipun. “Bagian intel kami sudah jalan.

Selain itu, juga hal ini saya teruskan ke semua Polsek yang ada di wilayah Kabupaten Luwu,” ujar perwira dengan pangkat dua melati di pundak ini.

Selain itu, dirinya meminta kerjasama masyarakat untuk memantau wilayah masing-masing. Ia meminta ke masyarakat agar melaporkan apabila menemukan hal yang dicurigai.

“Yang tak kalah pentingnya adalah partisipasi masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing. Kalau ada yang dicurigai laporkan,” tandasnya.

Hal senada juga dikemukakan Kapolres Luwu Utara, AKBP Dhafi. Ia mengatakan, Polres Lutra langsung bergerak mencari terpidana kasus kolor ijo dan napi vonis seumur hidup.

Hutan-hutan yang ada di Luwu Utara terus dipantau. ”Pokoknya, kami siap mengamankan wilayah hukum Polres Lutra,” tandasnya.

Kapolres Lutra juga terus meningkatkan kewaspadaan di sistem siskamling. Katanya, harus tetap ditingkatkan.

”Polres Lutra siap mengamankan aksi kriminalitas yang meresahkan masyarakat, termasuk mencari kolor ijo dan tmannya yang kabur dari Lapas Klas I Makassar,” terangnya, seraya menyebutkan, saat ini, Lutra dalam kondusif.

Menyusul informasi terpidana mati kasus kolor ijo bersembunyi di hutan Palopo, Kapolres Luwu Timur, AKBP Parojahan Simanjuntak, langsung melakukan penjagaan ketat di perbatasan Lutim dan Lutra.

Ia juga telah memerintahkan anggotanya untuk melakukan operasi cipkon di perbatasan daerah untuk mencari masuknya terpidana mati, Iqbal dan dua terpidana hukuman seumur hidup lainnya.

Cipokon ini sudah digelar Minggu 7 Mei 2017, lalu. Di perbatasan Luwu Timur dan Luwu Utara. Ia menurunkan puluhan personil dalam rangka menggelar operasi tersebut.

Operasi yang menurunkan sedikitnya 40 orang personil tersebut sasarannya mencari terpidana mati dan temannya yang kabur diduga kabur ke Palopo.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ical kabur dari Lapas Kelas I Makassar ditangkap di Jalan Trans Sulawesi dekat Pos Desa Gayatri, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Minggu 14 Mei 2017, lalu, pukul 14:00 Wita. Dia ditangkap saat duduk-duduk di pinggir jalan.

Saat diinterogasi, Ical yang dijatuhi vonis hukuman seumur hidup ini mengaku, dua temannya bersembunyi di hutan yang ada di Palopo. Dua napi yang dimaksud adalah Asrul dan Ikbal alias si kolor ijo.

Minggu 7 Mei 2017, pukul 02:00 Wita, Risal bersama Asrul asal Ambon dan Ikbal asal Luwu Timur berhasil kabur dari Lapas Kelas I Makassar. Itu setelah menjebol jeruji besi lapas.

Ikbal merupakan terpidana mati. Puluhan wanita jadi korban. Dia digelari si kolor ijo. Sedangkan Asrul adalah terpidana seumur hidup dalam kasus pembunuhan.

Dalam pelariannya, Rizal bersama dua rekannya menumpangi truk menuju Kota Palopo. Tiba di Palopo, Rizal cs memilih masuk hutan. Mereka bersembunyi di dalam hutan. Lima hari di dalam hutan, rupanya Rizal tidak tahan. Dia memilih berpisah dengan Iqbal dan Asrul.(jun-fan-krm-ded/ary)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top