Listrik di Luwu Raya Aman – FAJAR sulsel
News

Listrik di Luwu Raya Aman

* Manager PLN Palopo Target GI Wotu Beroperasi Tahun Ini

WOTU — PLN Cabang Palopo terus memperkuat keandalan pasokan listrik ke masyarakat. Kehadiran Gardu Induk (GI) Wotu bakal memperkuat GI Latuppa.

Selama ini, GI Latuppa di Kota Palopo menyuplai listrik untuk empat kabupaten/kota. Mulai dari kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Lantaran panjangnya jaringan ke Utara dan ke Selatan, pelanggan PLN harus sabar berbagi. Efeknya, sering mati lampu.

Nah, dengan adanya GI Wotu nantinya bakal menjawab keluhan masyarakat soal mati lampu. ”Insya Allah, GI Wotu tahun ini akan beroprasi,” tandas Manager PLN Cabang Palopo, Himawan, kepada Palopo Pos, di sela-sela peninjauan pembangunan GI Wotu, Rabu 17 Mei 2017, lalu.

Pembangunan GI Wotu tidak mudah seperti membalik telapak tangan. Katanya, melalui proses panjang. Pernah terbentur di pembebasan lahan dan persoalan lainnya.

Namun, semua itu sudah dilalui dengan baik oleh PLN. Akhirnya dibangunlah Gardu Induk (GI) Wotu di Desa Cendana Hijau, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur. Di wilayah PLN sudah ada GI Malili dan GI Masamba. Sudah lebih duluan diselesaikan.

Menurut Himawan, pembangunan GI Wotu sudah berjalan selama lima bulan. Sebenarnya, sejak tahun 2016 lalu. Hanya saja, terkendala permasalahan pembebasan lahan. Secara kasat mata, penyelesaiannya sudah di atas 50 persen.

“Jika GI Wotu sudah beroperasi, maka pasokan listrik untuk Luwu Raya aman. GI Wotu akan menyuplai listrik untuk kabupaten Luwu Timur dan Luwu Utara. Sedangkan GI Latuppa menyuplai listrik untuk pelanggan yang ada di Kota Palopo dan Luwu,” jelasnya.

Ia menjelaskan, GI Wotu dalam proses penyelesaian pembangunan. Pihak kontraktornya juga bekerja siang malam. “GI Wotu ini adalah suplay utama kelistrikan di Kabupaten Luwu Timur.

Di sini pusat listriknya. Kalau di Palopo di GI Latuppa,” bebernya.
Sebelumnya, PLN membangun PLT 5 MW di Angkona. “Dulunya kita bangun untuk meminimalisir masalah kelistrikan di Luwu Timur yang sering padam. Tetapi itu sebenarnya bukan solusi permanen. GI Wotu inilah solusi permanennya,” jelas Himawan.

Kata dia, solusi permanennya adalah GI Wotu. “Jika selesai, sistem kelistrikan di Luwu Raya sangat kuat. Dari GI Wotu akan kita keluarkan 4 suplay. Itu untuk menyuplai listrik di bagian Utara dan Selatan,” sebutnya.

GI Wotu tersebut, lanjut dia lagi, satu paket dengan GI Malili yang sekarang sudah selesai pembangunannya. “Nah, GI Malili menunggu suplay listrik dari GI Wotu.

Bukan hanya GI Malili, GI Wotu juga akan menyuplai listrik ke GI Masamba. Dengan adanya GI Wotu, GI Malili dan GI Masamba, itu akan memperkuat sistem kelistrikan di kabupaten Luwu Timur dan Luwu Utara,” ujar Himawan.

GI Wotu sendiri berdisi di atas lahan kurang lebih 2 hektare. “Trafo induk di GI Wotu 90 MVA sedang trafo penyalur distribusinya 30 MVA. Kalau di GI Latuppa trafo induknya 100 MVA,” tandasnya.

Fungsi Gardu Induk dalam sistem tenaga yaitu mentransformasikan daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan menengah. Bisa sebaliknya. Dari tegangan menengah ke tegangan tinggi.

Di sekitar pembangkit tenaga listrik terdapat GI step up, sedang di dekat pusat beban terdapat GI step down. Di samping itu, GI juga dapat digunakan untuk pengukuran, pengawasan operasi serta pengamanan sistem tenaga listrik. Sebagai sarana komunikasi digunakan SCADA yang terhubung antar GI dan Pusat Pengatur Beban.(ara/ary)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top