Menarik, Namun tak Didukung Jalan Lebar dan Mulus – FAJAR sulsel
News

Menarik, Namun tak Didukung Jalan Lebar dan Mulus

*Obyek Wisata Pakalolo Ramai Pengunjung

Sabtu-Minggu pekan kemarin objek wisata Sungai Pakalolo di Dusun Pakalolo Kecamatan Bua ramai dikunjungi warga untuk berekreasi menyambut bulan suci Ramadhan. Namun sayangnya, jalan menuju wisata alam tersebut tak didukung infrastruktur jalan yang lebar dan mulus.

Laporan: Andrie Islamuddin

Dalam dua pekan menjelang bulan suci Ramadhan 2017, lokasi objek wisata Pakalolo di Kecamatan Bua mulai terlihat ramai dari pengunjung.

Beberapa waktu lalu, yang datang hanya sejumlah warga yang ingin mencuci kendaraannya, namun seiring kebutuhan akan hiburan, ratusan warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Luwu bahkan dari Kota Palopo mulai memadati lokasi wisata alam permandian Sungai Pakalolo.

Objek Wisata Pakalolo, Kecamatan Bua, merupakan objek permandian sungai yang menawarkan suasana yang sejuk dengan suasana alam yang masih cukup sejuk dan asri.

Objek wisata ini terletak di Dusun Pakalolo dengan jarak sekitar 6 KM dari jalan poros Trans Sulawesi menuju kearah barat Kabupaten Luwu. Dilokasi ini air sungai nampak jernih dan sangat dingin, nampak pula bebatuan besar dan kecil menghiasi aliran sungai yang tidak terlalu deras, sehingga warga pun senang untuk mandi dan bermain-main ditengah arus Sungai Pakalolo.

Tidak hanya melakukan aktivitas mandi di sungai, rombongan karyawan Harian Palopo Pos maupun dari elemen masyarakat, mereka datang ke objek wisata permandian Pakalolo ini bahkan melakukan aktivitas lain yakni membuat makanan untuk disantap dilokasi itu dengan berbagi tugas, ada yang membakar ikan dan yang membuat makanan khas tradisional Luwu seperti kapurung dan lawa yang akan disantap dengan dange dilokasi permandian.

Masih di lokasi itu permandian Pakalolo, disamping membuat makanan untuk disantap pada siang hari, beberapa pengunjung melakukan aktivitas mencuci pakaian dan menjemur pakaian itu hingga kering di bahu kiri dan kanan sungai.

Setelah pakaian atau karpet mereka cuci dan mereka jemur, mereka kembali melakukan aktivitas mandi disungai untuk kemudian menyantap makanan tradisional yang sudah dibuat sebelumnya dengan bergotong royong di lokasi itu.

Semakin beranjak siang, objek wisata Pakalolo semakin ramai, namun sangat disayangkan Pemkab Luwu dalam hal ini Dinas Pariwisata nampaknya sama sekali belum melirik lokasi untuk dijadikan objek wisata yang bisa mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD) dibumi Sawerigading ini.

Jalan menuju obyek wisata itu pun masih berlubang dan sempit.
Objek wisata Sungai Pakalolo terlihat belum dikelola, tak nampak ada petugas yang menjaga kelestarian lokasi permandian ini, sehingga sampah-sampah dari pengunjung yang hadir terlihat berserakan dan dibiarkan begitu saja dibahu kiri kanan sungai.

Dilokasi itu pula tidak terlihat gazebo agar dimanfaatkan pengunjung untuk berteduh dan beristirahat.(and/rhm)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top