Road Rice Bupati Cup II, Penonton Diseruduk Pembalap – FAJAR sulsel
News

Road Rice Bupati Cup II, Penonton Diseruduk Pembalap

MALILI–Sirkuit road race Bupati CUP II tahun 2017 Kabupaten Luwu Timur (Lutim) yang berlangsung Sabtu, 20 Mei 2017 dan berakhir Minggu, 21 Mei 2017 berlangsung kondusif.

Namun di sela-sela berlangsungnya kegiatan tersebut, sejumlah peserta tampak tampil beradu nyali di arena sirkuit Puncak Indah Kecamatan Malili, Kabupaten Lutim, sepanjang 1.400 meter.

Selang beberapa jam kemudian, saat usai di bukanya kegiatan tersebut, oleh Kapolres Lutim AKBP Parojahan Simanjuntak, di tikungan terakhir, tepat di sudut arah utara Kantor DPRD Lutim terjadi insiden.

Menurut saksi mata Muh Tiyar mengatakan, korban berada di tikungan terakhir tepatnya di sudut kantor DPRD, tiba-tiba peserta dari arah Utara saling kejar satu sama lain, untuk menduduki posisi pertama, tiba-tiba di tempat kejadian salah satu peserta terbalik, dan terpental keluar dari arena.

Diceritakannya, pada saat peserta terjatuh, salah satu penonton yang menyaksikan ajang tersebut, kaget dan melompat ke belakang, namun penonton itu jatuh ke dalam got, kemudian di susul peserta pembalap road race serta sepeda motornya.

“Dia sepertinya kaget pak’ melihat pembalap terjatuh di depannya yang mengarah ke dirinya, sehingga panik, ia pun melompat kebelakang, namun terjatuh ke dalam got,” paparnya, Sabtu, 20 Mei 2017.

Apesnya, penonton tersebut mengalami pata tulang di bagian kaki sebelah kanan, sehingga di larikan oleh tim medis ke Puskesmas Malili.

Ditambahkannya, tak henti-hentinya penonton di sekitar itu, selalu di tegur panitia, untuk tidak menonton di sudut kejadian, karena merupakan titik rawan kecelakaan, “Jangan menonton di situ bahaya, karena posisi tikungan, rawan kecelakaan,”ungkapnya, meniru ucapan salah satu panitia.

Terpisah, Ketua Panitia Pelaksana, Idul Adha, membenarkan adanya kejadian itu.
Berkali-kali panitia sudah menegur para penonton di area itu, karena sangat rawan terjadi kecelakaan bagi peserta road race, namun para penonton selalunya tidak menghiraukan.

Maka dari itu kata Dedi, sapaan akrab Idul Adha, di hari kedua kegiatan (kemarin, red) tidak ada lagi penonton yang berdiri memegang pembatas arena, terkhusus area yang rawan terjadi insiden.

“Kalau para penonton masih ngotot, saya tak segan-segan memberhentikan untuk sementara kegiatan ini, sampai situasinya kondusif,” tandasnya.

“Sebelum di mulai kegiatan panitia terlebih dulu mengsterilkan arena, dari penonton yang berdiri dekat pembatas arena tepatnya di titik-titik yang rawan terjadi insiden,” ketusnya lagi. (mg10/ded)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top