Hakim Vonis Tinggi Pembunuh Warga Batara – FAJAR sulsel
News

Hakim Vonis Tinggi Pembunuh Warga Batara

* Ahmar Jadi 12 Tahun, Thamrin Tetap 15 Tahun

PALOPO — Vonis majelis hakim pengadilan negeri Palopo lebih tinggi dari tuntutan jaksa. Hakim tak sependapat dengan tuntutan JPU. Awalnya, Ahmar oleh jaksa penuntut umum dituntut 8 tahun.

Namun, hakim pada sidang dengan agenda putusan menjatuhkan vonis 12 tahun penjara, Senin 22 Mei 2017. Sedangkan putusan Thamrin sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum. 15 tahun penjara. Ia berperan menikam korban.

”Kami tidak sependapat dengan JPU. Yang menuntut terdakwa 8 tahun. Makanya, kami vonis lebih tinggi. Jatuhnya 12 tahun penjara,” ujar Jarihat Simarmata SH MH, ketua majelis hakim PN Palopo, didampingi hakim anggota, masing-masing, Beauty D Simatauw SH dan Heri Kusmanto SH.

Akibat perbuatannya hingga korban meninggal dunia. Ahmar terbukti memukul korban pakai batu. ”Kami menganggap terdakwa Ahmar ini merupakan ketua gengnya. Ia juga sering melakukan tindak pidana lainnya,” lanjut Jarihat, usai membacakan putusannya, di ruang sidang utama Kusuma Atmadja.

Pukul 10:30 WIta, terdakwa pembunuh warga Batara tiba di Pengadilan Negeri Palopo. Dikawal ekstra ketat oleh petugas Shabara Polres Palopo. Sementara personil gabungan dari Polres sudah siaga sebelum tiba terdakwa. Ada kurang lebih 50 pasukan yang dikerahkan.

Sidang baru dimulai pukul 11:45 Wita. Karena, ada beberapa faktor. Di antaranya, jaksa belum hadir, namun terdakwa sudah datang. Selain itu, hakim sudah siap untuk melakukan persidangan, tapi penasehat hukum belum hadir. Sehingga ditunggu hadirnya.

Terdakwa secara bergantian digiring masuk ruang sidang. Pertama terdakwa Thamrin, 22 tahun. Ia dibawa masuk melalui pintu darurat.

Terlihat memakai baju kotak-kotak warna hitam. Setelah duduk dirinya hanya tertunduk menatap lantai. Hingga usai pembacaan putusan.

Selanjutnya, giliran terdakwa Ahmar, 21 tahun, memasuki ruang sidang. Ia memakai baju garis-garis warna abu-abu. Dengan memakai rompi tahanan. Sama dengan Thamrin, ia (Ahmar, red) juga hanya duduk menatap lantai selama sidang. Tatapannya terlihat kosong.

Puluhan massa korban juga terlihat hadir. Namun, tidak terlihat massa terdakwa. Sidang putusan kasus pembunuhan warga Jalan Batara berjalan aman. Dengan agenda mendengar putusan dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palopo.

Terdakwa Thamrin yang dituntut 15 tahun oleh jaksa PU, divonis sama oleh majelis hakim. Sementara Ahmar yang diputus jadi 12 tahun, naik dari tuntutan jaksa 8 tahun.

Dalam keterangan majelis hakim, terdakwa terbukti melanggar Pasal 338 jo pasal 551 ayat 1 ke-1 atau pasal 170 ayat 2 ke-3 atau pasal 170 ayat 2 ke-2 KUHP.

Adapun hal yang memberatkan terdakwa, yaitu perbuatan terdakwa mengakibatkan seseorang meninggal. Perbuatan terdakwa mengakibatkan trauma kepada keluarga korban. Selain itu, tidak ada perdamaian dari terdakwa.

Sedangkan hal yang meringankan terdakwa mengakui perbuatannya.
Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Thamrin dengan pidana penjara selama 15 tahun.

”Dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” ujar majelis hakim.
Sementara menjatuhkan pidana kepada terdakwa Ahmar dengan pidana penjara selama 12 tahun. Dengan perintah terdakwa tetap ditahan.

Jaksa PU, Sakaria Aly Zaid SH dan Penasehat Hukum, Umar Laila, SH, MH, mengatakan pikir-pikir dengan putusan ini. “Saya mengambil langkah pikir-pikir atas putusan ini,” ujarnya.

Usai sidang para massa korban meneriaki kedua terdakwa. Begitu pula saat kedua terdakwa digiring ke mobil tahanan untuk dibawah pulang ke Lapas. Sekitar Pukul 12:15 Wita, mobil tahanan meninggalkan Pengadilan Negeri Palopo. Massa korban pun akhirnya membubarkan diri.

Untuk diketahui, perbuatan pembunuhan yang dilakukan terdakwa Ahmar Alias Ammar yang dilakukan bersama-sama antara lain Muh Tamrin Alias Accung, Al Ghazali, Aswan, Muh Jalauddin Rasyid, Oca Saputra dan Oddang Alias Masdar.

Para terdakwa Cs pada bulan Januari 2017 yang awal mulanya mereka dari minum-minuman keras di daerah Padang Sappa Kabupaten Luwu.

Kemudian sekitar pukul 00:10 Wita kembali ke Kota Palopo dengan saling boncengan 3 dengan Muh Tamrin dan Oca Saputra. Sementara teman lainnya berboncengan dua. Setibanya di Palopo terdakwa Cs singgah dulu di rumah Ahmar.

Setelah itu, pergi menuju warung nasi kuning di jalan Pongsimpin (depan PDAM), namun ternyata sudah tutup hingga terdakwa Cs kembali pulang.

Di tengah perjalanan tepatnya di depan gudang gas elpiji, korban Yacobus dan temannya Eston Paruru melintas dan hampir menabrak motor teman terdakwa yaitu Al Ghazali. Hingga seketika, ia mengeluarkan anak panah dan ketapelnya dan meluncurkan ke arah korban dan temannya namun tidak kena.

Setelah itu, korban singgah dan juga terdakwa Cs singgah. Sempat ada percakapan hingga terjadi perkelahian antara korban dan salah satu teman terdakwa. Hingga terdakwa dipukuli dengan batu hingga terjatuh dan juga ditusuk dengan anak panah dan juga dengan badik.

Terdakwa Cs akhirnya pergi meninggalkan lokasi kejadian hingga teman korban datang menolong dan membawanya ke rumah sakit. Dari hasil visum yang dilakukan di RS At Medika, korban mengalami luka memar di dahi dan luka lecet di dahi.

Luka memar pada hidung, luka memar pada kelopak mata kiri, luka tusuk pada bagian tengah. Ada 2 luka tusuk pada bagian punggung kiri bagain tengah.

Luka memar, lecet serta luka terbuka yang berbentuk tidak beraturan tersebut disebabkan oleh benda tumpul. Sedangkan luka tusuk tersebut disebabkan oleh benda tajam. Berdasarkan surat kematian korban Nomor: 01/SKM/RS-ATM/I/2017 tanggal 26 Januari 2017 yang ditanda tangani oleh dr. Farhul Muhajir Harun.

Menerangkan bahwa korban Yacobus Alias Logo meninggal dunia pada tanggal 9 Januari 2017 jam 01:40 Wita.

Terdakwa dikenakan pidana dalam 338 jo pasal 551 ayat 1 ke-1 atau pasal 170 ayat 2 ke-3 atau pasal 170 ayat 2 ke-2 KUHP. Ditahan oleh penyidik sejak tanggal 14 Januari sampai dengan 2 Februari 2017.

Diperpanjang oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Palopo sejak tanggal 3 Februari sampai 14 Maret 2017.(udy/ary)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top