Datu Luwu Harap Empat Daerah Terlibat – FAJAR sulsel
News

Datu Luwu Harap Empat Daerah Terlibat

* Sukseskan FKN di Cirebon

PALOPO — Kedatuan Luwu bersiap menyongsong acara Festival Keraton Nusantara (FKN) di Cirebon. Kedatuan akan membawa nama empat daerah. Palopo, Luwu, Lutra, dan Lutim.

Olehnya itu, persiapan harus mantap. Biar nama yang sudah besar, makin besar lagi gaungnya. Makanya, Datu Luwu Andi Maradang Mackulau berharap kepala pemerintahan dari empat daerah kerajaan ini terlibat menyukseskan.

Empat daerah se Luwu Raya ini, diharapkan melibatkan diri dalam keikutsertaan Kedatuan Luwu pada Festival Keraton Nusantara (FKN) 2017 di Cirebon Jawa Barat yang digelar pada bulan September 2017 mendatang.

Caranya; keterlibatan mereka bisa dalam bentuk personil dan dukungan anggaran. Di acara FKN, tetap nama kedatuan Luwu yang muncul. ”Kami tak membawakan nama pemerintah daerah,” sebut Datu Luwu, kepada Palopo Pos, Selasa 23 Mei 2017, kemarin.

Untuk itu, lanjut datu Luwu, dalam waktu dekat ini, Kedatuan Luwu akan melakukan audience dengan seluruh pemerintah daerah mengenai kesiapan nantinya.

Menurutnya, dalam FKN ke-11 di Cirebon, nama pemerintah daerah yang masuk wilayah kerajaan Luwu akan menyatu pada Kedatuan Luwu.

Sementara itu, Sekretaris Kedatuan Luwu, Sharma Hadeyang, menyebutkan bahwa keikutsertaan Kedatuan Luwu di FKN tak diputuskan sepihak. Akan tetapi, berdasarkan hasil pertemuan bersama dewan adat 12.

”Kami agendakan akan audience dengan pemerintah daerah se Luwu Raya,” tambah Sharma.
Kata dia, kesiapan Kedatuan Luwu tersebut juga melibatkan sejumlah pemangku adat dan juga anak tellue. Yang dimaksud dengan anak tellue yakni Makole Baebunta, Maddika Bua, dan Maddika Ponrang.

Adapun personil yang akan dilibatkan, sebutnya, sekitar 200 orang. Jadi, estimasinya empat pemerintahan yang ada di Tana Luwu akan mengikutkan 50 orang personilnya.

”Karena kehadiran kami di sana bukan mengatasnamakan pemerintah tetapi nama Kedatuan Luwu,” katanya.

Pada FKN, jelasnya, akan ditampilkan segala ornamen yakni tenda dan payung kebesaran yang berwarna kuning dan merah dimana akan diiringi sembilan bendera.

Pada acara lainnya yakni pagelaran dan pementasan seni dan budaya akan diisi dengan persembahan tari-tarian adat dari seluruh etnis di Tana Luwu. Seperti tarian tradisional pajaga tololo, tarian Inalili, tarian Pangaru, tarian Pamona, tarian Padoe dan tarian etnis lainnya.

”Selain itu juga Kedatuan Luwu akan mengikuti musyawarah agung Raja dan Sultan se Nusantara. Dimana hanya Datu Luwu dan Opu Cenning dan beberapa perwakilan yang ikut dalam musyawarah agung tersebut,” jelasnya lagi, seraya menambahkan, juga mengikuti pameran benda pusaka, pameran kuliner khas Luwu dan kegiatan lainnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palopo, Hamzah Jalante, saat dikonfirmasi mengenai kesiapan anggaran di APBD dalam hal keikutsertaan FKN nantinya mempersilahkan menanyakan ke Dinas Kebudayaan.

”Tanyakan ke Dinas Kebudayaan dinda, karena dinas itu yang merupakan leading sektornya,” kata Hamzah singkat yang mengaku sedang dinas di luar kota.
Saat Kepala Dinas Kebudayaan Andi Nagauleng coba dikonfirmasi, dirinya pun berkelit. Menurutnya, ia belum tahu pasti anggaran untuk keikutsertaan pada FKN di Cirebon nantinya.

”Saya belum tahu itu. Saya belum buka. Maaf saya perjalanan ke Makassar dalam rangka dinas,” sebutnya saat dihubungi kemarin. (rhm/ary)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top