Nico: Perbedaan Bandara Kulon Progo Dan Toraja Sangat Jauh – FAJAR sulsel
News

Nico: Perbedaan Bandara Kulon Progo Dan Toraja Sangat Jauh

MAKALE–Anggota DPRD Tana Toraja Nico Mangera dari Fraksi Golongan Karya (F.Golkar) sangat menyayangkan ketimpangan Pembangunan Kawasan Indonesia Timur dengan Kawasan Indonesia Barat , khususnya dalam bidang Perhubungan Udara.

Anggota DPRD Tana Toraja Fraksi Golongan Karya (Golkar) tersebut membandingkan pembangunan bandara yang terjadi di Daerah Kulon Progo dan Daerah Tana Toraja .

Nico mengatakan, ada apa kok ini terkesan ada perbedaan antara Kulon Progo dan Tana Toraja. Padahal kedua kabupaten tersebut sama-sama memerlukan Bandara Internasional.

Untuk memperlancar akses jalur udara serta menunjang kemajuan Pariwisata daerah tersebut, ungkapnya kepada Palopo Pos di Rujab Wabup, Minggu 28 Mei 2017 kemarin.

Nantinya jika Bandara Internasional ini sudah rampung. Tentu sangat menunjang destinasi Pariwisata. Khususnya, turis dari Mancanegara dan Lokal.

“Ketika hendak ke Toraja sudah tidak singgah lagi di Makasar. Jarak tempuh sudah tidak terasa jauh lagi”, kata Nico.

Di Kulon Progo Yogjakarta akan di bangun bandara dengan nama New Yogjakarta Internasional Airport (NYIA) dengan total anggaran Rp9,3 Triliun. Anggaran tersebut sudah termasuk pembebasan lahan,dan sudah dilakukan peletakan batu pertama bulan Januari lalu oleh Presiden Joko Widodo .

Padahal bandara yang akan dibangun tersebut sangat dekat dengan Bandara Internasional Adi Sucipto. Dengan jarak tempuh kendaraan bermotor atau mobil hanya satu setengah jam saja.

Dari dan ke Bandara Internasional Adi Sucipto Yogjakarta. Sangat Ironis dengan Bandara Buntu Kuni (BBK) Tana Toraja.

Terjadi kesenjangan pembangunan yang sangat jauh berbeda yang terjadi di Tana Toraja. Dimana jarak tempuhnya 380 Kilometer (km) dari Bandara International Makassar dengan waktu tempuh delapan jam. Bandara Buntu Kuni (BBK) yang memerlukan biaya Rp1,7 Triliun untuk pembangunanya itu terkesan lambat dan sangat rumit.

Bandara Buntu Kuni (BBK) yang sudah empat tahun mangkrak terkesan ada pembiaran . Tanpa sentuhan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian Perhubungan. Saat ini, belun ada anggarannya untuk menyelesaikannya.

Ketika Para Pejabat terkait dari pusat datang ke lokasi Buntu Kuni. Kesan yang ditanggapi oleh masyarakat Toraja hanya datang tak ubahnya seperti tourist saja. Karena hingga saat ini tidak ada action yang nyata atas kunjungannya.(mg5/udy)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top