Final Liga Champions, Enam Alasan Ini Buat Juventus Sedikit Diunggulkan dari El Real – FAJAR sulsel
Sport

Final Liga Champions, Enam Alasan Ini Buat Juventus Sedikit Diunggulkan dari El Real

FAJAR SPORT, JAKARTA – Pecinta sepakbola dunia sedang menanti pertemua dua klub raksasa Eropa beda negara di partai final Liga Champions, yang akan berlangsung di Stadion Milennium, Cardiff, Minggu (4/6/2017) dini hari WIB mendatang.

Kedua klub sama-sama berhasrat untuk meraih treble winner, terkhusus buat Juventus. Memang, wakil Italia itu kurang begitu beruntung di Liga Champions, mereka baru dua kali mengangkat trofi tertinggi di Benua Eropa itu, sementara Real Madrid sudah 11 kali.

Dua klub ini memiliki kekuatan yang seimbang. Sama-sama menjadi juara di Liga masing-masing, El Real menjuarai La Liga dan Juventus menjadi juara Seri A Italia. Juventus bakal berusaha sekuat tenaga meraih treble winner untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Namun 6 fakta berikut ini, bisa jadi bakal membuat anda tidak akan memilih Real Madrid sebagai pemenang laga final Liga Champions musim 2016/2017. (Fajar/pojok)

1. Juara bertahan

Real Madrid tengah menghadapi tembok tangguh yang belum pernah dipecahkan klub manapun sepanjang sejarah turnamen sejak berganti nama. Yah, sejak beralih dari Piala Champions ke Liga Champions, belum ada klub yang mampu mempertahankan gelarnya.

Pada musim 1993/1994, AC Milan mengalahkan Barcelona di final, namun kalah dari Ajax pada musim berikutnya. Lalu Juventus keluar sebagai kampiun setelah mengalahkan Ajax pada musim 1995/1996 lewat adu penalti.

Tradisi juara bertahan tak bisa mempertahankan gelarnya berlanjut 12 bulan kemudian ketika Juventus kalah 1-3 dari Borussia Dortmund. Kasus lain, pada musim 2007/2008, Manchester United jadi juara setelah mengalahkan Chelsea. Namun musim berikutnya, MU takluk dari Barcelona.

2. Piala Dunia Antar Klub

Sejak Piala Dunia Antar Klub diperkenalkan, tidak ada juara turnamen yang rutin dihelat di penghujung tahun itu yang keluar sebagai juara Liga Champions pada musim yang sama.

3. Pembalasan sang mantan
Mantan penggawa Real Madrid, Gonzalo Higuain dan Sami Khedira kini berada di pihak musuh. Tim yang akan dihadapi Los Blancos di final, Juventus diperkuat oleh dua mantan pemainnya.

Namun di sisi berbeda, Zinedine Zidane juga boleh berharap Alvaro Morata akan memiliki antusias tinggi untuk mempermalukan mantan klubnya, Juventus.

4. Kutukan Tahun Ganjil

Entah kebetulan atau memang Real Madrid mendapat kutukan tahun ganjil. Sejarah mencatat, Los Blancos tidak pernah lagi memenangi Liga Champions jika laga final dihelat pada tahun ganjil. Terakhir kali mereka juara kompetisi paling elit antar klub Eropa itu terjadi pada 1959 silam.

5. Siklus 7 Tahun Klub Italia

Sejarah juga mencatat jika tahun ini adalah giliran klub Italia juara Liga Champions. Siklus tujuh tahun menjadi poin utama dalam faktor ini. Bahwa ternyata setiap tujuh tahun, pemenang Liga Champions adalah dari Italia.

Terakhir kali klub Serie A juara pada 2010 lalu, Inter Milan yang mengalahkan Bayern Muenchen di final. Sebelum Inter juara, Milan melakukannya pada 2003 dan Juventus juara tujuh tahun sebelumnya, 1996.

6. Bukan Jersey Keberuntungan

Jersey ungu bukanlah seragam keberuntungan bagi Real Madrid. Di final lawan Juventus nanti, Los Blancos berstatus tim tandang dan akan mengenakan jersey berwarna ungu. Real Madrid dua kali kalah musim ini dengan jersey tersebut.

FAJAR Sport

loading...
Click to comment
To Top