Gula Rafinasi Dijual Bebas, Disdag Kecolongan – FAJAR sulsel
News

Gula Rafinasi Dijual Bebas, Disdag Kecolongan

PALOPO — Gula pasir rafinasi ternyata sangat mudah diperjualbelikan di Kota Palopo. Bahkan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Palopo sendiri tidak mengetahuinya.

Untung saja, Sat Reskrim Polres Palopo sigap, kecolongan dari Disdag dapat ditutupi.

Buktinya, 602 kilo gram gula pasir yang bisa membahayakan tubuh apabila dikonsumsi secara langsung, ditemukan di ruko Jl Ahmad Dahlan dan mall Opsal Plaza. Ada yang masih terbungkus dalam zak, namun ada juga yang sudah dikemas dalam plastik eceran.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Palopo, Amaluddin yang dimintai keterangannya oleh Palopo Pos, Sabtu 27 Mei 2017 mengaku baru mengetahui temuan tersebut dari media cetak. Padahal sebelumnya, Kadisdag bersama instansi lain sudah melakukan razia gabungan.

Dalam razia gabungan itu, mereka hanya menyita makanan dan minuman (mamin) kadaluarsa. Tetapi keberadaan gula pasir rafinasi belum tersentuh.

“Soal itu, nanti saya perintahkan kepala bidang pengawasan untuk menindaklanjuti temuan dari polisi,” kata Amal via seluler.

Lanjutnya,”Kalau menurut saya, gula pasir tersebut didatangkan dari Makassar, nanti kita akan tindaklanjuti,” sebutnya tanpa memastikan kapan anggotanya akan turun ke lapangan.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Reskrim Polres Palopo berhasil menggagalkan peredaran gula pasir rafinasi. Ada 602 kilo gram yang disita. Itu ditemukan di ruko Jl Ahmad Dahlan dan di Opsal Plaza Jl Opu Tosappaile, Kamis 25 Mei 2017.

Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Andi Rahmat, saat dikonfirmasi Palopo Pos, Jumat 26 Mei 2017, membenarkan temuan itu. Menurut perwira tiga balok di pundak ini, 602 kilo gram gula pasir rafinasi diamankan di Mako Polres Palopo guna pengembangan lebih lanjut.

Sekitar pukul pukul 15:00 Wita, AKP Andi Rahmat memimpin langsung 12 personil Sat Reskrim yang tergabung dalam Satgas Ketahanan Pangan bentukan Kapolres Palopo. Dalam operasi itu, polisi menemukan gula ratusan kilo gram gula rafinasi.

“Gula pasir rafinasi hanya diperuntukkan untuk industri makanan dan minuman, bukan untuk diperjualbelikan ke masyarakat umum untuk dikonsumsi langsung,” kata Andi Rahmat.

Gula rafinasi ditemukan di dua lokasi berbeda. Pertama ditemukan disalah satu ruko yang ada di Jl Ahmad Dahlan, Kelurahan Ammasangan, Kecamatan Wara dan satu lagi ditemukan di Opsal Plaza, Jl Opu Tosappile, kelurahan Boting, Kecamatan Wara.

“Di ruko Jl Ahmad Dahlan, kami menyita 500 kilo gram dari saudari Komsatun. Itu dikemas di dalam 10 zak. Dimana masing-masing zak beratnya 50 kilo gram,” beber AKP Andi Rahmat.

Lanjutnya, sedangkan dari Opsal Plaza disita sebanyak 102 kilo gram gula pasir rafinasi. Itu dikemas dalam 94 bungkus tanpa merek, dengan berat masing-masing 1 kilo gram, dan 8 bungkus merek Sariwangi dengan berat masing-masing 1 kilogram.

“Mereka melanggar Pasal 110 Jo Pasal 36 UU No. 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan dan Pasal 62 Ayat (1) Jo Pasal 8 UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen,” jelasnya.(ara/rhm)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top