Komisi I Sodori Kasus Pemanahan dan ‘Bali’ – FAJAR sulsel
News

Komisi I Sodori Kasus Pemanahan dan ‘Bali’

* Kapolres Baru ke DPRD Boyong Perwira

PALOPO — Kapolres Palopo AKBP Taswin memenuhi undangan pimpinan DPRD. Kemarin, kapolres memboyong sejumlah perwiranya. Mereka rapat koordinasi dan membahas keamanan kota. Di ruang komisi I, kapolres disodori kasus pemanahan dan aksi balapan liar yang lagi marak dalam kota.

Rapat koordinasi sekaligus silaturahmi. Karena, kapolres baru pertama berkantor. Kapolres langsung disambut jajaran pimpinan komisi I DPRD Palopo. Ada Steen Hamdani, Alfri Jamil, Dahri Suli, dan anggota dewan lainnya.

Kapolres sendiri didampingi para perwira. Ada Wakapolres, Kompol Woro Susilo, Kasat Reskrim, AKP Andi Rahmat, Kasat Lantas, AKP Sri Toto, kasat Sabhara, dan kasat lainnya.

Usai sesi perkenalan anggota komisi I DPRD ke kapolres Palopo yang baru, rapat yang dipimpin Ketua Komisi I Asli Kaspen mulai dibuka.
Komisi I yang membidangi pemerintahan mulai memberi masukan kepada kapolres mengenai kasus yang trend terjadi dalam kota.

”Ini perlu jadi perhatian serius dari kepolisian. Sebab, kasus ini sangat meresahkan masyarakat di malam hari,” ucap ketua komisi I.

Mereka menyoroti balapan liar dan aksi pemanahan. Balapan liar marak terjadi di bulan Ramadan. Aksi ini berlangsung di dua tempat. Yakni, di Lapangan Pancasila Palopo dan depan Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Palopo atau sekitar gedung SCC.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Palopo, Steven Hamdani, menduga balapan liar terjadi karena tidak adanya tempat untuk menyalurkan hobby para pembalap.

Makanya, anak muda Palopo ini menggunakan jalan raya sebagai lokasi road race. “Palopo memang saat ini memerlukan sirkuit untuk mengatasi permasalahan balapan liar ini,” papar Steven Hamdani.

Tindak kriminal pembusuran juga menjadi topik pembahasan pada rapat koordinasi tersebut. Komisi I mengatakan, para pelaku pemanahan rata-rata masih di bawah umur.

“Kebanyakan anak-anak yang melakukan pembusuran merupakan mereka yang tidak miliki kebanggaan. Sehingga, mereka mencari kebanggaan untuk diakui oleh teman-temanya.

Selain keluarga yang berantakan atau sering juga disebut broken home, juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi anak-anak yang sering melakukan tindak kriminal,” papar Steven Hamdani.

Alfri Jamil, legislator asal PDIP ikut angkat bicara. Ia mengaku resah dengan aksi balapan liar. Dirinya mengaku pernah tinggal di sekitaran Jalan Anggrek dan sangat terganggu dengan aksi balapan liar yang sering terjadi.

Alfri Jamil mengungkapkan bahwa mereka yang melakukan balapan liar merupakan pemuda dari luar Kota Palopo. “Sangat jarang warga Palopo melakukan aksi balapan liar. Malah dari warga luar yang datang,” papar Alfri Jamil.

Menanggapi hal itu, Kapolres Palopa, AKBP Taswin, berjanji akan memerhatikan aspirasi yang disampaikan anggota dewan. Ia akan lebih memungsikan unit lalulintas untuk menekan balapan liar. Untuk keamanan selama Ramadan, ia akan melakukan operasi Ramadniya.

”Pos kamling kalau perlu diaktifkan lagi seperti yang disampaikan anggota dewan yang terhormat. Ini untuk menekan aksi kriminal,” ucap pengganti Dudung Adijono.(mg2/ary)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top