PNS Perempuan Capai 60,40% – FAJAR sulsel
News

PNS Perempuan Capai 60,40%

* 5 Wanita Jabat Eselon II, Legislator 5 Orang

PALOPO — Tekad Walikota Palopo mendorong Pengarustamaan Gender (PUG) telah mencapai berbagai kemajuan. Terbukti, ada lima perempuan yang menjabat eselon II-b, 15 orang pejabat eselon III-a, 40 pejabat eselon III-b, 221 pejabat eselon IV-a. Jumlah PNS perempuan 2.896 atau 60,40 persen.

Lima pejabat perempuan eselon II-b yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Palopo Suriani Suli SH MM, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Suriani Kaso SE MSi,

Kepala Dinas Perpustakaan Asmiati SSos, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Andi Enceng SE, serta Kepala Dinas Kebudayaan Andi Nagauleng SE.

Untuk jabatan Camat satu orang perempuan, dan Lurah sekira 9 orang. Sedang Anggota DPRD dari kaum perempuan juga lima orang yakni Hj Idaria M Jaya (Golkar), Hj Hasriani SH (Gerindra), Hasrianti (NasDem), Herawati Masdin (PAN), Hj Megawati MM (PKS).

Sejak tahun 2013 hingga 2016, Pemerintah Kota Palopo telah memberikan bantuan biaya pendidikan jenjang S2 dan S3 bagi masyarakat yang memiliki prestasi akademik kepada sebanyak 18 orang. Delapan diantaranya kaum perempuan.

Demikian penjelasan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Palopo Suriani Suli SH MM melalui Kabid Kesetaraan Gender DP3A Palopo, Dra Hj Rostiah dalam rilisnya yang diterima redaksi Palopo Pos, Selasa, 30 Mei 2017 kemarin.

Menurut Rostiah, data tersebut dipaparkan oleh Kepala Bappeda Palopo, Drs Firmanza DP SH MSi selaku Ketua Pokja PUG Kota Palopo pada sosialisasi Perda No. 3 tahun 2017 tentang Pengarustamaan Gender (PUG) di aula lantai II Kantor Walikota, 18 Mei 2017 lalu.

Selain Kepala Bappeda, Drs Sunarding SH MSi MH juga jadi narasumber pada sosialisasi yang dibuka oleh Kepala DP3A Palopo, Suriani Suli SH MM ini.

Kebijakan PUG dalam pembangunan di Kota Palopo sejalan dengan visi dan misi Pemkot 2013-2018. Point 2 mendorong pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan pelayanan masyarakat di berbagai sektor. Point 4, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui jalur pendidikan formal dan non formal.

Point 5 meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Dan point 6 meningkatkan perekonomian rakyat dengan mendorong secara sungguh-sungguh simpul-simpul ekonomi rakyat utamanya dibidang perkoperasian/syariah, industri rumah tangga, usaha mikro kecil dan menengah, lembaga keuangan dan jasa serta mengembangkan pariwisata dan budaya yang didukung dengan Infrastruktur yang memadai.

Disepakati saat pertemuan dunia September 2015, agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan (the 2030 Agenda for Sustainable Development (SDGs)) adalah kesepakatan pembangunan baru yang mendorong perubahan-perubahan yang bergeser kearah pembangunan berkelanjutan yang berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan untuk mendorong pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup.

TPB/SDGs diberlakukan dengan prinsip-prinsip universalitas, integrasi dan inklusif untuk meyakinkan bahwa tidak ada seorang pun yang terlewatkan atau “No one is Left Behind.” SDGs terdiri dari 17 Tujuan dan 169 target dalam rangka membangun dari upaya MDGs yang berakhir akhir tahun 2015.

Sasaran Global SDGs atau tujuan 5 Kesetaraan Gender yakni pertama, mengakhiri segala bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan dimanapun. Kedua, menghilangkan segala bentuk kekerasan terhadap kaum perempuan di ruang publik dan pribadi, termasuk perdagangan manusia dan eksploitasi seksual, serta berbagai jenis eksploitasi lainnya.

Ketiga, menghilangkan semua praktek berbahaya, seperti pernikahan anak, pernikahan dini dan paksa, serta sunat perempuan. Keempat, menjamin partisipasi penuh dan efektif, dan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk memimpin di semua tingkat pengambilan keputusan dalam kehidupan politik, ekonomi, dan masyarakat.

Dan kelima, menjamin akses universal terhadap kesehatan seksual dan reproduksi, dan hak reproduksi seperti yang telah disepakati sesuai dengan Programme of Action of the International Conference on Population and Development and the Beijing Platform serta dokumen-dokumen hasil reviu dari konferensi-konferensi.

”Targetnya adalah menjamin kesetaraan gender serta memberdayakan seluruh wanita dan perempuan,” jelas Firmanza dalam sosialisasinya. (ikh)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top