Waspada Jajanan Buka Puasa – FAJAR sulsel
News

Waspada Jajanan Buka Puasa

*Dinkes dan Disdag Segera Lakukan Pemeriksaan

PALOPO — Ramadan ini, banyak sekali ditemukan jajanan berbuka puasa. Masyarakat agak sulit memilih. Karena semua menggugah selera. Hanya saja, apakah jajanana buka ini sehat atau tidak, itu tidak diketahui.

Makanya itu, Dinas Perdagangan (Disdag) kota Palopo akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Palopo, terkait pemeriksaannya.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan pemeriksaan terpadu. Saya sudah menghubungi Badan Ketahanan Pangan. Berikutnya adalah Dinas Kesehatan,”kata Kabid Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disdag Kota Palopo, Nurpati, Selasa 30 Mei 2017 kemarin.

Menurutnya, pemeriksaan sampel jajanan berbuka puasa perlu. Itu untuk memastikan, konsumen aman menikmati menu berbuka yang dijual bebas di pasaran.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palopo membentuk tim monitoring makanan jajanan buka puasa di bulan Ramadan seminggu memasuki Ramadan. Tim ini bakal menyisir dagangan para penjual jajanan Ramadan untuk memastikan tidak ada kandungan zat berbahaya yang digunakan.

“Kami rutin tiap tahun untuk turun ke lapangan mengambil sampel makanan yang disajikan para pedagang, lalu akan kami bawa ke laboratoriunm untuk memeriksa kandungan berbahaya pada makanan tersebut,” jelas Kadis Kesehatan, Dr dr Ishak Iskandar, M.Kes melalui Kepala Seksi (Kasi) Farmasi Makanan dan Minuman Dinkes Kota Palopo, Muhammad Mun’im kepada Palopo Pos kemarin.

Kata dia, tim yang dibentuk terdiri dari ahli medis bagian farmasi. Mereka terdiri dari 6-7 orang. Secara intens tim turun ke lapangan, memeriksa dan mengambil contoh makanan yang dianggap memiliki kandungan zat kimia berbahaya dan kehigienisan makanan seminggu memasuki Ramadan.

“Sebelum memasuki Ramadan akan kami edarkan surat imbauan kepada para pedagang dan pengusaha agar tidak menggunakan bahan makanan berbahaya, dan memastikan kebersihan makanan,” ujarnya.
Tidak semua makanan yang bakal diuji, hanya beberapa jenis makanan dan jajanan yang dianggap menggunakan zat kimia, seperti pewarna atau pengawet makanan.

Dijelaskan, untuk makanan yang menggunakan zat pewarna berbahaya dapat diketahui dari tampilan luar, makanan yang mengandung pewarna dapat dideteksi dengan corak warna yang terang tidak seperti jajanan pada umumnya.

Sedangkan untuk memastikan makanan tersebut menggunakan zat pengawet, bakteri serta bahan kimia berbahaya lainya harus dicek di laboratorium.

Untuk memastikan kandungan kimia yang digunakan, tim juga menggandeng Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPPOM) dari Provinsi. Setiap sampel yang diambil bakal diuji di laboratorium, kemudian disetor ke BPPOM untuk memastikan kandungan kimiawi lainya.

“Sejauh ini belum pernah kami temukan, namun makanan yang terkontaminasi bakteri sudah pernah ada. umumnya bakteri e-coli sering ditemukan dalam makanan,” katanya.(ara/rhm)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top