Miris, Akibat Banjir Ratusan Hektar Sawah Milik Petani Terendam Air – FAJAR sulsel
News

Miris, Akibat Banjir Ratusan Hektar Sawah Milik Petani Terendam Air

RADARBONE.CO.ID_DUABOCCOE–Gagal panen melanda sejumlah petani di daerah ini. Tanaman padi mereka tidak bisa diselamatkan karena terendam banjir. Sebagian petani lainnya harus menanam ulang karena bibit yang baru ditanam rusak.

Tingginya intensitas hujan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone, beberapa pekan terakhir, selain menyebabkan permukiman penduduk terendam banjir, juga berdampak pada tanaman padi milik petani. Ratusan hektar padi siap panen dipastikan rusak lantaran terendam banjir.

Informasi yang dihimpun RADAR BONE, areal persawahan yang terendam banjir tersebar di Kecamatan Dua Boccoe, Cenrana dan Sibulue. Curah hujan yang begitu deras selama dua hari mengguyur wilayah tersebut membuat tanaman padi terendam air dan nyaris tidak terlihat dari permukaan.

Salah seorang petani di Desa Tawaroe, Kecamatan Dua Boccoe, Abd Hamid mengaku tanaman padi miliknya yang ada di Desa Solo terendam banjir oleh luapan Sungai Walanne. Tingginya intensitas hujan membuat Sungai Walanaemeluap dan menggenangi areal sawah di sekitarnya. Hamid mengakui setiap musim hujan sawahnya selalu terendam air.

Sawah miliknya seluas hampir 1 hektar dipastikan gagal panen karena terendam banjir.
“Saya merugi puluhan juta rupiah, karena normalnya sawah saya itu berisi 50 karung ketika panen,” jelasnya.

Sebagian petani setempat berusaha menyelamatkan tanaman padi mereka yang siap panen. Mereka memanfaatkan perahu dan rakit untuk memanen padi di areal persawahan yang tergenang.

Diketahui, banjir yang melanda Dua Boccoe dan sekitarnya, akibat banjir kiriman dari Kabupaten Wajo sehingga membuat Sungai Walanae meluap.

“Kasihan masyarakat yang ingin panen. Ratusan sawah yang padinya sudah mulai menguning terendam air. Akses transportasi darat pun terputus,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Bone, H Kaharuddin.

Mantan Sekdes Lebongnge, Kecamatan Cenrana, Muhlis mengatakan areal persawahan di di desanya juga tak luput dari banjir, terutama pada daerah rawa-rawa. Setidaknya ada empat dusun yang lahan pertaniannya terendam, yakni Parengeng, Use’e, Lebongnge dan Calodo.

“Bisa dikatakan gagal panen, karena ada padi sudah mulai menguning terendam. Ada sekira 200 hektar yang terkena banjir dan paling parah di Perangeng,” tutur Muhlis saat dihubungi RADAR BONE, Minggu, 4 Juni kemarin.
Kegagalan panen paling dirasakan petani di Desa Tawaroe, Kecamatan Dua Boccoe.

Kepala Desa (Kades) Tawaroe, Agus Salim mengatakan hanya sebagian kecil tanaman padi yang dapat dipanen karena sulitnya akses menuju ke sawah.

“800 hektar lahan padi terendam banjir, padahal padi sudah siap panen. Akibat banjir ini, hanya 40% lahan padi yang dapat dijangkau untuk dipanen,”ungkap Agus Salim.

Hujan yang terus menguyur, kata dia tidak menutup kemungkinan air Sungai Walanae meluap dan mengancam permukiman warga desa. Karenanya dia meminta warga untuk lebih berhati-hati jika hujan tak kunjung reda.”Kami sudah meminta warga setempat untuk lebis waspada apabila hujan terus terjadi,” tutupnya.

LANJUT RADAR BONE

loading...
Click to comment
To Top