Begal Pakai Taktik Serigala – FAJAR sulsel
News

Begal Pakai Taktik Serigala

* Kombes Dicky: Berita Hoax Berpotensi Bikin Ricuh Pilkada

PALOPO— Salah satu kerawanan kamtibmas di Kota Palopo adalah aksi begal. Tiba-tiba saja mereka memanah warga. Lalu pergi begitu saja tanpa bekas. Kejadiannya rata-rata malam hari.

Tiga bulan pertama tahun 2017 (Januari, Februari, hingga Maret), hampir tiap malam ada laporan mengenai aksi kejahatan pelaku begal yang kebanyakan korbannya dari kaum hawa. Namun tiga bulan terakhir, sudah berkurang.

Menanggapi persoalan tersebut, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat bersilaturahim di Kantor Redaksi Palopo Pos, sekira pukul 13.00 Wita, Senin, 5 Juni 2017 kemarin, mengungkapkan cara kerja pelaku begal.

Dicky saat bertandang di kantor Palopo Pos didampingi Kasubag Humas Polres Palopo, AKP Bustang SH dan sejumlah anggota Polri.

Lanjut dia, ketika begal tersebut beraksi, mereka pakai sistem keroyok dengan taktik yang sudah tersusun dengan rapi. Ibaratnya Serigala menerkam mangsanya di malam hari.

“Anda lihat serigala, kalau beraksi paling minim ada tiga ekor yang ikut. Sama halnya dengan begal, satu motor bagian eksekutor, dua motor lagi, bagian sisi kiri dan kanan, mengawal jalannya eksekutor aman dan lancar,” beber Dicky.

Seperti yang ditangkap di Makassar, pelakunya rata-rata anak dibawah umur, antara 14 tahun hingga 15 tahun. Tapi ada rekannya yang berumur 20 tahun. Sebelum beraksi, mereka minum obat dulu, semacam obat parmadol-lah.

Atas perintah rekannya yang berusia 20 tahun, empat anak-anak dibawah umur beraksi dengan menggunakan tiga motor. Motor yang satu boncengan.

Sedang dua lainnya tunggal. Yang boncengan bertugas menerkam mangsa yang umumnya kaum perempuan. Dua lainnya mengawal dari belakang dan samping. Jadi kalau ada yang mau menggangu, dua pengawal ini menghalang-halangi.

”Baru sadis, kalau korban melawan, langsung disabet lengannya atau apanya. Pernah saya tanya pelakunya, kenapa mangsanya perempuan. Alasannya karena takut melawan,” ungkap Dicky.

Yang lebih memprihatinkan, pelaku begal ini tidak menyesal. Malah, ada kesan bangga karena sudah berhasil memangsa korban. Sama serigala, puas jika sudah membunuh mangsanya.

Begal, ketika sudah beraksi di jalan, pelaku tidak memandang bulu. Bahkan, pelaku tak segan-segan melukai atau membunuh korban jika situasinya dalam bahaya atau membahayakan pelaku.

“Kita juga tidak tinggal diam, aksi begal ini menjadi skala prioritas polisi untuk diberantas,” tegasnya.
Selain membahas masalah begal, Dicky Sandoni, juga banyak berbicara soal bahaya Hoax dan Pilkada Serentak 2018.

Menurutnya, berita hoax sangat berpotensi membuat pilkada ricuh. Untuk itu, para pengguna media sosial, agar bijak memposting status atau men-share informasi yang tidak jelas sumbernya. (ded/ikh)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top