Dua Sampel Positif Pakai Pewarna Tekstil – FAJAR sulsel
News

Dua Sampel Positif Pakai Pewarna Tekstil

*Uji Lab Jajanan Buka dan Sayuran

PALOPO — Dinas Ketahanan Pangan Kota Palopo membeberkan hasil uji sampel jajanan berbuka di Lagota. Hasilnya, dari 36 sampel yang diuji. Dua diantaranya positif mengandung rhodamin atau pewarna tekstil, Senin 5 Juni 2017.

Termasuk uji sampel sayur segar yang dipetik di perkebunan Lebang. Itu ditemukan dari uji sampel sirup tanpa kemasan yang diambil dari dua pedagang di Lagota Pusat Niaga Palopo (PNP). 34 sampel lainnya dinyatakan negatif. 36 sampel tersebut, ada yang diuji menggunakan rhodamin, methil yellow, boraks, arsen dan pepsitida.

“Ada dua yang positif mengandung pewarna textil. Itu adalah sampel sirup tanpa kemasan yang dijual di Lagota,” kata Kepala Bidang Konsumsi dan Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Palopo, Haidar.

Sampel-sampel yang dinyatakan lolos uji adalah sampel lapis pisang, agar-agar merah, lombok jalankote, pisang ijo, lapis ketan hitam, risoles, kroket, sagu mutiara, cincau hitam, air gula merah, cendol, addas, lontong, bumbu peccel, tahu isi, siomay, mie goreng, sirup tanpa kemasan, sawi, kangkung, dan bayam.

“Kita hanya tahu bahwa makanan itu mengandung pewarna tekstil dari hasil uji sampel. Namun, karena keterbatasan alat, kita tidak tahu berapa kadar tekstilnya,” ungkapnya.

Intinya, jika seseorang mengkonsumi makanan yang mengandung pewarna tekstil secara terus menerus akan mengalami gangguan kesehatan berupa kerusakan hati dan ginjal.

Diberitakan sebelumnya, untuk melindungi konsumen dari jajanan berbahaya, Dinas Perdagangan bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan didampingi Dinas Kesehatan Palopo mengambil sampel dari jajanan berbuka puasa yang dijual di Lagota PNP. Ada juga sayur segar dari kebun kelompok tani di Lebang yang diambil sampelnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Palopo, Dr dr Ishak Iskandar, M.Kes membeberkan, bahaya Rodhamin B bagi kesehatan disebabkan oleh kandungan klorin (Cl) yang dimilikinya. Kandungan tersebut merupakan senyawa holagen yang tidak hanya berbahaya, akan tetapi juga reaktif.

Begitu tertelan tubuh, klorin akan berusaha mendapat kestabilan dalam tubuh meski harus dengan, mengikat senyawa lain yang dimiliki tubuh sehingga kehadirannya menjadi racun bagi tubuh.

Senyawa-senyawa lain yang diikat tersebut tidak lagi berfungsi dengan baik sehingga kinerja tubuh tidak lagi optimal. Tak hanya itu, Rodhamin B juga memiliki senyawa pengalkilasi yang radikal dan sifatnya tak stabil sehingga, dapat berikatan dengan DNA, lemak bahkan protein dalam tubuh.

Rhodamin B pada dasarnya merupakan zat pewarna yang digunakan dalam industri tekstil dan pembuatan kertas untuk menghasilkan warna cerah mencolok sehingga menggoda konsumen.

Bentuknya tak beda dengan kristal dan berwarna hijau atau merah keunguan serta mudah larut dalam air. Jika terlarut dalam konsentrasi tinggi, zat ini akan membuat cairan merah keunguan sedangkan dalam konsentrasi rendah, Rodhamin B akan membuat cairan berwarna merah menyala.

Salah satu cara mengenali zat ini adalah warna yang menebarkan cahaya cerah mencolok (bahkan tidak pudar oleh cahaya matahari) dan berpendar serta tidak meratanya taburan warna.

Berikut adalah beberapa bahaya Rodhamin B pada makanan, Iritasi saluran pernapasan
Akibat ini akan ditampak dengan hanya menghirup Rodhamine B. Dalam keadaan yang demikian, menjauhlah dari lokasi kejadian dan gunakan masker berkatup atau mintalah napas buatan. Iritasi pada pernafasan bisa menjadi berbahaya hingga menjadi infeksi paru-paru dan penyebab batuk berdarah.

Bibir pecah, kering, terkelupas, gatal dan iritasi kulit
Gangguan-gangguan kulit ini tampak setelah kulit atau bibir mengalami kontak dengan Rodhamin B. Jika terjadi iritasi kulit semacam ini, cucilah kulit dengan air dan sabun hingga bersih selama kurang lebih 15 hingga 20 menit. Jangan lupa, tanggalkan juga pakaian yang menempel dan terciprat Rodhamin B. (Baca juga : jenis penyakit kulit dan macam penyakit kulit)

Iritasi mata. Rodhamine B yang sampai di mata dapat mengakibatkan iritasi mata, mata merah dan timbulnya udem pada kelopak mata. Jika gejala ini terjadi, bilas mata dengan air atau larutan garam fisiologis sambil mengedip-ngedipkan mata.

Keracunan makanan dapat terjadi ketika Rhodamin B tertelan melewati batas minimal efek toksiknya, yakni 500 mg/kg BB. Berkumur bisa menjadi solusi awal atas gejala yang biasanya dimulai dengan mual, sakit perut dan air seni yang berwarna merah muda atau merah.(ara/rhm)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top