Teroris Gunakan Jasa Kurir – FAJAR sulsel
News

Teroris Gunakan Jasa Kurir

* Cepat Dipantau Kalau Komunikasi Lewat Medsos

PALOPO — Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani bicara banyak soal pola kerja teroris. Kata dia, terjadi pergeseran dari cara mereka berkomuniasi.

Dulu memang lebih banyak main di media sosial dan ponsel, namun seiring dengan kecanggihan alat yang dimiliki kepolisian untuk melacak apa yang mereka lakukan, pola ini ditinggalkan. Teroris sekarang mulai menggunakan jasa kurir.

”Kurir ini sebagai perantara untuk menyampaikan pesan ke temannya. Makanya, aparat keamanan negara memang perlu kerja ekstra untuk terus bekerja mengamankan NKRI dari ancaman terorisme,” ucap Kombes Dicky Sondani, kepada Palopo Pos, Selasa 6 Juni 2017, kemarin.

Kata dia, Asia Tenggara sudah dibidik ISIS untuk dijadikan sebagai basisnya. Awalnya, dimulai di Filipina. Di sana, tentara Filipina masih menggempur keberadaan ISIS.

Makanya, TNI-AD siaga di perbatasan, mencegah kalau-kalau ada ISIS yang melarikan diri masuk ke Indonesia. ”Untuk itu, Bapak Kapolda minta kepada jajarannya untuk waspada.

Keterlibatan aparat pemerintah juga diperlukan untuk mendeteksi gangguan yang timbul di masyarakat,” imbuhnya.
Bagaimana dengan TNI di Tana Luwu? Dandim 1403 Sawerigading, Letkol Kav Cecep Tendi Sutendi, membenarkan hal itu. Kata dia, apa yang disampaikan oleh humas Polda adalah nyata. Wilayah Filipina mau dijadikan basis ISIS Asia Tenggara.

Di Indonesia sendiri, TNI melaksanakan patroli-patroli secara ketat di wilayah perairan antara Indonesia dan Filipina.
“ISIS di Filipina saat ini masih digempur oleh tentara Filipina, maka sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Filipina, dan untuk mencegah pelarian ISIS dari Marawi Filipinan masuk ke wilayah Indonesia, maka TNI patroli ketat di wilayah perbatasan,” kata dandim.

Lanjut dia, khusus di Palopo sendiri, dandim sudah perintahkan anggota intel untuk mendeteksi kemungkinan adanya ISIS di wilayah Kodim 1403 Sawerigading. “Seluruh koramil mulai dari Koramil 1 Larompong Kabupaten Luwu, sampai dengan Koramil 16 Sorowako Kabupaten Luwu Timur, saya perintahkan anggota untuk betul-betul bisa mengamankan wilayahnya,” bebernya.

Ia juga mengatakan, untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama antara TNI dengan komponen masyarakat, baik dengan polsek, kecamatan, bhabinkamtibmas, babinsa, lurah/kades, tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluru lapisan masyarakat.

“Kita harus bersatu padu untuk mencegah timbulnya ancaman paham radikal ISIS. Siapapun masyarakat yang mengetahui dan melihat hal-hal yang mencurigakan di sekitar lingkungannya agar bisa segera melaporkan ke petugas yang ada baik babinsa maupun bhabinkamtibmas sehingga dapat segera diambil langkah-langkah antisipasi agar bisa memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah Kodim 1403 Sawerigading,” ucapnya.

Ditanya soal pengamanan Pilkada tahun 2018 nanti, dandim menegaskan sudah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi, guna mencegah agar pengalaman tahun 2013 tidak terulang kembali.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Benteng, Aiptu Hamzah, mengatakan, sebagai bhabinkamtibmas, dirinya akan terus melakukan koordinasi dengan babinsa dan lurah. “Kita akan aktif memantau penghuni kosan. Sebab, mereka (ISIS, red) biasanya menjadikan kosan sebagai tempat tinggal,” tandasnya.

TRAGEDI 31313

Perhelatan akbar pemilihan wali kota Palopo rencananya akan berlangsung Juni 2018 mendatang. Untuk tahapan awal dimulai Agustus 2017 mendatang. Seluruh pihak berharap agar Pilwalkot 2018 mendatng berjalan dengan lancar, aman dan damai tidak lagi seperti tahun 2013 lalu terjadinya pembakaran instansi pemerintah dan swasta.

Tokoh agama Palopo, Dr Syarifuddin Daud, MA, kepada Palopo Pos, Selasa 6 Juni 2017 menyampaikan bahwa adapun peristiwa 31313 tahun 2013 lalu harusnya menjadi pelajaran yang sangat berharga dalam menyongsong pesta demokrasi tahun 2018 mendatang.

”Jangan sampai terjadi lagi karena hal tersebut menciderai kebersamaan yang selama ini telah terbangun. Padahal sesungguhnya jika mampu menjalankan amalan-amalan Pancasila, tidak seharusnya terjadi demikian, menciderai alam demokrasi. Mestinya setiap calon yang maju, siap untuk menang, siap pula untuk kalah karena kita hidup di negara demokrasi,” sebut ketua MUI Palopo ini.

Dikatakannya, jika semua pihak mampu memgedepankan kedewasaan berdemokrasi, dirinya yakin Pilwalkot mendatang akan berjalan aman, lancar dan damai. Setelah pesta demokrasi kembali saling bahu-membahu membangun Kota Palopo. Apalagi sama-sama orang Palopo.

”Jangan sampai sudah pilkada ada sekat sehingga berdampak pada kehidupan sehari-hari. Saya kira dengan bulan puasa ini menjadi momentum bagi kita untuk merenungkan semua ini, kejadian tahun 2013 lalu jangan samapi terulang kembali, kita berharap, sipapun pemimpinnya, kita bersama-sama membangun Palopo, serta saling silaturahim,” tambahnya. (ich-ara/ary)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top