Siap-siap, Tarif Bus Naik 15 Juni – FAJAR sulsel
News

Siap-siap, Tarif Bus Naik 15 Juni

* Untuk Rute Palopo-Makassar, Organda: Belum Ada Kenaikan Tarif

PALOPO — Sejumlah perusahaan bus mulai menatap arus mudik lebaran. Mereka mulai berhitung menaikkan tarifnya. Walau kesannya sepihak tanpa “restu” dari Organda, para pengusaha sudah menentukan hari dan besaran pendapatan yang diraih.

Ada yang patok masuk H-7 lebaran. Dekat-dekat ini, tarif bus Bintang Timur jurusan Palopo-Makassar bakal naik duluan. Siap-siap, tarif bus naik tanggal 15 Juni 2017.

Di Bintang Timur, misalnya. Pihak perusahaan sudah mematok hari dan tanggal untuk menerapkan tarif baru. ”Kami rencana naiknya Rp30 ribu untuk masing-masing jenis mobil,” ujar Nur Alli, staf PO Bus Bintang Timur, kepada Palopo Pos, Minggu 11 Juni 2017, kemarin.

Dengan demikian, tambah Nur Alli, untuk bus Air Suspension yang tarifnya lamanya Rp150 ribu, setelah ada kenaikan menjadi Rp180 ribu. Begitu juga dengan bus yang menggunakan sleeper seat (kursi tidur). Setelah ada kenaikan sebesar Rp30 ribu per tiket, tarifya menjadi Rp230 ribu. Sebelumnya hanya Rp200 ribu.

”Kami di PO Bintang Timur mengoperasikan bus kursi tidur dan air suspension. Semuanya full AC,” tambah Nur Alli.
Menurutnya, kenaikan sebesar Rp30 ribu untuk masing-masing jenis mobil berlaku setelah lebaran. ”hingga kurang lebih satu minggu atau H+7 lebaran,” tandas perempuan berhijab ini, kepada Palopo Pos, sore kemarin.

Sudah jadi tradisi masyarakat umum khususnya bagi ummat muslim. Jelang lebaran idulfitri, mereka akan mudik merayakan lebaran bersama keluarga di kampung. Kesempatan ini, dimanfaatkan sejumlah perusahaan bus khususnya di Kota Palopo untuk meraup untung di moment tersebut.

Kalau PO Bintang Timur sudah mematok tarif baru tanggal 15 Juni 2017, maka PO Bintang Prima jurusan Palopo-Makassar, baru akan menaikan tarif pada H-7 lebaran idulfitri. ”Ini sesuai dengan edaran yang kami terima dari Makassar. Sudah ada sinyal dari bos di Makassar,” ujar Udin, staf PO Bintang Prima, kepada Palopo Pos.

Berapa naiknya? ”Kalau berkaca pada tahun lalu, kemungkinan kenaikan sekitar 20 persen,” ujarnya. Saat ini, tarif untuk jenis suspensionnya Rp150 ribu per penumpang. Sedangkan untuk Scania sebesar Rp160 ribu/penumpang. PO Bintang Prima juga mengoperasikan bus sleeper seat.

Untuk tarif kursi tidur ini Rp170 ribu. Sedangkan yang sleeper saja tarifnya Rp190 ribu. ”Sleeper ini seperti tempat tidur. Kayak ranjanglah. Jadi penumpang bisa dimanjakan. Karena seperti tidur dalam kamar sendiri,” ucapnya.

Ketika ditanya bookingan tiket jelang arus mudik, Udin mengatakan, sudah ada beberapa yang membeli tiketnya terlebih dahulu. ”Mungkin mereka berpikir mumpung belum kena tarif baru. Seingga mereka pesan tiket memang,” ungkap Udin.

Lebih lanjut, untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah penumpang, pihak Bintang Prima berencana akan melakukan penambahan armada. Jika pada hari biasanya maksimal dua yang beroperasi, maka menjelang lebaran nanti akan lebih dari dua.

“Akan disesuaikan dengan kebutuhan nanti jika kita lihat masih perlu, maka akan ditambah. Tapi, kayaknya masih belum banyakpi,” kata pria berjenggot ini.

Untuk jurusan Palopo ke Makassar sendiri, menurut Udin, jika berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah tidak sepadat setelah lebaran atau arus balik. “Kalau ke Palopo ke Makassar itu arus balikpi, karena memang ini Palopo kampung ji kalau dibanding Makassar,” tandasnya.

Sama seperti pada Bintang Prima, pemesanan tiket untuk pemberangkatan menjelang lebaran juga cukup tinggi. “Adami puluhan tiket yang sudah dipesan untuk pemberangkatan jelang lebaran nanti,” lanjut Nur Alli.

Berbeda dengan Bintang Prima dan Bintang Timur, PO Bintang Marwah justru tidak akan ada kenaikan tarif tiket menjelang lebaran ini.

Menurut Staf PO Bintang Marwah, Ayu, harga Rp160 ribu per tiketnya tetap akan berlaku hingga lebaran nanti. “Paling setelah lebaran baru naik. Itupun paling Rp20 ribuji naiknya,” ungkapnya.

Begitupun dengan jumlah armada. Menurutnya, pihaknya tidak akan menambah jumlah armada, baik itu untuk arus mudik mapun arus balik atau setelah lebaran. “Tidak ada penambahan tetapji satu mobil,” tambah Ayu.

Kharisma Bus juga tidak akan mengalami kenaikan tarif. Tarif normal Rp140 ribu masih tetap akan diberlakukan hingga arus mudik nanti. Begitupun untuk pada arus balik, Kharisma Bus akan tetap memberikan tarif normal pula. “Tidak ada kenaikan masih sama seperti biasanya,” ujar staf PO Kharisma, Adel.

Penambahan jumlah armada bus Kharisma sendiri, menurut Adel akan dipertimbangkan dengan kondisi nantinya. Jika penumpang cukup tinggi, maka akan diusahakan dilakukan penambahan. “Kalau seperti tahun lalu ada 2 armada tambahan” ujarnya.

Litha Bus pun demikian. Saat ini, belum ada kenaikan harga. Menurut Staf PO Litha, Oskar, kenaikan tarifnya masih belum bisa dipastikan. Pasalnya, semakin banyaknya persaingan akan menjadi bahaya.

Apalagi, jika dilakukan lagi kenaikan tarif. Saat ini sendiri tarif per penumpang bus Litha ini dihargai Rp165 ribu untuk jenis Air Suspension, Rp150 ribu jenis bus tronton. “Tronton ini mobil baru, jadi harganya masih promo,” ujarnya.

Penambahan armada sendiri akan disesuaikan dengan kebutuhan jumlah penumpang. Untuk sekarang masih 2 hingga 3 armada, tapi kalau memang nanti kurang pasti akan ditambah.

“Sebenarnya bukanji penambahan, tapi mobil yang dari Makassar-ji yang langsung PP,” ujarnya.
Menjelang arus mudik lebaran idulfitri, sejumlah perusahaan bus di Masamba dan Malili, tarif bus jurusan Makassar masih normal.

”Arus penumpang juga tampak normal,” ucap Mamang, staf PO Bus Alam Indah, kepada Palopo Pos, Minggu 11 Juni 2017, kemarin.

Ia mengaku menjelang mudik lebaran idulfitri 1438 H pendaftaran di perwakilan Alam Indah di Terminal Malili belum begitu signifikan. “Untuk saat ini, masih seperti hari-hari biasa. Belum ada lonjakan pendaftar mudik,” kata Mamang.

Dikatakan Mamang, biasanya dari pengalaman mudik tahun kemarin lonjakan pendaftar itu terlihat saat mendekati hari H lebaran. “Biasanya tangal 21 dan 22. Itupun pendaftarnya belum terlalu signifikan. Nanti puncaknya itu tanggal 23-24 sehari sebelum lebaran,” katanya.

Sementara itu, Ketua Organda Luwu Timur, Hamka Bob, yang dihubungi Palopo Pos, mengatakan bahwa di Terminal Malili ada 7 PO Bus. Ada Perwakilan Alam Indah, Perwakilan Bintang Timur, Perwakilan Bintang Prima, Perwakilan Garuda, Perwakilan Pada IDI, perwakilan Bintang Katulistiwa, dan Perwakilan Sipatuo.

“Tiap perwakilan memiliki 1 unit mobil, kecuali bintang Timur dan Alam Indah yang memilki 2 unit armada,” kata Hamka.

Ditanya soal tarif apakah ada kenaikan jelang mudik lebaran, menurut Hamka bahwa soal kenaikan tarif itu sudah menjadi prosedur. Harus Organda yang menaikan dengan persetujuan pemerintah.

“Saat ini, belum ada SK resmi soal kenaiakan tarif angkutan. Jadi kalau ada sopir angkutan umum yang menaikan tarifnya, harap lapor ke Organda Lutim untuk ditindaklanjuti” kata Hamka.

Menurut Hamka, tarif angkutan umum di Luwu Timur baik itu jurusan Malili-Makassar maupun Malili-Palopo dinilainya masih normal menjelang mudik lebaran. Hal itu dilihatnya belum adanya putusan dari pihak DPD Organda Provinsi Sulsel soal kenaikan tarif angkutan jelang mudik lebaran.

“Kita selalu koordinasikan soal tarif angkutan ke DPD, apakah ada kenaikan tarif, tapi sampai saat ini belum ada putusan dari provinsi soal itu,” ungkap Bob.

Menurut Hamka, dari pengalaman tahun sebelumnya kemungkinan kenaikan tarif bisa mencapai 30 persen. Ini dilihat dari pengalaman tahun sebelumnya.

Alasannya, kenaikan itu pun dilihat dari suasana lebaran dan kondisi awal lebaran. Selain itu, kenaikan tersebut juga punya masa waktu sampai 4 hari sebelum dan 4 hari sesudah lebaran. “Jadi kalau ada penekanan dari pihak lain bisa sampai 2 hari sebelum dan sesudah lebaran,” kata ketua Organda.

Ia menambhakan, sejauh ini tarif bus belum ada kenaikan di Luwu Timur. Tarif bervariasi mulai dari Rp130 ribu, Rp160 ribu, Rp180 ribu dan Rp200 ribu. ”Tergantung fasilitas yang disediakan. Sedangkan tarif angkutan umum Malili-Palopo juga masih normal yakni Rp60 ribu,” tandasnya.

PO Bus di Masamba juga demikian. Jelang arus mudik lebaran idulfitri, belum ada kenaikan tarif angkutan tujuan Masamba ke Makassar. ”Ini juga terkait belum adanya surat edaran yang dikeluarkan dari Makassar,” kata Ny Haerul, staf PO Alam Indah, kemarin.

Ia mengaku belum ada surat yang masuk dari Makasar. Namun, biasanya informasi kenaikan tarif tiket H-7 lebaran. ”Untuk tarif normal di Alam Indah Rp150 ribu,” tambahnya.
Terkait estimasi kenaikan, dia mengungkapkan antara Rp30 ribu sampai Rp40 ribu.

Hal senada juga dikemukakan staf PO Manggala Trans, Roken. Ia mengatakan bahwa belum ada informasi kenaikan. Saat ini, tarif normal masih berlaku Rp150 ribu.
Sementara itu, Staf PO Bintang Marwah, Lili, mengatakan bahwa saat ini, harga tiket masih normal yakni Rp160 ribu. ”Belum ada kenaikan,” tuturnya.

Begitu pula PO Putra Jaya masing menggunakan tarif biasa yakni Vip Rp210 ribu, Mercedes Rp180 dan standar Rp190.
Staf PO Bintang Prima, Bayu juga mengatakan bahwa belum ada kenaikan serta belum ada penumpang yang akan melakukan booking tiket.

”Kami masih menunggu info dari Makassar. Tarif normal kami di Bintang Prima untuk Scania Rp170 ribu,” tandasnya. (jun-krm-cr1/ary)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top