Tukang Parkir Liar Terjaring Razia – FAJAR sulsel
News

Tukang Parkir Liar Terjaring Razia

PALOPO— Selama ramadan ini, banyak tukang parkir liar berkeliaran. Paling banyak di lokasi Pusat Niaga Palopo (PNP). Khususnya di sekitar Lagota. Masyarakat yang masuk harus bayar karcis senilai Rp2 ribu di pos. Di dalam lokasi PNP lagi, mereka dimintai Rp2 ribu oleh para preman. Alasannya jual jasa parkir.

Informasi itu tiba juga di telinga Kapolres Palopo, AKBP Taswin SIk. Dia memerintahkan anggotanya melakukan operasi premanisme mulai sore hingga dini hari. Usai salat Ashar, kapolres memerintahkan Kasat Sabhara, AKP Sanodding memimpin anggotanya melakukan razia di titik-titik rawan preman.

Itu dimulai Sabtu 10 Juni 2017. Lalu berlanjut lagi Minggu 11 Juni 2017. Siapapun yang terlihat mencurigakan langsung diciduk satu-satu. Mereka langsung dinaikkan ke atas mobil patroli untuk diperiksa di mako Polres Palopo.

“Operasi premanisme ini, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Yakni di lokasi yang dianggap rawan preman. Seperti di terminal, PNP dan sekitarnya, pasar Andi Tadda dan di depan City Market,” kata Kasat Sabhara Polres Palopo, AKP Sanodding usai melakukan operasi, Minggu 11 Juni 2017 kemarin.

Lanjutnya, hari pertama, polisi berhasil mengamankan enam orang tukang ojek yang nyambi jadi tukang parkir. Mereka tidak bisa memperlihatkan bukti bahwa mereka tukang parkir resmi. Bahkan, dari hasil parkir liar itu, mereka mengumpulkan uang hingga ratusan ribu. Uang itu mereka kantongi sendiri.

“Kami juga menyita barang bukti berupa karcis. Karcis tersebut tidak resmi. Pelaku mengaku mendapatkan karcis itu dari seorang preman di sekitaran Anggrek,” sebutnya.

Lalu, lanjutnya, hari kedua operasi, polisi mengamankan seorang tukang ojek yang diduga melakukan parkir liar disekitaran Jl Ahmad Dahlan. “Jadi, selama dua hari ini, sudah tujuh orang yang kita amankan. Proses tindaklanjutnya dilakukan oleh Satuan Binmas untuk pembinaan. Namun, jika mengulang, akan diproses hukum,” tandasnya. (ara/ikh)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top