Piposs dan Bintang Timur Kompak Naikan Tarif – FAJAR sulsel
News

Piposs dan Bintang Timur Kompak Naikan Tarif

* Berlaku Hari Ini, Bagi yang Berangkat Malam

PALOPO — Penumpang rute Palopo ke Makassar yang mau berangkat malam nanti, siap-siap merogoh kocek dalam-dalam.

Karena, saat yang bersamaan atau H-10 Hari Raya Idulfitri 1438 H, tarif bus angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) di PO Bintang Timur untuk non ekonomi mulai naik. Mereka harus mengeluarkan biaya tambahan Rp30 ribu untuk bisa mendapatkan tiket malam nanti.

”Mulai berlaku bagi penumpang yang berangkat malam,” ujar Nur Alli, staf PO Bintang Timur, kepada Palopo Pos, Kamis 15 Juni 2017. Kemarin, PO Bintang Timur mulai menerima pembayaran tiket dengan tarif baru. Hanya saja, ia belum bisa memastikan jumlah penumpang yang berangkat malam dengan tarif baru tersebut.

Jika sebelumnya penumpang membayar Air Suspensions PO Bintang Timur dengan tarif Rp150 ribu, setelah adanya kenaikan Rp30 ribu menjadi Rp180 ribu. Sedangkan Sleeper Seat dari bus tersebut naik menjadi Rp230 ribu.

Sebelumnya hanya Rp200 ribu. ”Ini namanya pelayanan non ekonomi. Karena kami tidak lagi operasikan mobil tanpa AC,” tambahnya.

Kata dia, tarif tersebut akan berlaku hingga H+10 labaran. Hal itu dilakukan mengingat jumlah penumpang yang tinggi pada jelang dan setelah lebaran ini. “Ya ini sudah menjadi hukumnyami ini, kalau banyak penumpang mobil tidak cukup pasti tarifnya naik,” ungkapnya.

Hingga Rabu 14 Juni 2017, kemarin, penjualan tiket Bintang Timur mulai naik. Dibanding awal bulan, penjulan tiket sedikit lebih baik.

Bahkan, beberapa hari terakhir, kata Nur Alli, telah banyak yang melakukan pembelian tiket untuk pemberangkatan jelang hari lebaran dan setelah lebaran. “Untuk penambahan armada kami masih belum tahu, tapi biasanya ada,” tandasnya.

Selain Bintang Timur, Bus Piposs juga telah menaikkan tarif. Kenaikan tarif dari Piposs ini juga sebesar Rp30 ribu untuk semua trayek. Untuk trayek Palopo-Makassar, dari tarif normal Rp140 ribu menjadi Rp170 ribu jenis suspension.

“Mulai hari ini ada penyesuaian tarif lebaran,” ungkap Staf PO Piposs Cabang Palopo, Sahrir, kepada Palopo Pos, Rabu 14 Juni 2017, kemarin.

Berdasarkan surat keputusan yang diterima dari pimpinan PO Piposs, menurutnya, penyesuaian tarif lebaran atau kenaikan tarif ini berlaku hingga sepuluh hari setelah lebaran atau tepatnya pada tanggal 6 Juli 2017 mendatang.

Begitupun untuk Bintang Prima. Rencananya, Bintang Prima mulai akan mengalami kenaikan tarif pada Jumat 16 Juni 2017 lusa.

“Tapi itu baru dari Makassar-Palopo berlakunya, sedangkan untuk Palopo-Makassar masih normal. Masalah kenaikannya tinggal tunggu perintah dari pimpinan,” kata Staf PO Bintang Prima Cabang Palopo, Udin.

Dari Palopo ke Makassar, masih normal pada angka Rp150 ribu untuk jenis Air Suspension, baik pemberangkatan malam maupun pagi.

Sedangkan untuk jenis Scanianya pertiketnya sebesar Rp160 ribu. Begitupun untuk jenis Sleaper Bus sebesar Rp170 ribu dan Rp190 ribu untuk tempat tidur.

Lain halnya dengan beberapa PO Bus seperti Bintang Marwah, Kharisma, Litha & Co, Alam Indah, dan Manggala Trans. Hingga kemarin, belum ada kepastian kapan akan mengalami kenaikan tarif. Biaya tarif yang ditawarkan pun masih seperti biasanya.

Menurut Koordinator PO Manggala Trans, Fadli, maslalah kenaikan masih menuggu perintah dari pimpinan. Lagian kenaikan tarif ini masih belum tepat dilakukan saat mudik lebaran atau jelang lebaran.

Hal itu karena, jumlah penumpang untuk rute Palopo ke Makassar ketika mudik tidak mengalami peloncatan signifikan.

Tapi biasanya, untuk Palopo-Makassar baru akan mengalami loncatan jumlah penumpang setelah lebaran atau arus balik.

“Kalau sekarang masih belum. Paling saya perkirakan setelah lebaran pi ada mi perintah dari pimpinan itu kasi naik tarifnya,” ujarnya.

Dari Jakarta dilaporkan, Kementerian Perhubungan akan menindak tegas Perusahaan Otobus (PO) yang menaikkan tarif kelas ekonomi.

”Yang sembarangan menaikkan harga selama masa mudik dan balik, sanksi bisa berupa pencabutan izin trayek. Tapi, ini bagi kelas ekonomi,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Pudji Hartanto Iskandar, usai diskusi soal persiapan mudik Lebaran 2017 di gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa 13 Juni 2017.

“Sebetulnya itu tidak ada lagi yang namanya tuslah. Tidak boleh lagi itu dari sisi YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia) itu tidak sesuai,” kata Pudji.

Ketua DPP Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) Adrianto Djokosoetono mengimbau warga segera melapor jika menemukan pelanggaran. “Itu bisa dilaporkan karena tidak sesuai,” katanya.

Dia mengatakan Organda sejak April telah menegaskan kepada seluruh Perusahaan Otobus untuk mematuhi aturan terkait tarif batas atas dan bawah dalam Peraturan Menteri Perhubungan No.36/2016 tentang Tarif Dasar, Tarif Batas Aras dan Bawah Angkutan Penumpang AKAP Kelas Ekonomi.

Berdasarkan aturan tersebut, tarif dasar untuk kelas ekonomi ditetapkan Rp119 per penumpang per kilometer untuk wilayah I Jawa, Sumatera, Bali, Nusa Tenggara dan Rp132 per penumpang per kilometer di wilayah II Kalimantan, Sulawesi, dan pulau lain.

Tarif batas atas di wilayah I sebesar Rp155 per penumpang/kilometer, wilayah II Rp172 per penumpang/kilometer, sementara itu tarif batas bawah wilayah I Rp95 per penumpang/kilometer, dan wilayah II Rp 106 per penumpang/kilometer.

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top