DPRD Toraja Perkenalkan Budaya dan Pariwisata – FAJAR sulsel
News

DPRD Toraja Perkenalkan Budaya dan Pariwisata

*Saat Kunker Anggota DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara

MAKALE--Wakil Ketua DPRD Tana Toraja Andareas Tadan yang didampingi Beatrik Palamba dan beberapa Anggota DPRD Tana Toraja dan Kadis Pariwisata Jidon Sitohang.

Menerima Anggota DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara di Ruang Rapat DPRD Tator.
Rombongan DPRD Humbang Hasundutan Sumatra Utara yang berjumlah enam orang dan didampingi satu orang Staf Sekretariat.

Perjalanan dinas para anggota Dewan ini terkait dengan pengembangan ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tana Toraja.
Para Anggota Dewan Tator Memperkenalkan Budaya Toraja kepada Anggota DPRD Humbang Hasundutan. Yang diwakili oleh Komisi I yang diketuai oleh Beatrik Palamba.

Beatrik Palamba dalam sambutannya mengatakan bahwa anggaran pariwisata sedikit. Tapi sangat menunjang kegiatan pariwisata di Tana Toraja. Anggaran tersebut berasal dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Tata Ruang sebanyak Rp30 M.

“Anggaran tersebut untuk peningkatan pariwisata agar dapat berkembang. Karena Pemda Tana Toraja hanya mengandalkan Ppariwisata,” ujar Beatrik.

Setiap obyek wisata seharusnya ada guidenya untuk menjelaskan history obyek tersebut. Masukan dari anggota DPRD Humbang Hasundutan Sumatera Utara Kabupaten Humbang Hasundutan adalah pemekaran dari Tapanuli Selatan.
Niko Mangera dari fraksi Partai Golkar mengatatakan pluralisme menjadi utama di Toraja. Seperti di Pemda Tana Toraja ada dua orang Batak menjadi Kepala Dinas, ujarnya.
Bukan soal kunjungan wisman atau wisnus saja.

Karena kalo bicara kunjungan itu ribuan bahkan puluhan juta yang sudah berkunjung. Namun, kunjungan balik kalo kita berbicara pariwisata harus di tunjang dengan infrastruktur seperti bandara meski sudah lima tahun diperjuangkan.

Tana Toraja hinggah saat ini belum ada penyelesaiannya. Meski sudah dikunjungi Wakil Presiden ,Menteri Perhubungan dan Anggota DPR RI Komisi V. Namun bandara di Toraja tak kunjung selesai juga, ungkap Niko.

Ditambahkan Kendek Rante dari Fraksi Partai Gerindra mengatakan dalam hal adat ada dua garis besar yaitu adat rambu tuka’ dan rambu Solo. Kesukaan rambu tuka’dan kedukaan rambu solo’.

Garis besar adat dan budaya banyak hal yang masih perlu kita benahi. Pariwisata di Toraja masih sangat kecil sekali bila dibandingkan dengan Pulau Bali dan Yokjakarta untuk sektor pariwisatanya.

Ketika belum mekar Tana Toraja di pusatkan Untuk pemerintahan dan Toraja Utara di pusatkan untuk Pariwisata. Tamu itu adalah rejeki dan sekaligus juga sebagai Raja untuk daerah pariwisata. Selamat datang di Tana Toraja dan selamat menikmati udara dinginnya Toraja ,ujar Kendek.

Senada dengan itu, Yosephin Maria Palamba menambahkan adat istiadat rambu solo di Tana Toraja ini tidak ada duanya di Indonesia apalagi dunia.

Kedepan akan menjadi inisiasi tentang pelaksanaan adat budaya ,dulunya kalo pesta rambu solo itu bertingkat ada yang Tiga hari dan ada yang Tujuh hari, dan klo tingkatan stratanya tinggi maka dibuatkan patungnya ,serta ratusan kerbau dan babi untuk korban di acara rambu solo, ujar Yosephin.

Jidon Sitohan dalam sambutannya katakan perbandingan Batak dan Toraja bahwa ada sedikit persamaan tentang rumah adatnya serta budayanya.

Pariwisata ada tiga hal pokok pengembangan kapasitas SDM terkait dengan destinaai dan klosing ,perkembangan destinasi atraksi yang bermain untuk kebudayaan seni dan budaya penelusuran adat dan budaya serta Fosil.

Pestival Lovely Desember yang dilakukan di awal Desember akan tetap berlanjut,saat ini dinas pariwisata akan mengadakan Toraja Maraton yang akan di laksanaka tanggal 29 Juli 2017dan juga mengundang wisatawan lokal dan internasional untum ikut ambil bagian,kunci Jidon.(mg5/udy)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top