Kapolres Semangat Ungkap Tiga Kasus Pembunuhan – FAJAR sulsel
News

Kapolres Semangat Ungkap Tiga Kasus Pembunuhan

* Keluarga Korban Gembira

PALOPO — Keluarga korban senang dan sangat gembira mendengar kabar tiga kasus pembunuhan dungkit lagi. Kabarnya, kasus ini masuk skala prioritas kapolres Palopo yang baru.

Kapolres sepertinya bersemangat mengungkap pelaku pembunuhan yang sempat menghebohkan Palopo.
Memang, ada rencana Kapolres Palopo AKBP Taswin membentuk tim baru untuk mengungkap sejumlah kasus pembunuhan di Kota Palopo. Tiga kasus pembunuhan yang menyita perhatian publik adalah gadis Liong, Nurpati, dan Herlyn.

Makkassau, 50 tahun, misalnya. Anak kandung dari almarhumah Nurpati, 60 tahun, korban pembunuhan, merasa senang dan gembira mendengar semangat baru kapolres Palopo.

”Kami support dengan kinerja polres yang bangkit lagi mengusut kasus-kasus pembunuhban di Kota Palopo,” ujar Makkasau, warga Jalan DR Sam Ratulangi, Rampoang, Kecamatan Bara, Kota Palopo, Selasa 15 Juni 2017, kemarin.

Ibunya yang bernama Nurpati diduga dibunuh dalam rumah kebunnya. ”Semoga penyelidikan nantinya dapat membuahkan hasil. Setidaknya polisi bisa mengungkap pembunuh ibu kandungku,” harap Makassau, yang kini tinggal di Jalan Andi Tadda, Kota Palopo.

Makassau dan adik kandungnya Candra sangat berharap agar tabir kematian ibu kandungnya bisa terungkap. Setidaknya, bisa diketahui siapa pelaku dan apa motif di balik pembunuhan sadis itu.

“Sebenarnya sudah berulangkali kami mendesak agar polisi mengungkap kematian Ibu kami. Semoga kali ini, dengan tim baru Kapolres Palopo sekiranya bisa membuahkan hasil,” kata Makkasau.

Tak hanya Makkasau yang senang, namun Agnes, ibu kandung dari Olivia Septiani Liong (gadis Liong, red) juga mengucapkan rasa terima kasih dan apresiasi atas kerja kapolres Palopo yang baru dilantik ingin membentuk tim baru. “Kami ingin pembunuh putri kami terungkap. Itu saja. Dan semoga tim baru bentukan kapolres mampu mengungkapnya,” pintanya.

Agnes pernah mengatakan bahwa komunikasi terakhir yang dilakukan putrinya, Olivia Septiani adalah dengan Sutomo, pacar putrinya yang bakal menjadi menantunya. Namun demikian, penyidik tentunya tidak bisa langsung begitu saja menjadikan Sutomo sebagai tersangka, karena harus didukung oleh alat bukti lain.

Polisi juga sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Bima, tetangga korban. Agnes juga mengatakan dirinya ikut dimintai keterangan karena masih sempat mendapat telepon dari putrinya, yang mengatakan ada orang yang akan membunuhnya.

Hanya saja, gadis Liong waktu itu tidak sempat menyebutkan identitas orang yang akan membunuhnya. Adapun pacar korban (Sutomo, red) belakangan tidak bisa diperiksa secara maksimal, karena selalu berteriak histeris setiap kali diajukan pertanyaan oleh polisi.

Kapolres Palopo, AKBP Taswin, SIk MH, yang dikonfirmasi Palopo Pos, mengatakan, dirinya tidak menjanjikan hari dan tanggal berapa tim tersebut akan dibentuk. “Yang jelasnya, secepatnya kita akan bentuk,” janjinya.

Perwira dua bunga di pundak ini, juga meminta kepada tiga keluarga almarhuma terkait kasus pembunuhan tersebut, supaya tetap bersabar dan memberikan keluasan kepada penegak hukum untuk mengungkap kasus tersebut.

“Biarkan kami bekerja. Kami juga minta dukungan tidak hanya dari keluarga korban, tapi seluruh lapisan masyarakat Kota Palopo, agar satu persatu kasus pembunuhan ini terungkap,” pungkasnya.(him/ded/ary)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top