Cuaca Ekstrim, Tim Sergap Selamatkan Gabah Petani – FAJAR sulsel
News

Cuaca Ekstrim, Tim Sergap Selamatkan Gabah Petani

PONRANG — Beberapa bulan terakhir, curah hujan cukup tinggi. Dampaknya cukup fatal. Hasil
panen petani di Kabupaten Luwu, khususnya di kelurahan Padang Sappa dan Padang Subur, kecamatan
Ponrang, mengalami kerusakan. Hasil panen rusak menyebabkan produksi gabah menurun. Kendati
demikian, Tim Serap Gabah Petani (Sergap) Koramil 1403-04 Padang Sappa tetap mendampingi Bulog
membeli gabah petani.

Cuaca ekstrim di kabupaten Luwu, membuat petani resah. Pasalnya, hasil panen mereka terancam
rusak bahkan bisa gagal panen. Pantauan Palopo Pos, Sabtu 17 Juni 2017 di lokasi pengeringan
gabah di Padang Sappa, gabah yang dihasilkan ada yang kosong bahkan beras yang dihasilkan ada
yang berwarna hitam. Kondisi gabah juga cukup basah.

Danramil 1403-04 Padang Sappa, Lettu Inf Agus Purwono yang ditemui disela-sela kegiatannya
bersama Bulog membeli gabah petani, membenarkan hal itu. Menurutnya, mulai awal puasa sudah
panen. Makanya, tiap hari Tim Sergap turun ke lapangan mendampingi Bulog membeli gabah petani.

“Petani bisa dikatakan menangis, karena panennya kurang bagus, dengan kondisi padi rebah
sedangkan air tinggi. Meski begitu, kami terus berupaya membantu petani agar bisa memperoleh
combine dan dros agar padinya bisa cepat diselamatkan,” kata Danramil 1403-04 Padang Sappa,
Lettu Inf Agus Purwono saat dimintai keterangannya Sabtu kemarin.

Padi rata dengan tanah sehingga terendam. Dros, kata danramil, adalah salah satu cara untuk
menyelamatkan padi petani yang rebah akibat cuaca ekstrim. “Tim Sergap berusaha sebisa mungkin
bekerjasama dengan pengurus untuk membeli gabah petani,” sebutnya.

Senadah juga disampaikan salah seorang petani setempat, Iwan Patangke, yang juga ketua
Gapoktan Makmur, kelurahan Padang Subur. Ia mengaku meski hasil panen kurang begitu bagus,
namun Tim Sergap dari TNI dan bulog tetap menyelamatkan hasil panen mereka.

“Memang ini hujan terus sudah beberapa hari disini, jadi padi semua rusak. Meski begitu masih
ada yang mau beli padi kami khususnya Tim Sergap yakni TNI bersama Bulog,” ucapnya.

Sius, Asisten Pimpred Bulog Palopo, mengatakan, gabah diambil dari petani di kabupaten Luwu,
lalu diolah oleh mitra Bulog. Selanjutnya dimasukkan di gudang Bulog.

“Bulog didampingi Tim Sergap tetap membeli hasil panen petani meski rusak. Pembelian dilakukan
sesuai kriteria yang sudah ditetapkan,” ucapnya.

Turunnya produksi ditambah rusaknya gabah, petani sudah dapat dipastikan merugi, karena
pendapatannya berkurang. Meski demikian, Tim Sergap tetap melakukan pendampingan terhadap
petani sejak musim tanam padi hingga masa panen. Hal ini seolah menampik berbagai pemberitaan
yang menyudutkan TNI dalam program upsus pertanian dan sergap, dimana tujuannya demi mewujudkan
swasembada pangan nasional, yang digalakkan pemerintah pusat.(ara)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top