Reses, Aris Situmorang Bahas Ekonomi Rakyat – FAJAR sulsel
News

Reses, Aris Situmorang Bahas Ekonomi Rakyat

TOMONI – Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur dari Fraksi Gerindra, Aris Situmorang melaksanakan agenda rutinitas, di sebut Temu Konstituen di wilayah pemilihannya yakni, Dapil IV meliputi Kecamatan Tomoni, Tomoni Timur, Mangkutana dan Kalaena.

Agenda tersebut berlangsung di gedung penginapan Melati Kecamatan Tomoni, Sabtu 17 Juni 2017 sore. Pada temu konstituen ini, yang disebut dalam rangka penyerapan aspirasi, Aris Situmorang kali ini, mengangkat tema tentang ekonomi kerakyatan menuju Luwu Timur terkemuka.

Dalam penjelasannya, Aris Situmorang mengajak masyarakat, dalam hal pandangan strategis untuk Lutim terkemuka. Seperti, Lutim harus mengganti teori kapitalis menjadi teori ekonomi kerakyatan, karena tidak ironis daerah ini kaya ketika masyarakatnya miskin.

Dicontohkannya, pabrik kelapa sawit, nikel dan lain-lain hal itu semua dari investor luar. ” Siapa menerima manfaat diproses akhirnya, tentu bukan masyarakat.

Pertanyaannya, kenapa masyarakat kita masih miskin, hal ini dikarenakan para investor hanya membawa hasil daerah ini keluar, apa yang didapatkan atau dihasilkan daerah ini, ” kata Aris.

Olehnya itu kata Aris, perlu pemerintah segera mewujudkan ekonomi kerakyatan. Misalnya, gerakan yang kami lakukan adalah pertanian organik, sekaligus kedepan nya kami akan membuat koperasi, inilah yang akan menampung hasil pertanian organik.

”Hasilnya, berkisaran 40 persen tersebut akan kembali ke anggota. Dampaknya, perekonomian di daerah ini terus berputar, ” terang Aris.

Selain itu, petani saat ini belum merasakan hasilnya. Contohnya, para petani kelapa sawit, mereka hanya merasakan hasil TBS nya belum pernah merasakan hasil SPO-nya, karena semua hasilnya dibeli oleh investor di luar daerah ini.

“Tapi kami juga mengucapkan pemerintah dalam hal ini, sudah mengeluarkan surat edaran dalam hal mewajibkan para pegawai dalam mengkomsumsi beras andalan Lutim yakni beras organik,” ucapnya.

Lanjutnya, bagaimana ekonomi kerakyatan itu, pemerintah harus menciptakan masyarakat mandiri, dengan melakukan edukasi-edukasi dan pendampingan secara intensif akan melahirkan kesadaran masyarakat.

”Kalau Lutim mau melakukan seperti pandangan strategis kami, Insya Allah saya yakin Lutim terkemuka sangat mudah, buktinya kita sudah memiliki beras tersendiri yakni beras organik,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada intinya di reses kali ini, until mendorong pemerintah dalam melakukan hal tersebut,”hari ini masyarakat sudah bergerak, sangat ironis kalau pemerintah tidak mau bergerak, masyarakat ingin terkemuka, masa pemerintah tidak mau terkemuka.
“Kalau ini berhasil yakin dan percaya sumber pendapatan daerah ini meningkat,” kuncinya.

Reses ini juga dihadiri Abriansyah, Kepala Baperlitbangda, Kadis LH, Andi Tabacina, para camat dan Kepala Desa serta diikuti puluhan masyarakat di empat kecamatan.(mg10/rhm)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top