Dinkes Temukan Produk Mie Asal Korea, Mengandung Unsur Babi? – FAJAR sulsel
News

Dinkes Temukan Produk Mie Asal Korea, Mengandung Unsur Babi?

PENULIS : RISNAWATI

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Dinas Kesehatan Kabupaten Bone melalui Bidang Sumber Daya Kesehatan menyisir toko dan minimarket di daerah ini. Penyisiran dilakukan selain untuk mengecek produk olahan yang kadaluarsa, sekaligus mengecek peredaran produk mie asal Korea yang ditarik BPOM.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Fajar mengatakan pihaknya pernah menemukan produk mie asal Korea di jual di salah satu toko sekira dua bulan lalu. Hanya saja, kata dia, produk dimaksud belum ada perintah penarikan BPOM Makassar.

Adapun produk mie asal Korea yang ditarik dari peredaran karena diduga mengandung daging babi, yakni Mi Istan U-Dong, Mi Istan (Shin Ramyun Black), Mi Instan rasa Kimchi, dan Mi Instan (Yeul Ramen).
“Belum ada surat perintah yang kami terima akan tetapi, kami memilki inisiatif sendiri untuk tetap memantau di lokasi.

Saya juga pernah melihat salah satu produk yang asal Korea ini di salah satu toko, tepatnya dua bulan yang lalu, akan tetapi saya juga belum mengetahui pasti makanan tersebut mengandung apa,” kata Fajar saat ditemui di sela operasi pasar, Senin, 19 Juni kemarin.

Untuk memastikan produk tersebut sesuai yang tertera dalam perintah penarikan BPOM Makassar, Fajar pun kembali menyambangi toko yang terletak di Veteran Watampone itu. Hasilnya, kata Fajar, produk mie asal Korea yang ditemukan bukan seperti yang dimaksud BPOM. Produk mie asal Korea satu ini, sambung Fajar masih dilengkapi label halal.

“Kami dari pihak tim menemukan Mi produk asal Korea tersebut akan tetapi nomor produksinya berbeda dengan yang tertera pada surat yang beredar mengenai perintah penarikan produk Mi asal Korea,” bebernya.
Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim SH,SIK,M.Si menyatakan siap membantu penarikan produk mie asal Korea tersebut jika ditemukan beredar di Bone.

“Kalau ada, kita bantu BPOM untuk mencari barang tersebut,” katanya.
Dia menambahkan, sampai saat ini belum ada koordinasi dari pihak BPOM terkait beredarnya makanan yang diduga mengandung daging babi. “Nanti kita akan koordinasikan, pada intinya kami siap membantu,” tambahnya.

*

LANJUT RADAR BONE

loading...
Click to comment
To Top