Randis Harus ‘Dikandangkan’ – FAJAR sulsel
News

Randis Harus ‘Dikandangkan’

* Kada di Luwu Raya Larang Pejabat Gunakan Mudik

PALOPO — Kepala daerah di Luwu Raya tak berani melawan arus. Larangan menPAN, mendagri, dan KPK menggunakan kendaraan dinas saat mudik sangat mempan. Pemerintah daerah langsung mengeluarkan kebijakan. Randis harus ‘dikandangkan’ pada H-2

Menyusul adanya larangan tersebut, kepala daerah di Luwu Raya langsung mengingatkan para pejabatnya untuk taat pada larangan tersebut. Kalau perlu pada H-2 lebaran, seluruh randis baik roda empat dan dua diapelkan.

Wali Kota Palopo HM Judas Amir, melalui Asisten III Setda Kota Palopo, Dra Munasirah, mengatakan, aturan ini sama seperti tahun lalu. ”Peraturan ini berlaku untuk semua golongan, baik staf maupun PNS yang memiliki jabatan tertinggi sekalipun, dilarang,” ujarnya.

Menurut dia, larangan ini sesuai dengan petunjuk dan aturan dari pemerintah pusat pada tahun ini mengenai penggunaaan fasilitas milik Pemkot Palopo.

Randis merupakan aset daerah yang hanya boleh digunakan untuk kepentingan pekerjaan di luar kota. Itupun atas izin wali kota.

“Itu dikarenakan atas perintah dan izin dari Pak Wali Kota. Misalnya karena ada pekerjaan yang berkaitan dengan Pemkot Palopo yang harus dilakukan di luar daerah sesuai peraturan yang sudah ditentukan baru bisa dipergunakan kalau tidak ada kaitanya dengan pekerjaan maka kendaraan dinasnya tidak bisa dipergunakan,” jelasnya. Bila ditemukan ada yang melanggar, maka akan ada sanksi tegas yang diterima.

Sementara itu, Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler, tidak segan-segan memberi sanksi kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang mengunakan mobil dinas untuk mudik lebaran.

Menurut Thorig Husler, larangan mengunakan mobil dinas untuk mudik itu harus dipatuhi sesuai arahan dari MenPAN dan RB dan wajib dilaksanakan. ”Saya akan sanksi bagi yang tidak mematuhi arahan tersebut. Akan dikenakan sanksi,” tegasnya.

Thorig Husler menyarankan agar para ASN di lingkup Pemkab Luwu Timur dapat mematuhi aturan tersebut dengan memilih menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. “Jika kendaraan dinas digunakan untuk pelayanan publik, ya kami persilakan. Kalau kepentingan pribadi kami tegaskan tidak boleh,” ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan Bupati Luwu Utara, Hj Indah Putri Indriani. Ia dengan tegas melarang pejabatnya menggunakan kendaraan dinas untuk melakukan mudik.
Hal ini disampaikan Indah sapaan akrab Bupati Lutra ini usai buka bersama di rumah jabatan bupati, baru-baru ini.

Menurut Indah larangan menggunakan randis untuk mudik bagi pejabat telah ditindaklanjuti di internal Pemkab Lutra dengan menginstruksikan agar pejabat tidak menggunakan randis saat mudik. Karena itu, randis hanya bisa dipergunakan untuk kedinasan saja. ”Di luar itu tidak diperbolehkan,” ucap Indah.

Masih kata Indah, kecuali nanti pada saat open house yang digelar gubernur, ia baru mengizinkan. ”Namun setelah itu harus kembali digunakan hanya untuk dinas,” tandasnya.

Untuk diketahui, kebijakan larangan terdapat dalam Peraturan MenPAN RB Nomor 87 Tahun 2005 tentang Pedoman Peningkatan Pelaksanaan Efisiensi, Penghematan dan Disiplin Kerja.

Pelarangan mobil dinas untuk mudik juga dinyatakan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Istana Kepresidenan. Tjahjo mengimbau kepala daerah tegas menertibkan pegawai negeri yang menggunakan mobil dinas untuk keperluan pribadi, salah satunya untuk mudik Lebaran.

“Mudik bukan urusan pemerintahan, tetapi urusan silaturahmi, kekeluargaan,” ucap Tjahjo, belum lama ini.
Ketua KPK Agus Rahardjo juga mengimbau pejabat negara tak menggunakan mobil dinas saat mudik lebaran.

Sebab, mobil dinas hanya bisa digunakan untuk melakukan tugas negara. “Sama sekali tidak boleh. Karena mobil dinas melayani yang bersangkutan melakukan tugas negara,” ujar Agus beberapa hari lalu.

Ada juga beberapa bupati berani melawan arus. Misalnya, bupati Karawang, Pemerintah Kota Bekasi juga sama. Hanya saja, PNS yang mau pakai mobil dinas untuk mudik harus menulis surat pinjam pakai sejak H-7.(jun-krm-rhm/ary)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top