Tim Gabungan Luwu Sita Mi Mengandung Babi – FAJAR sulsel
News

Tim Gabungan Luwu Sita Mi Mengandung Babi

BELOPA — Mi instan produk impor sudah beredar luas di Kabupaten Luwu. Mi instan yang dinyatakan positif mengandung DNA Babi dijual bebas di sejumlah swalayan.

Sesuai surat instruksi penarikan terhadap produk impor yang positif mengandung DNA Babi oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan, tim gabungan Pemkab Luwu kemudian bergerak.

Alhasil, mi instansi Samyang yang tidak bersertifikasi halal disita dari pasaran.
Dinas Kesehatan, Perdagangan, dan Satpol-PP bergerak melakukan sidak, Senin 19 Juni 2017, kemarin.
Tim dipimpin Kabag Humas Setda Luwu, Ansir Ismu. Mereka menggelar sidak ke sejumlah minimarket.

Dalam sidak tersebut puluhan bungkus mi Samyang disita dari dua minimarket. Sidak yang dilakukan ini berdasarkan instruksi Bupati Luwu, HA Mudzakkar guna menindaklanjuti surat edaran BPOM pusat tertanggal 15 Juni 2017.

Dimana surat edaran tersebut meminta setiap daerah kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar turun melakukan pengawasan yang tidak layak edar di pasaran di empat minimarket. Yakni Indomaret, Alfamidi, Alfamart, dan Minimart.

Sidak dimulai pukul 13:00 Wita yang diawali di Indomaret yang berada di Jalan Topoka, Kecamatan Belopa. Di minimarket tersebut, tim gabungan menyita puluhan mi Samyang yang masih dipajang di etalase minimarket tersebut. Tak menunggu lama, personil Satpol-PP langsung melakukan penyitaan terhadap mi Samyang asal Korea yang diduga mengandung DNA babi tersebut.

”Kami langsung melakukan penyitaan terhadap mi Samyang tersebut,” tegas Ansir Ismu yang memimpin sidak mewakil Bupati Luwu, HA Mudzakkar didampingi Kadis Kesehatan dan juga kepala dinas perdagangan.

Setelah dari Indomaret, tim gabungan bergerak menuju Alfamidi. Di Alfamidi, tim gabungan kembali menemukan mi samyang yang masih dijual di minimarket tersebut. Jumlahnya pun cukup banyak yang terpajang. Personil Satpol-PP pun langsung menyita mi asal Korea tersebut.

Selanjutnya, di minimarket Alfamart dan Mitra Mart tak ditemukan mie tak berlabel halal tersebut. Pasalnya, menurut penjelasan manager minimarket, sejak adanya surat edaran dari BPOM Pusat mengenai larangan peredaran Mi Samyang, pihaknya langsung menggudangkan makanan tersebut.

”Di dua minimarket tersebut kami tidak menemukan Mi Samyang, karena menurut mereka produk makanan tersebut saat datang langsung digudangkan tak lagi dijual atau dipajang di etalase karena berbahaya jika dikonsumsi masyarakat,” jelas Ansir kemarin.

Dalam waktu dekat, sebut Ansir, pihaknya akan memanggil manager atau pemilik usaha untuk medapatkan pengarahan langsung serta meminta kepada Kasatpol-PP untuk melanjutkan kegiatan ini.

Sementara itu, Kasatpol-PP Luwu, Andi Iskandar, menegaskan akan terus melakukan pemantauam terhadap beredarnya makanan dan minuman yang tak berlabel halal atau tak memiliki izin dari BPOM maupun yang kadaluarsa.
”Kami akan langsung menyitanya,” tegasnya.

Selain merazia mi samyang, Tim Gabungan juga melakukan sidak makanan dan minuman kadaluarsa. Dimana juga banyak ditemukan barang kadaluarsa.

Untuk diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik peredaran mie tersebut karena diduga mengandung DNA babi. Ada empat produk yaitu Samyang (mie instan U-Dong), Samyang (mie instan rasa Kimchi), Nongshim (mie instan Shin Ramyun Black) dan Ottogi (mie instan Yeul Ramen).

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengapresiasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang berhasil mendeteksi kandungan babi dalam empat produk mi instan asal Korea.

Keempat produk mi instan impor yang terbukti mengandung babi adalah mi Samyang dengan nama produk U-Dong, Samyang dengan nama produk Mie Instan Rasa Kimchi, Nongshim dengan nama produk Shin Ramyun Black, serta Ottogi dengan nama produk Yeul Ramen.

“MUI mendukung langkah-langkah BPOM. Meminta kepada importir untuk segera menarik kembali produknya dari pasaran,” kata Waketum MUI Zainut Tauhid Sa’adi dalam pernyataan resminya, Senin 19 Juni 2017.

Selanjutnya, hal yang perlu dilakukan adalah memastikan keempat produk itu tidak lagi beredar. MUI juga mendukung langkah BPOM untuk segera mencabut izin edar empat produk mie instan asal Korea ini.

Zainut menambahkan, hal itu penting untuk melindungi konsumen muslim dari produk makanan olahan mengandung babi. “MUI memastikan bahwa produk mie instan dari Korea tersebut belum memiliki sertifikasi halal dari LPPOM-MUI,” tegasnya.

Karenanya, MUI juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas masalah itu. Jika ada unsur pelanggaran hukum maka aparat harus menindak pihak yang harus bertanggung jawab.

“Bagi masyarakat khususnya umat Islam untuk berhati-hati dalam membeli produk makanan olahan. Harus cermat membaca ingredients atau daftar ramuan makanan yang tertulis di bungkus kemasan pada setiap produk makanan, agar tidak tertipu oleh produk makanan yang mengandung unsur-unsur yang dilarang agama,” pungkasnya. (jpnn-rhm/ary)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top