Hari Raya Idulfitri, Tiga Bayi Perempuan Lahir di RS Madyang – FAJAR sulsel
News

Hari Raya Idulfitri, Tiga Bayi Perempuan Lahir di RS Madyang

PALOPO — Kabar gembira datang bersamaan dengan Hari Raya Idulfitri 1438 Hijriah, Minggu 25 Juni 2017. Di hari kemenangan tersebut, tercatat ada sebanyak tiga bayi lahir di RS St Madyang.

Tiga bayi lahir secara normal. Tak ada ibu melahirkan Sectio Caesarea (SC) atau bedah sesar. Tiga ibu melahirkan tersebut semuanya melahirkan sesuai perhitungan hari taksiran persalinan (HTP).

”Mereka semua sudah pulang. Mereka memang sudah waktunya melahirkan,” kata Arifa Ulfah, salah seorang bidan di RS St Madyang, kepada Palopo Pos, malam tadi, tanpa menyebut berat badan bayi saat lahir.

Dua bayi hampir bersamaan. Yakni pukul 06:30 Wita dan pukul 06:45 Wita. Bayi perempuan yang lahir 06:30 Wita ini terlahir dari pasangan Andi Murni Baslan, 37 tahun, dan Mahmuddin, 38 tahun, warga Kelurahan Murante, Kecamatan Mungkajang. Kemudian bayi dari pasangan Ny Dina Sari Sati, 28 tahun, Randy, 30 tahun. Bayi mereka lahir pukul 06:45 Wita.

Bayinya lahir saat umat muslim berbondong-bongong ke tempat pelaksanaan salat Id. Kemudian bayi dari pasangan Ny Widar, 19 tahun, dan Febrianto, warga Dusun Balla, Desa Pongrakka, Kecamatan Walenrang Timur (Waltim), bayinya lahir pukul 13:00 Wita.
Ketiga bayi tersebut disebutkan lahir normal. Rasa syukur dan berseri-seri terpancar dari rawut wajah ketiga pasangan tersebut.

Tiga pasangan suami istri sangat bahagia. Raut wajah mereka berseri-seri. ”Ya, begitulah gambaran di wajah para ibu dan suami dari tiga pasangan yang bayinya lahir pas di hari lebaran,” kata bidan.

Arifa Ulfa mengaku kena giliran jaga saat kelahiran tiga bayi tersebut. Arifa Ulfa mengaku kelahiran bayi normal dan sehat. Kelahiran hanya membutuhkan sedikit pacuan.

“Semua bayi begitu lahir langsung menangis. Itu artinya bayi dalam kondisi sehat. Semua normal dan lancar,” paparnya.

Saat kelahiran tiga bayi itu, rawut wajah para suami terlihat senang. Bahkan, ada yang berharap kelahiran anak perempuan mereka yang bertepatan dengan Idul Fitri itu mejadi pertanda baik.

“Semoga kelak putri dari tiga pasangan suami istri ini menjadi anak yang pandai menjaga kesucian dirinya. Hal itu sesuai dengan makna idulfitri, yakni suci,” beber Arifa Ulfa, mengutip ucapan salah seorang ayah dari bayi yang lahir di hari yang suci.

Sementara itu, di Rumah Sakit Umum Sawerigading (RSUD), tak ada kelahiran di hari lebaran. Hal serupa juga terjadi di Rumah Sakit At Medika Kota Palopo.

Ny Widar, seorang ibu yang melahirkan secara normal masih berpikir memberi nama bayinya. Katanya, ia akan membicarakan dengan keluarga besarnya.

Tapi, biasanya kalau perempuan diberi nama Fitri. ”Nantilah kami diskusikan soal nama bayi yang pas dan cocok,” katanya. (ded/ary)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top