Terbalik di Laut, Sekdis Damkar Selamat – FAJAR sulsel
News

Terbalik di Laut, Sekdis Damkar Selamat

PALOPO— Sebuah kecelakaan di laut (lakalut) terjadi di perairan Ponrang Kabupaten Luwu, sekira pukul 17.30 Wita Sabtu, 1 Juli 2017 lalu. Korbannya adalah Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palopo, Drs Rachmad MSi (45) bersama empat orang lainnya.

Selain Rachmat, empat pegawai Damkar Palopo juga ikut dalam kecelakaan itu, yakni Komandan Damkar Palopo Sektor Timur, Alamsyah (35), Danru Damkar Sektor Timur Palopo, Andi Omal (35) dan Staf Damkar Asri (30). Juga ada Sartian (31), pemilik perahu yang juga sebagai Driver Damkar.

”Alhamdulillah, semua selamat. Tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan laut ini,” terang Lega, pegawai Damkar Palopo yang berhasil dihubungi Palopo Pos, Minggu, 2 Juli 2017 kemarin.

Lega yang juga mantan Lurah Balandai, mengungkapkan, kejadiannya Sabtu sore, sudah lewat jam lima. ”Pak Rachmad berlima pegawai Damkar pergi mancing pakai perahu di laut. Ketika sudah mau pulang, tiba-tiba hujan dan ombak. Perahu yang dinaiki terbalik,” katanya.

Beruntung, mungkin karena Rachmad anggota resque (tim penyelamat) Damkar yang notabene punya keahlian penyelamatan diri di laut, ia pun berhasil menyelamatkan diri bersama rekan-rekannya.

Dari laut, Rachmad menelepon teman-teman di Damkar sehingga tim resque Damkar dan BPBD ke sana melakukan evakuasi.

”Jadi perahu yang terbaik, ditarik pulang. Naik di TPI (Tempat Pendaratan Ikan) Palopo sekitar jam sepuluh malam. Pas malam minggu,” terangnya.

Sementara Rachmad kepada wartawan sesaat setelah tiba di TPI Palopo, masih sempat bercanda. Menurutnya, saat parahunya terbalik, ia masih sempat berselfie ria.

Ia juga mengungkapkan, tenggelamnya perahu yang mereka tumpangi karena penyeimbang perahu di bagian kanan patah. Akibatnya, perahu tiba – tiba terbalik dan menenggelamkan seluruh pemancing sekitar pukul 17.30 Wita.

“Pas sayap perahu patah, sekitar lima detik perahu langsung terbalik dan semuanya langsung tenggelam. Tapi setelah kapal terbalik, kita tidak berpencar. Jadi berhasil selamat,” ujar Rahmat, usai dievakuasi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Palopo.

Dijelaskan Rahmat, setelah perahu terbalik, barang – barang masih sempat diamankan. Termasuk sebuah handphone miliknya. Baru satu jam setelah kejadian, ia telefon orang di kantor supaya menghubungi petugas di BPPD untuk menolongnya.

Evakuasi itu sendiri dimulai sekira 20.30 malam dan baru berakhir sekira pukul 21.30 Wita. Perahu yang ditumpangi oleh Rahmat dan kawan – kawan kemudian ditarik ke TPI Kota Palopo dengan menggunakan perahu nelayan. (ikh)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top