Sampah Menumpuk, Wali Kota Berang – FAJAR sulsel
News

Sampah Menumpuk, Wali Kota Berang

*Gelar Pertemuan Bersama DLH dan Kebersihan

PALOPO — Menumpuknya sampah di sejumlah wilayah dalam Kota Palopo membuat Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, MH berang. Dirinya langsung menggelar pertemuan di Aula Dinas Lingkungan Lingkungan Hidup Kota Palopo, Selasa 4 Juli 2017.

Dalam pertemuan tersebut, orang nomor satu di Kota Palopo ini menegaskan agar penanggungjawab kebersihan Kota Palopo yang saat ini tergabung dalam Dinas Lingkungan Hidup dapat bekerja maksimal.

Menurutnya, persoalan persampahan dalam beberapa hari terakhir ini memang ada penurunan, bukan hanya berdasarkan informasi yang dirinya dengan namun hal tersebut dilihat langsung saat dirinya berkeliling dalam wilayah Kota Palopo saat waktu senggang.

“Inilah yang mendasari saya mengumpulkan para penanggungjawab kebersihan. Karena selain adanya beberapa keluhan yang masuk, saya sendiri yang melihat langsung ada beberapa titik sampah terlihat menumpuk,” ungkap Wali Kota dengan mimik jauh lebih serius di hadapan petugas kebersihan kemarin.

Wali Kota mengungkapkan, selain sampah yang menumpuk, dirinya menyampaikan kalau ada kemunduran yang terjadi terkait penanganan sampah beberapa bulan terakhir. Dan hal tersebut sangat jauh dari keinginannya yang ingin melihat Kota Palopo ini tetap menjadi daerah yang betul-betul diakui sebagai daerah yang bersih. Dan persoalan armada yang selalu menjadi masalah bukanlah alasan yang dapat diterima.

“Karena kalau mobil rusak, kan bisa diperbaiki, bisa dibawa ke bengkel. Ada anggarannya. Jadi kalau alasan mobil rusak itu alasan lama. Dan saya tidak mau dengar alasan seperti itu, kecuali kecelakaan mungkin akan makan waktu lama di bengkel. Tapi kalau hanya masalah kecil tidak akan makan waktu lama di bengkel,” tegas mantan Legislator Luwu ini.

Terkait adanya kemunduran pada penanganan persampahan di Kota Palopo, Wali Kota tidak main main. Dan menurutnya kalau ada staf atau petugas kebersihan yang tidak lagi betah menjalankan tugasnya silahkan mengajukan pengunduran diri dan akan kita carikan penggantinya. Sedangkan persoalan armada yang tidak layak dirinya meminta kejelasan seperti apa ketidaklayakan tersebut.

“Saya bukannya tidak menerima alasan terkait armada, namun kalau memang seperti itu perjelas seperti apa kerusakan armada tersebut sehingga tidak layak pakai. Dan bagi petugas sampah ataupun staf yang menangani persoalan persampahan sudah tidak bisa bekerja baik atau bosan, silahkan ajukan permohonan untuk mundur agar segera dapat dicarikan pengganti yang lebih baik,” tegasnya lagi.

Lanjutnya, supremasi tertinggi dalam bidang lingkungan atau piala Adipura untuk taraf kota sedang tahun ini lepas dari Kota Palopo karena kurangnya poin terkait penanganan persampahan. Ini artinya perlu penanganan yang lebih baik lagi untuk pengelolaan sampah.

“Menangani sampah atau kebersihan bukan hanya sampai di tempat pengelolaan, namun pemilahan sampah juga menjadi hal yang utama sehingga kita bisa tahu berapa volume sampah bisa dikelola atau dimanfaatkan dan berapa yang harus dimusnahkan di TPA,” katanya.

Ditambahkan Wali Kota, terkait volume sampah, dalam waktu dekat akan dianggarkan timbangan sampah termasuk penambahan armada, dan pembenahan sarana jalan dan di area TPA. Dimana ketika musim hujan sangat berlumpur dan becek sehingga setiap saat dilakukan penimbunan.

“Saya minta kepada penanggungjawab kebersihan, jangan lagi ada kemunduran. Dari 400 lebih tenaga kebersihan, kalau memang harus diturunkan bersamaan kenapa tidak agar pekerjaan menjadi lebih mudah,” harapnya.

Sementara itu, plt Kadis Lingkuhan Hidup, Wahyuddin Murad menjelaskan, adanya penumpukan sampah karena petugas kebersihan libur sejak 23 Juni hingga 28 Juni 2017, sehingga terjadi penumpukan sampah. Namun dirinya sudah mengintruksikan agar penanganan sampah selama masa libur agar tetap dikoordinasikan.

Terkait armada, sebutnya, memang bukan kendala utama namun penanganan sampah dalam wilayah Kota Palopo ada beberapa penambahan titik dengan adanya pengembangan perumahan di beberapa wilayah termasuk bertambahnya jumlah penduduk Kota Palopo.
“Saya minta teman-teman disetiap bidang agar bisa lebih meningkatkan koordinasi dan kejadian ini dapat dijadikan pembelajaran. Karena sangat jelas adanya persoalan ini bukan soal armada namun disebabkan karena panjangnya libur dan dan kurangnya koordinasi, sehingga antisipasi terhadap hal-hal seperti ini tidak berjalan baik,” jelas Wahyuddin.

Menanggapui soal adanya staf dan pekerja di Kebersihan yang sudah tidak lagi dapat bekerja dengan baik, Kepala Bidang Kebersihan Nursam, menyampaikan informasi itu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, karena selama ini para staf dan petugas kebersihan tetap bekerja maksimal.

Terkait armada ada beberapa yang memang harus dibenahi dan akan langsung ditindaklanjuti.
“Tidak ada informasi kalau ada staf dan petugas kebersihan yang mau mundur. Kalaupun ada itu hanya isu yang sengaja dihembuskan oleh pihak pihak yang tidak bertanggungjawab.

Dan armada yang dalam kondisi tidak normal akan kami perbaiki secepatnya agar secepatnya dapat beroperasi,” janji Nursam.(rhm)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top