SIUP tak Perlu Lagi Diperpanjang – FAJAR sulsel
News

SIUP tak Perlu Lagi Diperpanjang

* Amaluddin: Cukup Dilapor Setiap 5 Tahun Bila Ada Perubahan

PALOPO-– Surat Edarah Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita tentang penghapusan kewajiban perpanjangan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan mengubah Tanda Daftar Perusahaan (TDP) telah berlaku secara efektif di seluruh wilayah Indonesia.

”Termasuk di Kota Palopo, telah diberlakukan Pemkot sejak awal tahun 2017 lalu,” jelas Kepala Dinas Perdagangan Kota Palopo, Amaluddin SE ketika dimintai tanggapannya di Palopo, Selasa, 4 Juli 2017 kemarin.

Menurutnya, pihaknya telah menerima surat edaran Menteri Perdagangan tersebut sejak awal tahun 2017. Surat edaran itu telah disampaikan pula ke instansi terkait yang menangani perizinan yakni Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kota Palopo.

Walau tidak ada perpanjangan lagi, namun Surat Izin Usaha Perdagangan/Perindustrian (SIUP) tetap harus dilaporkan ke instansi pemerintah terkait setiap lima tahun. Karena suatu usaha dalam kurun lima tahun, diyakini memiliki perubahan.

Apakah modalnya bertambah atau berkurang, apakah ada pengembangan usaha, apakah ada penambahan unit usaha baru, atau paling tidak, usaha tersebut pindah alamat. ”Inilah yang perlu dilaporkan agar SIUP tersebut tetap up to date. Jadi bukan diperpanjang, hanya revisi jika ada perubahan,” terang Amaluddin.

SIUP itu, lanjut Amaluddin, berlaku secara nasional. SIUP yang diterbitkan di Jakarta, berlaku pula di Palopo. Begitupun sebaliknya. Atau SIUP yang diterbitkan di Palopo, berlaku juga di Papua.

Tapi lain halnya dengan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Kalau yang ini, sifatnya lokal. TDP yang dikeluarkan di Palopo, harus diurus ulang jika usaha tersebut beroperasi pula di Papua. ”Jadi itu bedanya SIUP dengan TDP. Kalau SIUP berlaku secara nasional. Sedang TDP berlaku lokalan,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menegaskan, pihaknya telah menandatangani surat edaran untuk menghapus kewajiban perpanjangan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan mengubah Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Peraturan ini efektif diberlakukan mulai hari ini dan berlaku di seluruh wilayah di Indonesia. Dengan demikian para pengusaha yang sudah eksisting, sudah tidak perlu untuk memperpanjang SIUP dan TDP.

“Surat edaran sudah saya tandatangani. Harusnya keluar hari ini,Tadi saya laporkan ke Presiden. Bahwa sesuai dengan perintah Presiden dan rakor Kemenko, yaitu kami Kementerian Perdagangan sudah mencabut atau menyatakan, SIUP tidak perlu daftar ulang. SIUP itu cukup satu kali saja,” katanya di Jakarta pada (21/2/2017).

SIUP merupakan surat izin untuk bisa melaksanakan usaha perdagangan dan wajib dimiliki oleh orang atau badan yang memiliki usaha perdagangan. SIUP berfungsi sebagai alat atau bukti pengesahan dari usaha perdagangan Sementara, untuk aturan TDP, Enggar mengatakan akan pemerintah akan mempermudah pengusaha. Pelaku usaha hanya perlu untuk mengisi satu lembar surat pemberitahuan, bisa secara online mau pun manual.

“Yang kedua TDP. Dari formulir sekian banyak, saya pun pusing, jadi sekarang perpanjangannya itu cukup disampaikan dengan online atau manual. Hanya satu lembar pemberitahuan saja. Jadi tidak perlu lagi isi-isi segala macam. Bikin formulir satu, mereka ajukan, bisa online bisa manual, cukup itu.

Kecuali mereka berubah, kalau berubah perusahaannya, namanya, ya kirim saja. Biaya ditetapkan 0 rupiah,” ujarnya. Kementerian Perdagangan sudah mencabut atau menyatakan, SIUP tidak perlu daftar ulang. SIUP itu cukup satu kali saja. (ikh)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top