Kecamatan Mungkajang Juara 1 Lomba Cipta Menu B2SA – FAJAR sulsel
News

Kecamatan Mungkajang Juara 1 Lomba Cipta Menu B2SA

*Wakili Palopo di Tingkat Provinsi Sulsel

PALOPO — Kecamatan Mungkajang meraih juara 1 lomba cipta menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) berbasis sumber daya lokal Tahun 2017 tingkat Kota Palopo yang digelar di Indoor Rujab Wali Kota Saokotae, Kamis 6 Juli 2017.

Lomba Cipta Menu B2SA yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Palopo ini diikuti oleh 9 (sembilan) kecamatan yang ada di Kota Palopo dengan menampilkan menu dengan berbagai ragam dan jenis non beras. Sejak pukul 08.00 Wita hingga pukul 10.00 Wita mereka diberi kesempatan untuk mengolah makanan yang akan disajikan.

Tim juri yang terdiri dari Ketua TP-PKK Kota Palopo, dr Hj Utiasari Judas, M.Kes, ahli gizi, dr Kusdiana Renaldy, ahli Tata Boga, Ilham Ibrahim, S.Pd.,M.Pd, serta ahli pangan, Irma Septiani Bestari, SP menilai masakan peserta yakni dari menu sarapan, makan siang, dan makan malam yang kesemuanya menggunakan bahan pangan lokal non beras.

Kepada Palopo Pos, Irma Septiani Bestari menyebutkan, dipilihnya Kecamatan Mungkajang memiliki keunggulan dari kecamatan lainnya. Yakni dari segi tata boga yang meraih nilai 90, cita rasa dan keberagaman meraih poin 75 dan gizi serta keamanan pangan meraih poin 85.

Meski demikian, Irma menyebutkan, kalau kecamatan lain juga memiliki keistimewaan masing-masing. Dimana, Kecamatan Mungkajang nantinya akan mewakili Kota Palopo mengikuti lomba Cipta Menu B2SA di tingkat Provinsi Sulsel.

”Untuk itu, kami mengimbau kepada Kecamatan Mungkajang agar terus berkreasi dan berinovasi dengan menciptakan masakan yang lebih beragam lagi agar dapat mengharumkan nama Kota Palopo di tingkat Provinsi Sulsel nantinya,” harap Irma.

Ketua TP-PKK Kecamatan Mungkajang, Jumiati Buhari menjelaskan kalau persiapan yang mereka sudah jauh-jauh hari dipersiapkan. Dengan mengambil bahan sayuran di wilayah Kambo dan meraciknya dengan memadukan bersama bumbu lainnya.

Dimana menyajikan Sup Sayur Tettekang khas Mungkajang. Dimana sayur tersebut tak dijual di pasaran tapi hanya bisa diperoleh dari gunung Kambo. Juga ada piong Burak, Bola Tempe Telur Puyuh, Perkedel Labu, Keripik Bayam, Jus Buah Sirsak dan Buah Naga serta Puding Jelly Pepaya California.

Kepala DKP Kota Palopo, Drs Tono mengatakan, lomba cipta menu ini mengambil upaya pemberdayaan bahan-bahan lokal yang ada di daerah. Sehingga sejumlah menu yang disajikan dalam menggunakan bahan lokal. Seperti ubi jalar, jagung, singkong, ketela, serta sejumlah bahan lokal lainnya.

“Kita harapkan dengan lomba ini bisa mewujudkan perbaikan pola konsumsi melalui penganekaragaman pangan yang diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan membudayakan pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), guna menunjang hidup sehat, aktif dan produktif,” tuturnya.

Selain itu, Tono menyebutkan, kecamatan yang meraih juara akan mewakili Kota Palopo untuk mengikuti lomba yang sama di tingkat Provinsi Sulsel.

Ketua TP-PKK Kota Palopo, dr Hj Utiasari Judas, M.Kes dalam sambutannya menyebutkan, pola konsumsi pangan masyarakat sampai saat ini masih menunjukkan kecenderungan kurang beragam dari jenis pangan dan keseimbangan gizinya.

Sebab, selama ini beras masih mendominasi dalam pola konsumsi pangan masyarakat, sementara konsumsi karbohidrat lainnya yang dahulu biasa dikonsumsi semakin tergeser sejalan dengan perubahan gaya hdup masyarakat.

“Terpenting, dalam pelaksanaan lomba cipta menu ini adalah bisa memberikan pencerahan terhadap masyarakat. Cara mengeloah bahan lokal, menjadi makanan yang layak dan memenuhi gizi seimbang bagi tubuh,” ujar isteri Wali Kota Palopo ini.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Palopo, Firmanza DP yang mewakili Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, MH mengatakan, potensi pangan di Kota Palopo sangat berlimpah untuk diharapkan kreativitas masyarakat dalam mengolahnya sehingga dapat menciptakan makanan yang beragam penuh gizi dan berimbang.
Ia menyampaikan keberhasilan dalam proses pembentukan sumber daya manusia diantaranya ditentukan oleh keberhasilan dalam memenuhi kecukupan pangan dan perbaikan pola konsumsi pangan.

“Maka perlu ada upaya secara terus menerus untuk merubah pola konsumsi masyarakat ke arah pola konsumsi pangan B2SA. Memang upaya ini tidak mudah karena terkait dengan perilaku masyarakat sehingga perlu melibatkan pemangku kepentingan terkait,” terangnya.

Usai sambutan, seluruh pejabat yang hadir serta undangan lainnya dipersilahkan mencicipi menu yang telah disajikan para peserta.
Kegiatan ini juga dihadiri pihak Polres Kota Palopo, Ketua Bhayangkari, kader TP-PKK, kader KWT, kader Dasawisma, serta para camat dan lurah se Kota Palopo. (rhm)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top